Analisis Partisipasi Olahraga Siswa MAN 2 Kudus di Tengah Gempuran Sedentary Lifestyle
Nama Anggota
: Ammi Zahroh Nihayah
Kelas
: XII.12
NIS
: 12940
Nama Ketua
: Olyvia Zahratushita
Kelas
: XII.12
NIS
: 12966
Kategori
: Sosial
Pembimbing
: Ricka Ulfatul Faza, M.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
10-04-2026
Abstrak
:
Era modernisasi yang telah merambah ke berbagai penjuru dunia ini telah mengakibatkan
kemudahan akses dalam berbagai hal. Salah satunya adalah kemudahan dalam pembelian barang
secara online, contohnya adalah e-commerce, food delivery, dan adanya m-banking. Semua
kemudahan tersebut tentu sangat bermanfaat bagi kita. Tapi hal yang paling disayangkan adalah
sisi negatif yang muncul dari kemudahan akses online tersebut. Sisi negatif yang muncul salah
satunya adalah rasa malas yang timbul akibat mudahnya akses dalam berbagai hal. Tak hanya itu
berkurangya partisipasi sesorang dalam melakukan olahraga juga tentu terpengaruh akibat rasa
malas yang timbul. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya istilah sedentary lifestyle dikalangan
remaja maupun anak anak. Sedentary lifestyle merupakan gaya hidup kurang aktif bergerak atau
melakukan kegiatan fisik. Gaya hidup tidak sehat seperti ini tentu sangat merugikan kita. Tidak
hanya sekarang tetapi di masa depan juga. Kurang aktif bergerak dapat mengakibatkan munculnya
berbagai penyakit yang disebabkan oleh melambatnya metabolisme dalam tubuh. Beberapa
penyakit yang muncul adalah penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, obesitas, dan osteoporosis.
Penelitian kita ini berfokus di MAN 2 Kudus, tempat ini kita pilih karena target penelitian
kita adalah remaja yang sedang menempuh pendidikan. Selain itu, di MAN 2 Kudus kegiatan
olaharaganya sangat didukung dengan fasilitas fasilitas olahraga yang memadai. Namun, apakah
fasilitas memadai cukup untuk kembali mengaktifkan semangat partisipasi olahraga siswa di era
sedentary yang marak dilakukan remaja tanpa sadar ini. Hal tersebutlah yang akan kita kaji di
penelitian kali ini. Dengan menggunakan metode kuantitatif yang sesuai pedoman penelitian,
pertanyaan, dan penjulahan di Indonesia kita mendapatkan hasil yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi olahraga siswa MAN 2 Kudus tergolong
masih cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa yang masih melakukan olahraga
dengan durasi 30 menit per hari. Walaupun hanya pada pelajaran olahraga atau ekstra tertentu, ini
dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk mengurangi kebiasaan malas gerak yang tanpa sadar
dilakukan banyak remaja di Indonesia. Hal tersebut dapat menjadi langkah awal karena remaja
punya sifat FOMO ( Fear of Missing Out ), yaitu takut tertinggal tren atau kebiasaan dari teman
vi
mereka. Dari teman yang saling mengajak untuk melakukan olahraga juga sangat berpengaruh.
Alasan tersebutlah yang menjadikan hasil penelitian tentang partisipasi olahraga di MAN 2 Kudus
menghasilkan nilai positif.
kemudahan akses dalam berbagai hal. Salah satunya adalah kemudahan dalam pembelian barang
secara online, contohnya adalah e-commerce, food delivery, dan adanya m-banking. Semua
kemudahan tersebut tentu sangat bermanfaat bagi kita. Tapi hal yang paling disayangkan adalah
sisi negatif yang muncul dari kemudahan akses online tersebut. Sisi negatif yang muncul salah
satunya adalah rasa malas yang timbul akibat mudahnya akses dalam berbagai hal. Tak hanya itu
berkurangya partisipasi sesorang dalam melakukan olahraga juga tentu terpengaruh akibat rasa
malas yang timbul. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya istilah sedentary lifestyle dikalangan
remaja maupun anak anak. Sedentary lifestyle merupakan gaya hidup kurang aktif bergerak atau
melakukan kegiatan fisik. Gaya hidup tidak sehat seperti ini tentu sangat merugikan kita. Tidak
hanya sekarang tetapi di masa depan juga. Kurang aktif bergerak dapat mengakibatkan munculnya
berbagai penyakit yang disebabkan oleh melambatnya metabolisme dalam tubuh. Beberapa
penyakit yang muncul adalah penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, obesitas, dan osteoporosis.
Penelitian kita ini berfokus di MAN 2 Kudus, tempat ini kita pilih karena target penelitian
kita adalah remaja yang sedang menempuh pendidikan. Selain itu, di MAN 2 Kudus kegiatan
olaharaganya sangat didukung dengan fasilitas fasilitas olahraga yang memadai. Namun, apakah
fasilitas memadai cukup untuk kembali mengaktifkan semangat partisipasi olahraga siswa di era
sedentary yang marak dilakukan remaja tanpa sadar ini. Hal tersebutlah yang akan kita kaji di
penelitian kali ini. Dengan menggunakan metode kuantitatif yang sesuai pedoman penelitian,
pertanyaan, dan penjulahan di Indonesia kita mendapatkan hasil yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi olahraga siswa MAN 2 Kudus tergolong
masih cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa yang masih melakukan olahraga
dengan durasi 30 menit per hari. Walaupun hanya pada pelajaran olahraga atau ekstra tertentu, ini
dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk mengurangi kebiasaan malas gerak yang tanpa sadar
dilakukan banyak remaja di Indonesia. Hal tersebut dapat menjadi langkah awal karena remaja
punya sifat FOMO ( Fear of Missing Out ), yaitu takut tertinggal tren atau kebiasaan dari teman
vi
mereka. Dari teman yang saling mengajak untuk melakukan olahraga juga sangat berpengaruh.
Alasan tersebutlah yang menjadikan hasil penelitian tentang partisipasi olahraga di MAN 2 Kudus
menghasilkan nilai positif.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.