PERANAN (DARMA) ORANG TUA TERKAIT PERUBAHAN SIKAP REMAJA NOMOPHOBIA (NO MOBILE PHONE) (STUDI KASUS DI DESA HADIPOLO KECAMATAN JEKULO)
Nama Anggota
: Elfania Khiarani
Kelas
: XII.10
NIS
: 1287212867
Nama Ketua
: Isro’ Alfariha
Kelas
: XII.10
NIS
: 12872
Kategori
: Sosial
Pembimbing
: Tugiyono, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
02-03-2026
Abstrak
:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas penggunaan smartphone pada remaja, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya nomophobia, serta peranan orang tua dalam mengatasi perubahan sikap remaja akibat penggunaan gadget. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi dengan subjek penelitian di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget pada remaja cenderung meningkat seiring waktu dan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Hal ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan teknologi, namun juga menimbulkan dampak negatif seperti berkurangnya interaksi sosial, gangguan konsentrasi belajar, serta munculnya ketergantungan yang mengarah pada nomophobia. Faktor utama yang memengaruhi nomophobia meliputi tingginya intensitas penggunaan gadget, kemudahan akses terhadap konten digital, serta kurangnya kontrol diri.
Peranan orang tua terbukti sangat penting dalam mengontrol penggunaan gadget pada remaja. Bentuk peran tersebut meliputi pemberian batasan waktu penggunaan, pengawasan terhadap konten, pendampingan saat menggunakan gadget, serta komunikasi yang terbuka dengan anak. Upaya pencegahan nomophobia dapat dilakukan melalui pembiasaan penggunaan gadget secara bijak, menciptakan keseimbangan antara aktivitas digital dan non-digital, serta pemberian edukasi tentang penggunaan teknologi yang sehat.
Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan aktif orang tua sangat berpengaruh dalam membentuk sikap remaja agar tidak mengalami ketergantungan terhadap smartphone.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget pada remaja cenderung meningkat seiring waktu dan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Hal ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan teknologi, namun juga menimbulkan dampak negatif seperti berkurangnya interaksi sosial, gangguan konsentrasi belajar, serta munculnya ketergantungan yang mengarah pada nomophobia. Faktor utama yang memengaruhi nomophobia meliputi tingginya intensitas penggunaan gadget, kemudahan akses terhadap konten digital, serta kurangnya kontrol diri.
Peranan orang tua terbukti sangat penting dalam mengontrol penggunaan gadget pada remaja. Bentuk peran tersebut meliputi pemberian batasan waktu penggunaan, pengawasan terhadap konten, pendampingan saat menggunakan gadget, serta komunikasi yang terbuka dengan anak. Upaya pencegahan nomophobia dapat dilakukan melalui pembiasaan penggunaan gadget secara bijak, menciptakan keseimbangan antara aktivitas digital dan non-digital, serta pemberian edukasi tentang penggunaan teknologi yang sehat.
Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan aktif orang tua sangat berpengaruh dalam membentuk sikap remaja agar tidak mengalami ketergantungan terhadap smartphone.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.