EFEKTIVITAS CHATGPT DALAM PENYELESAIAN MASALAH AKADEMIK SANTRI DI KABUPATEN KUDUS
Nama Anggota
: Novan Ananda Tritama
Kelas
: XII.10
NIS
: 12884
Nama Ketua
: Muhammas Ahfareza Aulia Alhasan
Kelas
: XII.10
NIS
: 12877
Kategori
: Sosial
Pembimbing
: Sri Mulyani, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
11-02-2026
Abstrak
:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu dalam menyelesaikan permasalahan akademik santri di MAN 2 Kudus. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada semakin meningkatnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan, termasuk di lingkungan pesantren. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap beberapa santri yang aktif menggunakan ChatGPT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas santri merasa terbantu dengan kehadiran ChatGPT karena mampu memberikan jawaban secara cepat, ringkas, dan relevan terhadap permasalahan akademik mereka. ChatGPT dinilai meningkatkan efisiensi belajar, terutama dalam mencari ide, menyusun tugas, dan memahami materi pelajaran. Namun demikian, sebagian santri juga menyadari bahwa jawaban yang dihasilkan belum tentu sepenuhnya akurat. Oleh sebab itu, mereka tetap melakukan verifikasi terhadap informasi yang diperoleh dengan cara membandingkannya dengan sumber lain atau berkonsultasi dengan guru.
Santri berpendapat bahwa ChatGPT tidak dapat menggantikan peran guru atau ustaz, karena pendidik memiliki peran penting dalam membimbing, menanamkan nilai moral, dan memberikan pembinaan spiritual yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Dengan demikian, ChatGPT lebih tepat diposisikan sebagai alat bantu pembelajaran yang mendukung proses belajar agar lebih efisien dan menarik, bukan sebagai pengganti pendidik.
Kata Kunci: ChatGPT, Efektivitas Pembelajaran, Santri, Peran Guru, Teknologi Pendidikan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas santri merasa terbantu dengan kehadiran ChatGPT karena mampu memberikan jawaban secara cepat, ringkas, dan relevan terhadap permasalahan akademik mereka. ChatGPT dinilai meningkatkan efisiensi belajar, terutama dalam mencari ide, menyusun tugas, dan memahami materi pelajaran. Namun demikian, sebagian santri juga menyadari bahwa jawaban yang dihasilkan belum tentu sepenuhnya akurat. Oleh sebab itu, mereka tetap melakukan verifikasi terhadap informasi yang diperoleh dengan cara membandingkannya dengan sumber lain atau berkonsultasi dengan guru.
Santri berpendapat bahwa ChatGPT tidak dapat menggantikan peran guru atau ustaz, karena pendidik memiliki peran penting dalam membimbing, menanamkan nilai moral, dan memberikan pembinaan spiritual yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Dengan demikian, ChatGPT lebih tepat diposisikan sebagai alat bantu pembelajaran yang mendukung proses belajar agar lebih efisien dan menarik, bukan sebagai pengganti pendidik.
Kata Kunci: ChatGPT, Efektivitas Pembelajaran, Santri, Peran Guru, Teknologi Pendidikan
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.