Upaya Preventif Cyberbullying untuk Mendukung Pertumbuhan Remaja di Era Digital
Nama Anggota
: Mohammad Risqi Setianda Putra
Kelas
: XII.12
NIS
: 12960
Nama Ketua
: Zafrizal Nanda Faruqi
Kelas
: XII.12
NIS
: 12973
Kategori
: Sosial
Pembimbing
: Ambarwati, S.Pd.M.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
09-04-2026
Abstrak
:
ABSTRAK
Zafrizal Nanda Faruqi dan Arfa Alunggah Mustafa. 2026. Upaya Preventif
Cyberbullying untuk Mendukung Pertumbuhan Remaja di Era Digital. KTI MAN 2
Kudus.
Cyberbullying merupakan salah satu permasalahan yang semakin sering terjadi di
kalangan remaja seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial. Media sosial
tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi tempat munculnya
berbagai bentuk interaksi negatif, seperti ejekan, sindiran, hingga penyebaran konten
yang merugikan orang lain. Fenomena ini dapat memberikan dampak yang cukup serius,
terutama terhadap kondisi psikologis dan hubungan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui fenomena cyberbullying, faktor penyebab, serta upaya yang dapat
dilakukan untuk menyikapinya di kalangan remaja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
purposive sampling. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri 2
Kudus yang aktif menggunakan media sosial. Pendekatan ini dipilih agar peneliti dapat
memahami secara lebih mendalam pengalaman dan pandangan remaja terkait
cyberbullying. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara dan
observasi yang dilakukan secara langsung terhadap narasumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberbullying masih sering terjadi dalam
kehidupan sehari-hari remaja, baik secara sadar maupun tidak sadar. Bentuk
cyberbullying yang ditemukan antara lain komentar yang menghina, sindiran di media
sosial, serta penggunaan foto yang dijadikan bahan candaan di grup percakapan. Faktor
penyebabnya meliputi tingginya penggunaan media sosial, pengaruh lingkungan
pertemanan, kemudahan teknologi, serta kurangnya kesadaran dalam berkomunikasi di
dunia digital. Dampak yang ditimbulkan antara lain menurunnya kepercayaan diri, rasa
tidak nyaman, serta perubahan dalam interaksi sosial. Oleh karena itu, diperlukan upaya
berupa peningkatan kesadaran diri, edukasi etika berinternet, serta peran aktif keluarga
dan sekolah untuk mencegah terjadinya cyberbullying.
Kata kunci: Cyberbullying, Remaja, Media Sosial, Perilaku Komunikasi,
Lingkungan Pertemanan
Zafrizal Nanda Faruqi dan Arfa Alunggah Mustafa. 2026. Upaya Preventif
Cyberbullying untuk Mendukung Pertumbuhan Remaja di Era Digital. KTI MAN 2
Kudus.
Cyberbullying merupakan salah satu permasalahan yang semakin sering terjadi di
kalangan remaja seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial. Media sosial
tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi tempat munculnya
berbagai bentuk interaksi negatif, seperti ejekan, sindiran, hingga penyebaran konten
yang merugikan orang lain. Fenomena ini dapat memberikan dampak yang cukup serius,
terutama terhadap kondisi psikologis dan hubungan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui fenomena cyberbullying, faktor penyebab, serta upaya yang dapat
dilakukan untuk menyikapinya di kalangan remaja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
purposive sampling. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri 2
Kudus yang aktif menggunakan media sosial. Pendekatan ini dipilih agar peneliti dapat
memahami secara lebih mendalam pengalaman dan pandangan remaja terkait
cyberbullying. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara dan
observasi yang dilakukan secara langsung terhadap narasumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberbullying masih sering terjadi dalam
kehidupan sehari-hari remaja, baik secara sadar maupun tidak sadar. Bentuk
cyberbullying yang ditemukan antara lain komentar yang menghina, sindiran di media
sosial, serta penggunaan foto yang dijadikan bahan candaan di grup percakapan. Faktor
penyebabnya meliputi tingginya penggunaan media sosial, pengaruh lingkungan
pertemanan, kemudahan teknologi, serta kurangnya kesadaran dalam berkomunikasi di
dunia digital. Dampak yang ditimbulkan antara lain menurunnya kepercayaan diri, rasa
tidak nyaman, serta perubahan dalam interaksi sosial. Oleh karena itu, diperlukan upaya
berupa peningkatan kesadaran diri, edukasi etika berinternet, serta peran aktif keluarga
dan sekolah untuk mencegah terjadinya cyberbullying.
Kata kunci: Cyberbullying, Remaja, Media Sosial, Perilaku Komunikasi,
Lingkungan Pertemanan
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.