Kertas Daur Ulang Anti-Rayap Berbasis Kertas Bekas, Ampas Tebu, Dan Limbah Rokok: Studi Inovasi Di Kudus
Nama Anggota
: Hafiz Jausyaq Fauzi Santoso
Kelas
: XII.9
NIS
: 12754
Nama Ketua
: Rendra Azhar Pradiptya
Kelas
: XII.9
NIS
: 12845
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Anisa Sholihah, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
20-07-2026
Abstrak
:
ABSTRAK
Peningkatan jumlah limbah kertas, ampas tebu, dan limbah rokok menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan upaya pemanfaatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah rokok terhadap sifat antirayap pada kertas daur ulang berbahan dasar kertas bekas dan ampas tebu serta menentukan variasi yang memberikan ketahanan terbaik. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan tiga variasi perlakuan, yaitu sampel X, Y, dan Z yang dibedakan berdasarkan persentase penambahan limbah rokok. Setiap sampel diuji selama 72 jam menggunakan 10 ekor rayap tanah (Coptotermes sp.) dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi mortalitas rayap dan kehilangan berat (loss weight) kertas setelah pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan persentase limbah rokok berpengaruh terhadap peningkatan sifat antirayap pada kertas daur ulang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan limbah rokok, semakin tinggi mortalitas rayap dan semakin rendah kehilangan berat kertas akibat konsumsi rayap. Dengan demikian, kombinasi kertas bekas, ampas tebu, dan limbah rokok dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas daur ulang yang memiliki sifat antirayap.
Kata kunci: kertas daur ulang, ampas tebu, limbah rokok, antirayap, Coptotermes s
Peningkatan jumlah limbah kertas, ampas tebu, dan limbah rokok menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan upaya pemanfaatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah rokok terhadap sifat antirayap pada kertas daur ulang berbahan dasar kertas bekas dan ampas tebu serta menentukan variasi yang memberikan ketahanan terbaik. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan tiga variasi perlakuan, yaitu sampel X, Y, dan Z yang dibedakan berdasarkan persentase penambahan limbah rokok. Setiap sampel diuji selama 72 jam menggunakan 10 ekor rayap tanah (Coptotermes sp.) dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi mortalitas rayap dan kehilangan berat (loss weight) kertas setelah pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan persentase limbah rokok berpengaruh terhadap peningkatan sifat antirayap pada kertas daur ulang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan limbah rokok, semakin tinggi mortalitas rayap dan semakin rendah kehilangan berat kertas akibat konsumsi rayap. Dengan demikian, kombinasi kertas bekas, ampas tebu, dan limbah rokok dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas daur ulang yang memiliki sifat antirayap.
Kata kunci: kertas daur ulang, ampas tebu, limbah rokok, antirayap, Coptotermes s
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.