Inovasi Edible Spoon Berbahan Dasar Limbah Kulit Udang: Studi Terhadap Kinerja Dan Kestabilan Produk Serta Efektivitas Terhadap Lingkungan
Nama Anggota
: Talitha Masyaila Aqilah
Kelas
: XII.2
NIS
: 0078754425
Nama Ketua
: Najwa Ibriza Zahro
Kelas
: XII.2
NIS
: 0085558290
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Dra. Noor Rina N.H.
Tanggal Pengesahan
:
20-01-2026
Abstrak
:
Permasalahan sampah plastik sekali pakai di Indonesia mendorong perlunya
inovasi produk ramah lingkungan. Salah satu solusi yang dapat dikembangkan adalah
pembuatan Edible spoon berbahan dasar limbah kulit udang. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui metode pengolahan kulit udang menjadi Edible spoon yang aman dan
layak digunakan serta menilai efektivitasnya sebagai alternatif pengganti sendok plastik.
Metode penelitian meliputi proses pencucian, pengeringan, penghalusan kulit udang
menjadi serbuk, pencampuran bahan, pencetakan, dan pemanasan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa formulasi terbaik terdiri dari 15% serbuk kulit udang, 35% tepung
tapioka, 40% pati jagung, 2% asam sitrat, dan 8% air. Edible spoon yang dihasilkan
memiliki bentuk menyerupai sendok pada umumnya, tekstur cukup keras, aroma netral,
serta ukuran yang seragam dan ekonomis. Hasil ini menunjukkan bahwa limbah kulit
udang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku Edible spoon yang ramah lingkungan
dan dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Kata kunci: Edible spoon, kulit udang, limbah kulit udang, plastik sekali pakai,
produk ramah lingkungan, inovasi pangan.
inovasi produk ramah lingkungan. Salah satu solusi yang dapat dikembangkan adalah
pembuatan Edible spoon berbahan dasar limbah kulit udang. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui metode pengolahan kulit udang menjadi Edible spoon yang aman dan
layak digunakan serta menilai efektivitasnya sebagai alternatif pengganti sendok plastik.
Metode penelitian meliputi proses pencucian, pengeringan, penghalusan kulit udang
menjadi serbuk, pencampuran bahan, pencetakan, dan pemanasan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa formulasi terbaik terdiri dari 15% serbuk kulit udang, 35% tepung
tapioka, 40% pati jagung, 2% asam sitrat, dan 8% air. Edible spoon yang dihasilkan
memiliki bentuk menyerupai sendok pada umumnya, tekstur cukup keras, aroma netral,
serta ukuran yang seragam dan ekonomis. Hasil ini menunjukkan bahwa limbah kulit
udang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku Edible spoon yang ramah lingkungan
dan dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Kata kunci: Edible spoon, kulit udang, limbah kulit udang, plastik sekali pakai,
produk ramah lingkungan, inovasi pangan.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.