Efektivitas Kombinasi Minyak Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) dan Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata) sebagai Insektisida Nabati terhadap Hama Belalang pada Tanaman Padi
Nama Anggota
: Nur Naura Mufida
Kelas
: XII.1
NIS
: 12540
Nama Ketua
: Halwa Nadia
Kelas
: XII.1
NIS
: 12522
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Khusnul Khasanah, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
06-05-2026
Abstrak
:
Pertanian padi memiliki peran penting dalam ketahanan pangan Indonesia, namun produktivitasnya sering terganggu oleh hama, khususnya belalang. Penggunaan insektisida kimia dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia, sehingga sangat diperlukan alternatif yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas kombinasi minyak sereh wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) dan daun sirsak (Annona muricata) sebagai bahan insektisida alami dalam mengendalikan hama padi (Oryza sativa), serta mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan beberapa variasi kosenterasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dari minyak sereh wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) dan daun sirsak (Annona muricata) efektif dalam mengendalikan hama belalang. Konsentrasi 15% menjadi perlakuan terbaik yang mampu menghasilkan tingkat kematian belalang hingga 85% dan menurunkan kerusakan daun menjadi 10%. Perlakuan ini juga mendukung pertumbuhan tanaman padi yang lebih optimal dibandingkan kontrol. Efektivitas tersebut disebabkan oleh kerja sinergis senyawa aktif, yaitu citronella sebagai rapelen dan acetogenis sebagai toksin bagi hama. Dengan demikian, insektisida alami ini berpotensi menjadi solusi sebagai pengendali hama yang ramah lingkungan dan mendukung produktivitas pertanian.
Kata kunci: daun sirsak, hama belalang, insektisida alami, minyak sereh wangi, tanaman padi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dari minyak sereh wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) dan daun sirsak (Annona muricata) efektif dalam mengendalikan hama belalang. Konsentrasi 15% menjadi perlakuan terbaik yang mampu menghasilkan tingkat kematian belalang hingga 85% dan menurunkan kerusakan daun menjadi 10%. Perlakuan ini juga mendukung pertumbuhan tanaman padi yang lebih optimal dibandingkan kontrol. Efektivitas tersebut disebabkan oleh kerja sinergis senyawa aktif, yaitu citronella sebagai rapelen dan acetogenis sebagai toksin bagi hama. Dengan demikian, insektisida alami ini berpotensi menjadi solusi sebagai pengendali hama yang ramah lingkungan dan mendukung produktivitas pertanian.
Kata kunci: daun sirsak, hama belalang, insektisida alami, minyak sereh wangi, tanaman padi.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.