MONEY POLITICS : POLEMIK POLA PIKIR MASYARAKAT DI TENGAH DOKTRIN SERANGAN FAJAR
Nama Anggota
: Muhimmatun Nafis
Kelas
: XII.11
NIS
: 12924
Nama Ketua
: Eka Kirana Noor Wulandari
Kelas
: XII.11
NIS
: 12907
Kategori
: Sosial
Pembimbing
: Muhammad Iqbal Faza, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
09-02-2026
Abstrak
:
Praktik politik uang masih menjadi fenomena yang sulit dipisahkan dari
pelaksanaan pemilu di Indonesia, salah satunya melalui mekanisme serangan fajar
yang kerap dianggap sebagai hal wajar oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pola pikir masyarakat terhadap praktik serangan fajar serta
dampaknya terhadap sikap dan perilaku pemilih dalam konteks demokrasi lokal.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya praktik politik uang
meskipun telah terdapat regulasi yang melarangnya, serta lemahnya kesadaran
masyarakat dalam menolak praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami
pengalaman, pandangan, dan pemaknaan masyarakat terhadap serangan fajar.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap
masyarakat yang memiliki hak pilih di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, dan
Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa serangan fajar dipandang sebagai praktik yang lumrah dan
telah terinternalisasi dalam budaya politik masyarakat. Pola pikir pragmatis yang
menjadi kecendrungan dominan, didorong oleh faktor ekonomi, rendahnya
pendidikan politik, serta pengaruh lingkungan sosial. Praktik ini turut memperkuat
sikap pasif pemilih dan menurunkan kesadaran kritis dalam proses pemilu.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa serangan fajar tidak hanya berdampak sesaat,
tetapi berimplikasi pada kualitas demokrasi dan keberlanjutan praktik politik uang
di tingkat lokal.
Kata Kunci : Budaya Politik, Money Politics, Serangan Fajar
pelaksanaan pemilu di Indonesia, salah satunya melalui mekanisme serangan fajar
yang kerap dianggap sebagai hal wajar oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pola pikir masyarakat terhadap praktik serangan fajar serta
dampaknya terhadap sikap dan perilaku pemilih dalam konteks demokrasi lokal.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya praktik politik uang
meskipun telah terdapat regulasi yang melarangnya, serta lemahnya kesadaran
masyarakat dalam menolak praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami
pengalaman, pandangan, dan pemaknaan masyarakat terhadap serangan fajar.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap
masyarakat yang memiliki hak pilih di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, dan
Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa serangan fajar dipandang sebagai praktik yang lumrah dan
telah terinternalisasi dalam budaya politik masyarakat. Pola pikir pragmatis yang
menjadi kecendrungan dominan, didorong oleh faktor ekonomi, rendahnya
pendidikan politik, serta pengaruh lingkungan sosial. Praktik ini turut memperkuat
sikap pasif pemilih dan menurunkan kesadaran kritis dalam proses pemilu.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa serangan fajar tidak hanya berdampak sesaat,
tetapi berimplikasi pada kualitas demokrasi dan keberlanjutan praktik politik uang
di tingkat lokal.
Kata Kunci : Budaya Politik, Money Politics, Serangan Fajar
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.