Repository

Detail Karya Tulis

Pemanfaatan Kulit Bawang Merah dan Air Leri Sebagai Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Tanaman Terung Ungu (Solanum Melongena)

Nama Anggota
Zenitha Septi Trissiani
Kelas
12 IPA 6
NIS
11826
Nama Ketua
Amanatuz Zulfana A'la
Kelas
12 IPA 6
NIS
11802
Kategori
MIPA dan Teknik
Pembimbing
Daroinis Sa'adah, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
28-03-2024
Abstrak
Tahun 2020, terjadi penurunan produksi tanaman terung. Kebutuhan terung belum tercukupi karena dalam pengembangannya terjadi banyak kendala yang dihadapi. Hal itu berakibat pada produksi terung yang semakin rendah. Faktor terbesar dari rendahnya angka produksi tanaman terung adalah penggunaan pupuk yang tidak bijaksana atau berlebihan. Hal tersebut dapat menimbulkan masalah bagi tanaman, seperti keracunan, rentan terhadap hama dan penyakit, kualitas produksi rendah, biaya produksi tinggi, dan dapat menimbulkan pencemaran. Penggunaan pupuk organik dapat menjadi solusi ramah lingkungan untuk meminimalisir penggunaan pupuk anorganik (pupuk kimia) bagi para petani. Peneliti bermaksud untuk membuat pupuk organik cair yang berbahan dasar dari limbah kulit bawang merah dan air cucian beras sebagai pupuk yang ramah lingkungan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi. Metode observsi dalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu pengamatan disertai pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), dan jumlah daun (helai) dari tanaman terung yang telah diberi perlakuan berbeda pada pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi kulit bawang merah dan ar leri yang bervariasi. Variasi formula yang digunakan yaitu P0, P1, P2, dan P3. Hasil yang didapat yaitu variasi konsentrasi air cucian beras berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman terung (Solanum melongena). Pemberian konsentrasi terbaik pada pertumbuhan tinggi batang dan jumlah daun yaitu pada formula P0. Sedangkan, pemberian konsentrasi terbaik pada lebar batang tanaman yaitu pada formula P3. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan di atas, maka perlu dikemukakan beberapa saran kepada peneliti selanjutnya sebagai berikut: 1) membuat zat pengatur tumbuh dengan waktu fermentasi yang lebih lama dan 2) melakukan penelitian sampai pertumbuhan generatif, guna memperkuat hasil penelitian.

Pratinjau Dokumen

Akses Dokumen Dibatasi

Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.