POTRET PERASAAN INSECURE DALAM KEPERCAYAAN DIRI SISWA MADRASAH YANG MENGALAMI KECANDUAN MEDIA SOSIAL TIKTOK
Nama Anggota
: Kun Nihayatus Sholikhah
Kelas
: XII.12
NIS
: 12951
Nama Ketua
: Dina Salma Afifah
Kelas
: XII.12
NIS
: 12947
Kategori
: Sosial
Pembimbing
: Hartoyo, S.Pd
Tanggal Pengesahan
:
07-05-2026
Abstrak
:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perasaan insecure dalam kepercayaan siswa madrasah yang kecanduan Tiktok. Menganalisis cara menggunakan media sosial dengan bijak dan mengkaji dampak Tiktok terhadap kehidupan sehari-hari siswa madrasah.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara secara mendalam (in depth interview) dengan tiga informan. Analisis data penelitian ini menggunakan model Miles, Huberman & Saldana (2014), yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika terkena paparan konten Tiktok secara berlebihan yang berisi tentang kemewahan, kecantikan, dan pencapaian orang lain akan berpotensi menyebabkan rasa insecure tumbuh di dalam diri siswa. Peristiwa Beauty Privilege dan Fear Of Missing Out (FOMO) juga turut memperparah kejadian tersebut. Tapi tidak semua konten Tiktok berisi unsur negatif, ada juga konten inspiratif dan edukatif jika siswa selektif. Informan mengatasi insecure dengan cara bersyukur, membatasi waktu penggunaan, dan memilah konten di For Your Page (FYP) mereka.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa perasaan insecure pada siswa sangat berhubungan pada konten tiktok yang mereka tonton dan kemampuan mereka menyaring konten Tiktok. Para siswa madrasah diharapkan mampu menggunakan media sosial dengan bijak dan berhenti menjadikan konten Tiktok patokan untuk menilai diri kita apakah sudah baik atau belum.
Kata Kunci : Insecure, Kepercayaan Diri, Media sosial, Tiktok, Remaja madrasah
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara secara mendalam (in depth interview) dengan tiga informan. Analisis data penelitian ini menggunakan model Miles, Huberman & Saldana (2014), yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika terkena paparan konten Tiktok secara berlebihan yang berisi tentang kemewahan, kecantikan, dan pencapaian orang lain akan berpotensi menyebabkan rasa insecure tumbuh di dalam diri siswa. Peristiwa Beauty Privilege dan Fear Of Missing Out (FOMO) juga turut memperparah kejadian tersebut. Tapi tidak semua konten Tiktok berisi unsur negatif, ada juga konten inspiratif dan edukatif jika siswa selektif. Informan mengatasi insecure dengan cara bersyukur, membatasi waktu penggunaan, dan memilah konten di For Your Page (FYP) mereka.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa perasaan insecure pada siswa sangat berhubungan pada konten tiktok yang mereka tonton dan kemampuan mereka menyaring konten Tiktok. Para siswa madrasah diharapkan mampu menggunakan media sosial dengan bijak dan berhenti menjadikan konten Tiktok patokan untuk menilai diri kita apakah sudah baik atau belum.
Kata Kunci : Insecure, Kepercayaan Diri, Media sosial, Tiktok, Remaja madrasah
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.