Minimnya Komunikasi dan Interaksi antara Santri dan Orang Tua di Pondok Pesantren Yanbu'ul Qur'an Kudus pada Tingkat Harmonisasi Keluarga
Nama Anggota
: Nadienta Adzkia Ghaisani
Kelas
: XII.12
NIS
: 12963
Nama Ketua
: Chika Ariella Haristanty Maharani
Kelas
: XII.12
NIS
: 12946
Kategori
: Sosial
Pembimbing
: Erna Susanti, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
11-03-2026
Abstrak
:
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam berasrama memiliki sistem
pendidikan dan peraturan yang ketat, termasuk dalam hal komunikasi antara santri
dan orang tua. Kondisi ini berpotensi menimbulkan keterbatasan komunikasi dan
interaksi yang dapat memengaruhi keharmonisan keluarga. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui permasalahan komunikasi yang dihadapi antara santri
dan orang tua di Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus serta menganalisis
pengaruh pola pendidikan pesantren terhadap intensitas komunikasi dan tingkat
harmonisasi keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian meliputi santri,
orang tua santri, serta pengelola pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
keterbatasan komunikasi disebabkan oleh jarak yang jauh, aturan penggunaan alat
komunikasi yang ketat, serta ketidaktepatan waktu dalam penyampaian informasi.
Meskipun demikian, orang tua dan santri pada umumnya dapat beradaptasi
dengan kondisi tersebut dan tetap menjaga hubungan yang harmonis melalui
sambangan rutin, doa, serta pemanfaatan waktu komunikasi yang terbatas secara
optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun intensitas komunikasi
antara santri dan orang tua terbatas, keharmonisan keluarga tetap dapat terjaga
apabila terdapat pemahaman, dukungan, dan kepercayaan terhadap sistem
pendidikan pesantren. Temuan ini memiliki implikasi praktis sebagai bahan
evaluasi untuk meningkatkan efektivitas sistem komunikasi di lingkungan
pesantren.
Kata kunci:, komunikasi, pondok pesantren, harmonisasi keluarga
pendidikan dan peraturan yang ketat, termasuk dalam hal komunikasi antara santri
dan orang tua. Kondisi ini berpotensi menimbulkan keterbatasan komunikasi dan
interaksi yang dapat memengaruhi keharmonisan keluarga. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui permasalahan komunikasi yang dihadapi antara santri
dan orang tua di Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus serta menganalisis
pengaruh pola pendidikan pesantren terhadap intensitas komunikasi dan tingkat
harmonisasi keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian meliputi santri,
orang tua santri, serta pengelola pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
keterbatasan komunikasi disebabkan oleh jarak yang jauh, aturan penggunaan alat
komunikasi yang ketat, serta ketidaktepatan waktu dalam penyampaian informasi.
Meskipun demikian, orang tua dan santri pada umumnya dapat beradaptasi
dengan kondisi tersebut dan tetap menjaga hubungan yang harmonis melalui
sambangan rutin, doa, serta pemanfaatan waktu komunikasi yang terbatas secara
optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun intensitas komunikasi
antara santri dan orang tua terbatas, keharmonisan keluarga tetap dapat terjaga
apabila terdapat pemahaman, dukungan, dan kepercayaan terhadap sistem
pendidikan pesantren. Temuan ini memiliki implikasi praktis sebagai bahan
evaluasi untuk meningkatkan efektivitas sistem komunikasi di lingkungan
pesantren.
Kata kunci:, komunikasi, pondok pesantren, harmonisasi keluarga
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.