Repository

Detail Karya Tulis

PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EKOENZIM BERBAHAN DASAR BAYAM (Amaranthus spp.) DAN KOL (Brassica oleracea var. capitata) DARI SAMPAH DAPUR TERHADAP MORTALITAS ULAT HONGKONG (Tenebrio molitor L)

Nama Anggota
Fatikha Mutiara Arroziq
Kelas
12 IPA 3
NIS
11723
Nama Ketua
Rahmana Dewi
Kelas
12 IPA 3
NIS
11733
Kategori
MIPA dan Teknik
Pembimbing
Ema Nur Hidayah, S.Pd, M.Sc.
Tanggal Pengesahan
14-05-2024
Abstrak
Kerusakan buah dan sayuran menjadi permasalahan yang sering ditemui oleh petani
dan berdampak pada menurunnya produktivitas. Ulat hongkong (Tenebrio molitor
L) merupakan ulat yang dapat memakan buah, sayuran, biji-bijian, dan makanan
cadangan manusia lainnya. Penemuan insektisida yang ramah lingkungan
diperlukan untuk mengatasi hama ulat hongkong. Sampah masih menjadi
permasalahan yang sering dibahas di Indonesia, tidak terkecuali sampah sisa rumah
tangga. Bayam dan kol merupakan sampah dapur yang berpotensi dikembangkan
menjadi insektisida dalam bentuk ekoenzim karena mengandung bahan aktif,
seperti diazinon, malathion, metalaxyl, permethrin, dan lain-lain. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui konsentrasi, waktu tercepat, dan pengaruh ekoenzim
terhadap mortalitas ulat hongkong. Ekoenzim dibuat dalam 3 variasi yaitu F1 (70
gram bayam dan 35 gram kol), F2 (53,5 gram bayam dan 53,5 gram kol), F3 (35
gram bayam dan 70 gram kol), serta F0 (tanpa pemberian ekoenzim) yang diujikan
pada wadah berisi 5 ekor ulat hongkong. Parameter yang diamati adalah jumlah ulat
hongkong yang mengalami kematian selama 40 menit waktu pengamatan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa F0 mengalami 0% kematian, sedangkan F1, F2, dan
F3 100% kematian. Waktu kematian tercepat terlihat setelah 15 menit pada
perlakuan F3. Penggunaan ekoenzim berbahan sampah dapur bayam dan kol dapat
digunakan sebagai insektisida pada ulat hongkong.

Pratinjau Dokumen

Akses Dokumen Dibatasi

Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.