CANDIPAD: UJI EFEKTIVITAS ANTI JAMUR EKSTRAK ETANOL DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans PENYEBAB PENYAKIT KANDIDIASIS VULVOVAGINA
Nama Anggota
: Nadia Rizka Izzati
Kelas
: 12 IPA 3
NIS
: 11730
Nama Ketua
: Alif Maya Asimatul Asir
Kelas
: 12 IPA 3
NIS
: 11711
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Munirotun Roiyana, M.SI
Tanggal Pengesahan
:
25-05-2024
Abstrak
:
Kandidiasis vulvovaginal merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur
patogen Candida albicans yang tumbuh secara upnormal di vagina dengan gejala
antara lain keputihan, gatal kemerahan, hingga kematian. Penyakit ini menyerang
hampir tiga per empat wanita usia subur. Daun ciplukan (Physalis angulata L.)
mengandung metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai antifungi. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi antifungi yang efektif untuk
diaplikasikan menjadi pantyliner. Metode yang digunakan adalah penelitian
eksperimental yang meliputi uji fitokimia dan uji antifungi. Hasil yang di dapat
pada uji fitokimia adalah ekstrak etanol daun ciplukan positif mengandung senyawa
alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin. Sedangkan pada uji antifungi, hasil zona
hambat terbaik terhadap aktivitas fungi Candida albicans diperoleh pada
konsentrasi 60.000 ppm, yaitu dengan rata-rata sebesar 1,08 cm. Dari hasil
penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun ciplukan efektif
sebagai antifungi dengan formulasi terbaik pada konsentrasi 60.000 ppm dan dapat
diaplikasikan pada pantyliner untuk digunakan sehari-hari.
patogen Candida albicans yang tumbuh secara upnormal di vagina dengan gejala
antara lain keputihan, gatal kemerahan, hingga kematian. Penyakit ini menyerang
hampir tiga per empat wanita usia subur. Daun ciplukan (Physalis angulata L.)
mengandung metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai antifungi. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi antifungi yang efektif untuk
diaplikasikan menjadi pantyliner. Metode yang digunakan adalah penelitian
eksperimental yang meliputi uji fitokimia dan uji antifungi. Hasil yang di dapat
pada uji fitokimia adalah ekstrak etanol daun ciplukan positif mengandung senyawa
alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin. Sedangkan pada uji antifungi, hasil zona
hambat terbaik terhadap aktivitas fungi Candida albicans diperoleh pada
konsentrasi 60.000 ppm, yaitu dengan rata-rata sebesar 1,08 cm. Dari hasil
penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun ciplukan efektif
sebagai antifungi dengan formulasi terbaik pada konsentrasi 60.000 ppm dan dapat
diaplikasikan pada pantyliner untuk digunakan sehari-hari.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.