Pemanfaatan Black Soldier Fly(Hermetiailluencs) Sebagai Dekomposer Sampah Polyethylene Terephthalate (PET) dan Polistirena
Nama Ketua
: Adinda Dewi Larasati Ismailia
Kelas
: 12 IPA 6
NIS
: 131133190002131133
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Sri Indrawati, M.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
15-06-2024
Abstrak
:
Abstrak
Sebagai makhluk hidup, manusia memiliki hubungan yang sangat kuat dengan lingkungan serta dalam kehidupannya selalu bergantung dengan alam atau lingkungan sekitar. Di Indonesia sampah menjadi masalah yang tidak dapat dihindari. Rendahnya nilai recovery factor sampah organik dan anorganik menunjukkan rendahnya upaya recycle maupun recovery terhadap jenis sampah tersebut. Berbagai alternatif pengolahan sampah organik dan anorganik telah dikembangkan. Salah satunya adalah dengan pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF). Larva BSF merupakan strategi inovatif dan salah satu metode berkelanjutan untuk pengolahan sampah plastik. Tujuan penelitian ini yaitu: (1)meninjau seberapa besar potensi BSF dalam menguraikan sampah styrofoam dan botol plastik (2)untuk mengetahui kondisi optimum BSF selama proses penguraian sampah. Penelitian dilakukan menggunakan larva BSF berumur 14 hari. Larva yang memiliki berat 25 gr ditempatkan dalam kandang yang berbeda sebanyak 10 kandang. Jenis makanan yang diberikan adalah sayuran sayuran yang busuk maupun sayuran yang masih segar sebagai makanan asli BSF. Pada 5 kandang BSF diberi tambahan sampah polistirena dan 5 kandang lainnya diberi sampah PET. Berat akhir sampah polistirena maupun PET didata setiap 1 hari sekali selama 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan BSF memiliki potensi yang lebih besar dalam menguraikan sampah polistirena dari pada sampah PET yaitu dengan rata rata akhir polistirena 0.1228 sedangkan PET 0.0676.
BSF juga memiliki 2 kondisi optimum dalam menguraikan sampah plastik yaitu polistirena memiliki rata-rata maksimal pada variasi 5:1 sedangkan PET memiliki rata-rata maksimal pada variasi 5:2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan larva BSF dalam menguraikan sampah plastik cukup baik.
Sebagai makhluk hidup, manusia memiliki hubungan yang sangat kuat dengan lingkungan serta dalam kehidupannya selalu bergantung dengan alam atau lingkungan sekitar. Di Indonesia sampah menjadi masalah yang tidak dapat dihindari. Rendahnya nilai recovery factor sampah organik dan anorganik menunjukkan rendahnya upaya recycle maupun recovery terhadap jenis sampah tersebut. Berbagai alternatif pengolahan sampah organik dan anorganik telah dikembangkan. Salah satunya adalah dengan pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF). Larva BSF merupakan strategi inovatif dan salah satu metode berkelanjutan untuk pengolahan sampah plastik. Tujuan penelitian ini yaitu: (1)meninjau seberapa besar potensi BSF dalam menguraikan sampah styrofoam dan botol plastik (2)untuk mengetahui kondisi optimum BSF selama proses penguraian sampah. Penelitian dilakukan menggunakan larva BSF berumur 14 hari. Larva yang memiliki berat 25 gr ditempatkan dalam kandang yang berbeda sebanyak 10 kandang. Jenis makanan yang diberikan adalah sayuran sayuran yang busuk maupun sayuran yang masih segar sebagai makanan asli BSF. Pada 5 kandang BSF diberi tambahan sampah polistirena dan 5 kandang lainnya diberi sampah PET. Berat akhir sampah polistirena maupun PET didata setiap 1 hari sekali selama 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan BSF memiliki potensi yang lebih besar dalam menguraikan sampah polistirena dari pada sampah PET yaitu dengan rata rata akhir polistirena 0.1228 sedangkan PET 0.0676.
BSF juga memiliki 2 kondisi optimum dalam menguraikan sampah plastik yaitu polistirena memiliki rata-rata maksimal pada variasi 5:1 sedangkan PET memiliki rata-rata maksimal pada variasi 5:2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan larva BSF dalam menguraikan sampah plastik cukup baik.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.