Normalisasi Paparazzi : Praktik Perlawanan Netiket Demi Viralisasi Konten di Kalangan Netizen Gen Z
Nama Anggota
: Maulida Rizka Amalia Putri
Kelas
: XII.12
NIS
: 0081384385
Nama Ketua
: Merha Ihsha Lembayung Bumi
Kelas
: XII.12
NIS
: 0084657598
Kategori
: Sosial
Pembimbing
: Muhammad Iqbal Faza, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
04-10-2025
Abstrak
:
ABSTRAK
Penelitian ini berangkat dari perkembangan dunia digital terutama media sosial. Maraknya perkembanganteknologi menimbulkan fenomena pelanggaran aturan berintenet atau disebut netiket. Pendidikan mengenai etika berinternet masih luput dari pengawasan, sehingga generasi z banyak melakukan tindakan pelanggaran netiket. Pelanggaran netiket ini berupa hate speech, bullying, hingga paparazzi. Fenomena paparazzi, yaitu pengambilan dan penyebaran gambar atau video orang lain tanpa izin untuk kepentingan pribadi atau pembuatan konten. Hal ini menjadi sesuatu yang dinormalisasikan di kalangan gen z meskipun termasuk tindak penyelewengan dari netiket. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui penerapan netiket netizen gen z dalam berperilaku di media sosial, 2). mengkaji alasan terjadinya fenomena paparazzi di kalangan gen z, dan 3). menganalisis solusi pencegahan terjadinya pelanggaran netiket berupa paparazzi dalam bermedia sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analitis melalui metode netnografi. Penelitian ini melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi di media sosial yang dikelompokkan menggunakan NVIVO12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan netiket generasi z di media sosial banyak yang belum menerapkannya, meskipun memahami dasar netiket. Bentuk pelanggaran netiket ini berupa hate comment, hate speech, bullying, hingga paparazzi. (2) Penyebab terjadinya fenomena paparazzi di kalangan gen z beragam, beberapa diantaranya pelaku paparazzi melakukannya karena adanya rasa suka, benci, keunikan gaya hidup, cara berinteraksi, hingga adanya tuntutan konten viral untuk mencapai akun affiliate dan sebagai sarana promosi. (3) Solusi pencegahan terjadinya pelanggaran etika berupa paparazzi dalam bermedia sosial dapat dilakukan dengan saling menghargai privasi dan toleransi antar sesama hingga pencegahan penyelewengan netiket dengan membuat konten edukatif tentang pengenalan netiket.
Kata kunci: netiket, paparazzi, media sosial, Gen Z, etika bermedia sosial.
Penelitian ini berangkat dari perkembangan dunia digital terutama media sosial. Maraknya perkembanganteknologi menimbulkan fenomena pelanggaran aturan berintenet atau disebut netiket. Pendidikan mengenai etika berinternet masih luput dari pengawasan, sehingga generasi z banyak melakukan tindakan pelanggaran netiket. Pelanggaran netiket ini berupa hate speech, bullying, hingga paparazzi. Fenomena paparazzi, yaitu pengambilan dan penyebaran gambar atau video orang lain tanpa izin untuk kepentingan pribadi atau pembuatan konten. Hal ini menjadi sesuatu yang dinormalisasikan di kalangan gen z meskipun termasuk tindak penyelewengan dari netiket. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui penerapan netiket netizen gen z dalam berperilaku di media sosial, 2). mengkaji alasan terjadinya fenomena paparazzi di kalangan gen z, dan 3). menganalisis solusi pencegahan terjadinya pelanggaran netiket berupa paparazzi dalam bermedia sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analitis melalui metode netnografi. Penelitian ini melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi di media sosial yang dikelompokkan menggunakan NVIVO12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan netiket generasi z di media sosial banyak yang belum menerapkannya, meskipun memahami dasar netiket. Bentuk pelanggaran netiket ini berupa hate comment, hate speech, bullying, hingga paparazzi. (2) Penyebab terjadinya fenomena paparazzi di kalangan gen z beragam, beberapa diantaranya pelaku paparazzi melakukannya karena adanya rasa suka, benci, keunikan gaya hidup, cara berinteraksi, hingga adanya tuntutan konten viral untuk mencapai akun affiliate dan sebagai sarana promosi. (3) Solusi pencegahan terjadinya pelanggaran etika berupa paparazzi dalam bermedia sosial dapat dilakukan dengan saling menghargai privasi dan toleransi antar sesama hingga pencegahan penyelewengan netiket dengan membuat konten edukatif tentang pengenalan netiket.
Kata kunci: netiket, paparazzi, media sosial, Gen Z, etika bermedia sosial.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.