Pembuatan Obat Kumur dari Ekstraksi Daun Sirih Untuk Mencegah Bakteri Streptococcus Mutans Penyebab Bau Mulut
Nama Anggota
: Faby putri anastsya
Kelas
: XII.3
NIS
: 0074946255
Nama Ketua
: Muhammad Hasan Nasrullah
Kelas
: XII.3
NIS
: 0083855173
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Rian Hadi Prayitno, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
31-03-2026
Abstrak
:
Tingkat kepedulian masyarakat Indonesia terhadap kesehatan gigi sangatlah rendah, di mana 57,6% penduduk mengalami masalah kesehatan mulut termasuk bau mulut. Bau mulut umumnya disebabkan oleh aktivitas bakteri di dalam rongga mulut, salah satunya Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak daun sirih (Piper betle L.) sebagai bahan obat kumur dalam mencegah pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Ekstraksi daun sirih dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%.
Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Evaluasi sediaan obat kumur dengan konsentrasi ekstrak daun sirih 2% menghasilkan sediaan berbentuk cair, berwarna hijau kecoklatan, beraroma khas sirih, dan memiliki pH 5,8 yang aman bagi jaringan lunak rongga mulut. Hasil uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar menunjukkan bahwa konsentrasi 100% ekstrak memberikan daya hambat sangat kuat (19,43 mm), mendekati kontrol positif klorheksidin. Disimpulkan bahwa formulasi obat kumur dengan konsentrasi ekstrak 2% merupakan rasio terbaik yang efektif menghambat bakteri sekaligus menjaga kualitas fisik sediaan dan aman
digunakan tanpa menimbulkan iritasi.
Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Evaluasi sediaan obat kumur dengan konsentrasi ekstrak daun sirih 2% menghasilkan sediaan berbentuk cair, berwarna hijau kecoklatan, beraroma khas sirih, dan memiliki pH 5,8 yang aman bagi jaringan lunak rongga mulut. Hasil uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar menunjukkan bahwa konsentrasi 100% ekstrak memberikan daya hambat sangat kuat (19,43 mm), mendekati kontrol positif klorheksidin. Disimpulkan bahwa formulasi obat kumur dengan konsentrasi ekstrak 2% merupakan rasio terbaik yang efektif menghambat bakteri sekaligus menjaga kualitas fisik sediaan dan aman
digunakan tanpa menimbulkan iritasi.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.