Aplikasi Spray Deodoran Berbahan Ekstrak Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) : Efektivitas dalam Mengendalikan Bau Badan
Nama Anggota
: Maylaffaisha Ghaisany Fawwazah Rania Ar Rokhim
Kelas
: XII.3
NIS
: 0088675685
Nama Ketua
: Galuh Ivana Candraningtyas
Kelas
: XII.3
NIS
: 0083542027
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Muhammad Najih Irfani, S.T
Tanggal Pengesahan
:
30-04-2026
Abstrak
:
Bau badan merupakan permasalahan kebersihan tubuh yang dipengaruhi oleh
aktivitas bakteri pada permukaan kulit, sehingga diperlukan inovasi produk
perawatan tubuh yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
potensi ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) sebagai bahan aktif
dalam pembuatan deodoran spray alami, serta mengevaluasi kestabilan,
karakteristik fisik, dan tingkat penerimaan produk. Penelitian meliputi proses
ekstraksi, formulasi, serta pengujian produk. Tiga formulasi disusun dengan variasi
komposisi ekstrak kumis kucing, yaitu F1 sebanyak 3 tetes dan tanpa minyak
essensial, F2 sebanyak 1,5 tetes dengan 3 tetes minyak essensial chamomile, dan
F3 sebanyak 1,5 tetes dengan 3 tetes minyak essensial lavender. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa seluruh formulasi menghasilkan sediaan berbentuk cair
dengan warna kuning hingga kuning kehijauan, aroma khas herbal, tekstur tidak
lengket, serta nyaman digunakan tanpa menimbulkan iritasi. Uji stabilitas selama
56 hari menunjukkan perubahan fisik yang relatif kecil, dengan pH meningkat dari
5,5 pada hari ke-1 menjadi 5,7 pada hari ke-56, sehingga masih berada pada rentang
aman bagi kulit. Perubahan warna menjadi kuning kecoklatan dan sedikit
penurunan intensitas aroma terjadi pada akhir masa penyimpanan, namun tidak
memengaruhi fungsi produk secara signifikan. Dengan demikian, ekstrak daun
kumis kucing berpotensi dikembangkan sebagai alternatif deodoran spray berbahan
herbal yang aman, stabil, dan efektif dalam membantu mengendalikan bau badan.
Kata kunci: Deodoran spray, daun kumis kucing, Orthosiphon aristatus,
antibakteri.
aktivitas bakteri pada permukaan kulit, sehingga diperlukan inovasi produk
perawatan tubuh yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
potensi ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) sebagai bahan aktif
dalam pembuatan deodoran spray alami, serta mengevaluasi kestabilan,
karakteristik fisik, dan tingkat penerimaan produk. Penelitian meliputi proses
ekstraksi, formulasi, serta pengujian produk. Tiga formulasi disusun dengan variasi
komposisi ekstrak kumis kucing, yaitu F1 sebanyak 3 tetes dan tanpa minyak
essensial, F2 sebanyak 1,5 tetes dengan 3 tetes minyak essensial chamomile, dan
F3 sebanyak 1,5 tetes dengan 3 tetes minyak essensial lavender. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa seluruh formulasi menghasilkan sediaan berbentuk cair
dengan warna kuning hingga kuning kehijauan, aroma khas herbal, tekstur tidak
lengket, serta nyaman digunakan tanpa menimbulkan iritasi. Uji stabilitas selama
56 hari menunjukkan perubahan fisik yang relatif kecil, dengan pH meningkat dari
5,5 pada hari ke-1 menjadi 5,7 pada hari ke-56, sehingga masih berada pada rentang
aman bagi kulit. Perubahan warna menjadi kuning kecoklatan dan sedikit
penurunan intensitas aroma terjadi pada akhir masa penyimpanan, namun tidak
memengaruhi fungsi produk secara signifikan. Dengan demikian, ekstrak daun
kumis kucing berpotensi dikembangkan sebagai alternatif deodoran spray berbahan
herbal yang aman, stabil, dan efektif dalam membantu mengendalikan bau badan.
Kata kunci: Deodoran spray, daun kumis kucing, Orthosiphon aristatus,
antibakteri.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.