Repository

Detail Karya Tulis

PEMENUHAN KEBUTUHAN SOSIAL EKONOMI ANAK DARI KELUARGA BROKEN HOME DI PONDOK PESANTREN

Nama Anggota
Rafidha Hasna Paradise
Kelas
XII.12
NIS
12968
Nama Ketua
Putri Mega Wahyuni
Kelas
XII.12
NIS
12967
Kategori
Sosial
Pembimbing
Sri Mulyani, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
28-02-2026
Abstrak
ABSTRAK
Meningkatnya jumlah perceraian di Indonesia menyebabkan jumlah remaja broken home juga meningkat. Dampak negatif keluarga broken home pada umumnya berupa gangguan psikologis, perilaku, dan emosi. Di kalangan masyarakat berkembang stigma terhadap remaja broken home sebagai remaja yang nakal, tidak bisa diatur, dan memberi pengaruh buruk kepada lingkungannya. Stigma ini menyebabkan mereka kehilangan motivasi dan menarik diri dari kehidupan sosial kemudian mencari pelarian sehingga terjerumus dalam pergaulan negatif. Hal ini menghambat perkembangan potensi dan kekuatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Apa yang harus dilakukan orang tua broken home untuk memenuhi kebutuhan anaknya. (2) Bagaimana cara mengatasi psikologis anak broken home. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan observasi media sosial virtual dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua anak broken home memenuhi kebutuhan anaknya dengan cara bekerja, melibatkan orang terdekat untuk membantu mengasuh anak, dan mengatur waktu untuk “me time” bersama anak. Sedangkan kondisi psikologis anak broken home dapat diatasi dengan cara mendekatkan diri pada Tuhan, berempati pada orang lain, dan berbicara dari hati ke hati. Kesimpulannya, komunikasi berperan penting dalam upaya mengatasi kondisi psikologis anak broken home.
Kata kunci: Kebutuhan manusia, keluarga broken home, dan pondok pesantren.

Pratinjau Dokumen

Akses Dokumen Dibatasi

Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.