PEMANFAATAN PELEPAH PISANG (Musa Acuminata) UNTUK MEMBUAT KERTAS AROMATERAPI DENGAN EKSTRAK JAHE (Zingiber Officinale) DAN MINT (Mentha) UNTUK MENGATASI ISPA
Nama Anggota
: Sheryl Medina Mecca
Kelas
: XII.3
NIS
: 12626
Nama Ketua
: Fadia Zahra Salsabilla
Kelas
: XII.3
NIS
: 12605
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Dra. Noor Rina N.H.
Tanggal Pengesahan
:
18-06-2026
Abstrak
:
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi di Indonesia, sehingga diperlukan solusi alami dan ramah lingkungan untuk membantu meredakan gejalanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif pada ekstrak jahe (Zingiber officinale) dan mint (Mentha), serta mengetahui efektivitas kertas aromaterapi berbahan dasar pelepah pisang (Musa acuminata) yang diberi ekstrak jahe dan mint dalam meredakan gejala ISPA.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental. Kertas aromaterapi dibuat dari pelepah pisang segar yang direbus selama kurang lebih dua jam hingga seratnya lunak, dihaluskan menjadi pulp, dicetak menjadi lembaran, dan dikeringkan di bawah sinar matahari. Ekstrak jahe dan mint kemudian ditambahkan pada permukaan kertas agar aromanya terserap dengan baik. Efektivitas produk diuji melalui pengamatan terhadap 10 responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelepah pisang dapat diolah menjadi kertas aromaterapi tanpa menggunakan bahan kimia NaOH, menghasilkan kertas berwarna cokelat muda dengan tekstur agak kasar namun cukup kuat. Kertas ini memiliki aroma jahe dan mint yang cukup kuat, bertahan selama 3–5 hari, serta memberikan efek melegakan hidung tersumbat dan rasa relaksasi. Kandungan gingerol dan shogaol pada jahe memberikan efek hangat dan antiinflamasi, sedangkan kandungan menthol pada mint memberikan sensasi sejuk dan efek dekongestan pada saluran pernapasan.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kertas aromaterapi berbahan pelepah pisang dengan tambahan ekstrak jahe dan mint efektif membantu meredakan gejala ringan ISPA, sekaligus menjadi solusi pemanfaatan limbah organik yang ramah lingkungan.
Kata kunci: pelepah pisang, kertas aromaterapi, ekstrak jahe, ekstrak mint, ISPA
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental. Kertas aromaterapi dibuat dari pelepah pisang segar yang direbus selama kurang lebih dua jam hingga seratnya lunak, dihaluskan menjadi pulp, dicetak menjadi lembaran, dan dikeringkan di bawah sinar matahari. Ekstrak jahe dan mint kemudian ditambahkan pada permukaan kertas agar aromanya terserap dengan baik. Efektivitas produk diuji melalui pengamatan terhadap 10 responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelepah pisang dapat diolah menjadi kertas aromaterapi tanpa menggunakan bahan kimia NaOH, menghasilkan kertas berwarna cokelat muda dengan tekstur agak kasar namun cukup kuat. Kertas ini memiliki aroma jahe dan mint yang cukup kuat, bertahan selama 3–5 hari, serta memberikan efek melegakan hidung tersumbat dan rasa relaksasi. Kandungan gingerol dan shogaol pada jahe memberikan efek hangat dan antiinflamasi, sedangkan kandungan menthol pada mint memberikan sensasi sejuk dan efek dekongestan pada saluran pernapasan.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kertas aromaterapi berbahan pelepah pisang dengan tambahan ekstrak jahe dan mint efektif membantu meredakan gejala ringan ISPA, sekaligus menjadi solusi pemanfaatan limbah organik yang ramah lingkungan.
Kata kunci: pelepah pisang, kertas aromaterapi, ekstrak jahe, ekstrak mint, ISPA
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.