Menjalin Jembatan Interaksi: Adaptasi Pendatang Dalam Dinamika Multikultural
Nama Ketua
: Lituhayu Rossa Olinda Manyari
Kelas
: XII.10
NIS
: 12875
Kategori
: Sosial
Pembimbing
: Saifuddin, S.Pd., M.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
03-04-2026
Abstrak
:
Penelitian ini bertujuan menganalisis proses adaptasi siswa pendatang dalam
dinamika multikultural di MAN 2 Kudus. Keberagaman latar belakang budaya, bahasa, dan
kebiasaan di lingkungan madrasah menjadi peluang sekaligus tantangan bagi siswa baru dari
luar daerah. Perbedaan norma sosial dan pola komunikasi berpotensi menimbulkan
kesalahpahaman serta rasa canggung pada tahap awal interaksi. Oleh karena itu, penelitian
ini berupaya mengkaji bagaimana interaksi sosial membentuk proses penyesuaian diri serta
strategi yang mendukung integrasi sosial yang harmonis.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi,
wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa pendatang yang
berasal dari berbagai daerah di luar Kudus. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi
sumber, teori, dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi berlangsung secara
bertahap melalui pemahaman norma lokal, penyesuaian pola komunikasi, serta dukungan
teman sebaya dan guru. Tantangan utama meliputi perbedaan bahasa dan kebiasaan sosial,
sementara manfaatnya berupa peningkatan toleransi, wawasan budaya, dan kemampuan
komunikasi antarbudaya.
Kesimpulannya, keberagaman di lingkungan sekolah tidak hanya memunculkan
hambatan awal, tetapi juga menjadi modal sosial dalam membangun integrasi dan solidaritas.
Proses adaptasi yang didukung interaksi positif dan program sekolah yang inklusif mampu
menciptakan suasana belajar yang harmonis. Implikasinya, sekolah perlu memperkuat
program orientasi dan pembinaan berbasis multikultural guna mempercepat integrasi sosial
siswa pendatang serta menumbuhkan budaya saling menghargai di lingkungan pendidikan.
dinamika multikultural di MAN 2 Kudus. Keberagaman latar belakang budaya, bahasa, dan
kebiasaan di lingkungan madrasah menjadi peluang sekaligus tantangan bagi siswa baru dari
luar daerah. Perbedaan norma sosial dan pola komunikasi berpotensi menimbulkan
kesalahpahaman serta rasa canggung pada tahap awal interaksi. Oleh karena itu, penelitian
ini berupaya mengkaji bagaimana interaksi sosial membentuk proses penyesuaian diri serta
strategi yang mendukung integrasi sosial yang harmonis.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi,
wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa pendatang yang
berasal dari berbagai daerah di luar Kudus. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi
sumber, teori, dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi berlangsung secara
bertahap melalui pemahaman norma lokal, penyesuaian pola komunikasi, serta dukungan
teman sebaya dan guru. Tantangan utama meliputi perbedaan bahasa dan kebiasaan sosial,
sementara manfaatnya berupa peningkatan toleransi, wawasan budaya, dan kemampuan
komunikasi antarbudaya.
Kesimpulannya, keberagaman di lingkungan sekolah tidak hanya memunculkan
hambatan awal, tetapi juga menjadi modal sosial dalam membangun integrasi dan solidaritas.
Proses adaptasi yang didukung interaksi positif dan program sekolah yang inklusif mampu
menciptakan suasana belajar yang harmonis. Implikasinya, sekolah perlu memperkuat
program orientasi dan pembinaan berbasis multikultural guna mempercepat integrasi sosial
siswa pendatang serta menumbuhkan budaya saling menghargai di lingkungan pendidikan.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.