Dibalik Tirai Kemewahan: Fenomena Pernikahan 'Mewah' pada Lapisan Masyarakat Kelas Bawah dan Konsekuensi Ekonomi Pasca-Pernikahan di Desa Undaan Lor
Nama Anggota
: Muhammad Yunus Al Akbar
Kelas
: XII.11
NIS
: 12922
Nama Ketua
: Muhammad Faisha Mahardika
Kelas
: XII.11
NIS
: 12919
Kategori
: Sosial
Pembimbing
: Uly Arfianti, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
04-04-2026
Abstrak
:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena penyelenggaraan pernikahan mewah pada masyarakat kelas bawah serta konsekuensi ekonomi yang muncul pasca-pernikahan di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Fenomena ini menarik dikaji karena pernikahan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa sakral, tetapi juga sebagai sarana memperoleh pengakuan sosial, meskipun kondisi ekonomi masyarakat terbatas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi terhadap masyarakat Desa Undaan Lor yang pernah menyelenggarakan resepsi pernikahan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang melatarbelakangi penyelenggaraan pernikahan mewah pada masyarakat kelas bawah adalah tekanan sosial, budaya gengsi, tradisi lokal, serta keinginan memperoleh pengakuan status sosial di lingkungan masyarakat. Dalam pembiayaannya, banyak keluarga mengandalkan pinjaman, menjual aset, atau memanfaatkan hasil panen. Konsekuensi pasca-pernikahan yang muncul antara lain meningkatnya beban utang, menurunnya kemampuan menabung, tertundanya rencana ekonomi keluarga, serta munculnya tekanan psikologis akibat beban finansial.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena pernikahan mewah pada masyarakat kelas bawah tidak dapat dipahami semata sebagai pilihan gaya hidup, melainkan sebagai fenomena sosial yang dipengaruhi oleh struktur sosial, budaya, dan pencarian pengakuan simbolik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran finansial dalam perencanaan pernikahan agar tidak menimbulkan tekanan ekonomi jangka panjang bagi keluarga.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi terhadap masyarakat Desa Undaan Lor yang pernah menyelenggarakan resepsi pernikahan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang melatarbelakangi penyelenggaraan pernikahan mewah pada masyarakat kelas bawah adalah tekanan sosial, budaya gengsi, tradisi lokal, serta keinginan memperoleh pengakuan status sosial di lingkungan masyarakat. Dalam pembiayaannya, banyak keluarga mengandalkan pinjaman, menjual aset, atau memanfaatkan hasil panen. Konsekuensi pasca-pernikahan yang muncul antara lain meningkatnya beban utang, menurunnya kemampuan menabung, tertundanya rencana ekonomi keluarga, serta munculnya tekanan psikologis akibat beban finansial.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena pernikahan mewah pada masyarakat kelas bawah tidak dapat dipahami semata sebagai pilihan gaya hidup, melainkan sebagai fenomena sosial yang dipengaruhi oleh struktur sosial, budaya, dan pencarian pengakuan simbolik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran finansial dalam perencanaan pernikahan agar tidak menimbulkan tekanan ekonomi jangka panjang bagi keluarga.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.