PERSEPSI MASYARAKAT PADA ANAK PENYANDANG AUTISME SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN INKLUSIVITAS SOSIAL
Nama Anggota
: Naura Alya Mukhbita
Kelas
: XII.10
NIS
: 12882
Nama Ketua
: Jahraa' Nuril Marlina
Kelas
: XII.10
NIS
: 12873
Kategori
: Sosial
Pembimbing
: Erna Susanti, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
06-01-2026
Abstrak
:
Persepsi masyarakat terhadap anak penyandang autisme berperan penting dalam terwujudnya inklusivitas sosial. Dalam hal ini, persepsi masyarakat terhadap penyandang autisme akan menentukan bagaimana perlakuannya terhadap kehadiran anak penyandang autisme. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman masyarakat yang kerap menimbulkan stigma dan diskriminasi terhadap anak penyandang autisme. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis sikap, interaksi, persepsi, dan cara mewujudkan inklusivitas terhadap anak penyandang autisme dalam kehidupan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap masyarakat sekitar dan pendiri Pondok Pesantren Al-Achsaniyyah di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi data dengan teknik validitas data berupa triangulasi sumber. Triangulasi sumber dilakukan dengan menggali kebenaran informasi melalui berbagai sumber data seperti dokumen, arsip dan mewawancarai lebih dari satu subjek yang dianggap memiliki sudut pandang yang berbeda.
Dari penelitian ini, ditunjukkan bahwa persepsi masyarakat sekitar Pondok Pesantren Al-Achsaniyyah Kudus tergolong positif dan menunjukkan adanya penerimaan terhadap kehadiran anak penyandang autisme. Dengan persepsi yang baik, masyarakat dapat mewujudkan inklusivitas dengan bentuk lingkungan yang menghormati, mendukung, dan memberdayakan anak autisme. Dalam hal interaksi, masyarakat sekitar dan anak penyandang autisme berinteraksi dengan efektif, didukung dengan kegiatan Pondok Pesantren Al-Achsaniyyah Kudus yang merangkul masyarakat sekitar untuk ikut berpartisipasi. Selain itu, Ponpes Al-Achsaniyyah Kudus menjadi jembatan perwujudan inklusivitas sosial dengan memberikan hak memperoleh pendidikan yang seluas-luasnya bagi seluruh anak penyandang autisme yang berasal dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, lingkungan keluarga dan budaya.
Dari penelitian ini, ditunjukkan bahwa persepsi masyarakat sekitar Pondok Pesantren Al-Achsaniyyah Kudus tergolong positif dan menunjukkan adanya penerimaan terhadap kehadiran anak penyandang autisme. Dengan persepsi yang baik, masyarakat dapat mewujudkan inklusivitas dengan bentuk lingkungan yang menghormati, mendukung, dan memberdayakan anak autisme. Dalam hal interaksi, masyarakat sekitar dan anak penyandang autisme berinteraksi dengan efektif, didukung dengan kegiatan Pondok Pesantren Al-Achsaniyyah Kudus yang merangkul masyarakat sekitar untuk ikut berpartisipasi. Selain itu, Ponpes Al-Achsaniyyah Kudus menjadi jembatan perwujudan inklusivitas sosial dengan memberikan hak memperoleh pendidikan yang seluas-luasnya bagi seluruh anak penyandang autisme yang berasal dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, lingkungan keluarga dan budaya.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.