Repository

Detail Karya Tulis

STUDI KASUS : TUNTUTAN ORANG TUA KEPADA ANAK TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI DI MAN 2 KUDUS

Nama Anggota
Talitha Raissa Hariyanto
Kelas
XII.10
NIS
12893
Nama Ketua
Firli Verlina Fitria
Kelas
XII.10
NIS
12870
Kategori
Sosial
Pembimbing
Erni Naili Muna K., S.Pd.
Tanggal Pengesahan
26-02-2026
Abstrak
Tuntutan orang tua untuk prestasi akademik yang tinggi seringkali membuat siswa merasa
tertekan. Hal ini bisa berdampak pada kesehatan mental serta hubungan keluarga di sekolah-
sekolah yang sangat kompetitif seperti MAN 2 Kudus. Orang tua umumnya memiliki harapan
besar terhadap kesuksesan anak mereka dalam masyarakat Indonesia yang sangat mementingkan
prestasi. Penelitian ini menggunakan teori tentang pola asuh orang tua yang terdiri dari tipe
otoriter, otoritarif, dan permisif menurut Baumrind. Pola asuh ini mempengaruhi motivasi siswa
untuk berprestasi, serta kesehatan mental mereka. Penelitian ini juga mempertimbangkan
lingkungan keluarga dan sekolah, serta faktor-faktor internal dan eksternal seperti cara
mengelola emosi dan interaksi sosial. Referensi yang digunakan antara lain karya Sadirman dan
Darajat. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif dengan studi kasus digunakan untuk
mengumpulkan data. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan siswa berusia 15-17 tahun
di MAN 2 Kudus, serta data sekunder dari dokumen. Analisis data dilakukan dengan
menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Validitas data diperoleh
melalui triangulasi dan kredibilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi alasan di
balik ambisi prestasi siswa, bagaimana tuntutang orang tua mempengaruhi kesehatan mental dan
emosional anak, serta dampaknya terhadap hubungan orang tua dan anak. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tuntutan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan stress, overthinking, dan
hubungan yang renggang anatara orang tua dan anak, Respon siswa sangat tergantung pada
komunikasi dan pola asuh yang digunakan oleh orang tua. Dapat disimpulkan bahwa tuntutan
orang tua akan efektif jika seimbang dengan dukungan emosional. Jika tuntutan tersebut
berlebihan, maka dapat merusak kesehatan mental dan relasi keluarga. Oleh karena itu,
disarankan agar orang tua melakukan komunikasi terbuka dan fokus pada proses belajar, bukan
hanya hasil akhir.

Pratinjau Dokumen

Akses Dokumen Dibatasi

Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.