BUTTERFLY EFFECT PENYALAHGUNAAN KONTEN DARING DALAM PEMAHAMAN DAN PERILAKU REMAJA DARI RENTANG USIA 15-16 TAHUN PADA KELAS 10 IAC MAN 2 KUDUS
Nama Anggota
: Ahmad Sulthon Maulana
Kelas
: XII.12
NIS
: 12938
Nama Ketua
: Luvian Muhammad Farraas Ganesia
Kelas
: XII.12
NIS
: 12955
Kategori
: Sosial
Pembimbing
: Drs. Lahmudin
Tanggal Pengesahan
:
12-04-2008
Abstrak
:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penyalahgunaan konten daring terhadap pemahaman dan perilaku remaja berusia 15–16 tahun di kelas 10 IAC MAN 2 Kudus. Fenomena butterfly effect digunakan sebagai kerangka analisis untuk menjelaskan bagaimana paparan konten yang tidak sesuai—meskipun tampak sepele—dapat menimbulkan dampak kumulatif yang signifikan terhadap perkembangan mental, kognitif, fisik, dan sosial remaja dalam jangka panjang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket tertutup, dan dokumentasi yang disebarkan kepada siswa kelas 10 IAC melalui Google Form.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah terpapar konten daring yang bersifat absurd dan tidak edukatif, seperti Skibidi Toilet dan konten AI anomali, yang berpengaruh terhadap cara mereka berinteraksi dan memahami norma sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyalahgunaan konten daring berpotensi besar memengaruhi pemahaman dan tindakan remaja secara bertahap. Diperlukan sinergi antara orang tua, guru, pembuat kebijakan, dan pembuat konten digital untuk menciptakan ekosistem digital yang aman bagi perkembangan anak usia dini melalui literasi digital dan regulasi yang lebih ketat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah terpapar konten daring yang bersifat absurd dan tidak edukatif, seperti Skibidi Toilet dan konten AI anomali, yang berpengaruh terhadap cara mereka berinteraksi dan memahami norma sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyalahgunaan konten daring berpotensi besar memengaruhi pemahaman dan tindakan remaja secara bertahap. Diperlukan sinergi antara orang tua, guru, pembuat kebijakan, dan pembuat konten digital untuk menciptakan ekosistem digital yang aman bagi perkembangan anak usia dini melalui literasi digital dan regulasi yang lebih ketat.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.