Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Sirsak ( Annona Muricata L ) Sebagai Anti Bakteri Penyebab Eksim Kulit
Nama Anggota
: Zahra Misha Adiva
Kelas
: 12.2
NIS
: 12130
Nama Ketua
: Sima Illiyati Wafira
Kelas
: 12.2
NIS
: 12126
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Muhamad Ghoni Rif'an, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
08-03-2025
Abstrak
:
Eksim adalah peradangan kulit kronis yang ditandai dengan ruam
merah, gatal, dan sering muncul di area lipatan kulit, seperti siku dan
belakang lutut. Penyebab eksim dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan
lingkungan. Faktor lingkungan yang berkontribusi terhadap eksim
meliputi paparan tungau, debu rumah, iritasi, bakteri, serta kontak dengan
air dan bahan kimia, terutama pada wanita yang lebih sering melakukan
pekerjaan rumah tangga. Salah satu bakteri yang berperan dalam eksim
adalah Staphylococcus aureus. Senyawa acetogenin Annonaceous, seperti
annomuricine dan muricapentocin yang terdapat dalam daun sirsak
(Annona muricata L.), diketahui memiliki sifat antibakteri yang dapat
mendenaturasi protein sel bakteri. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji karakteristik dan efektivitas ekstrak daun sirsak
sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, yang berperan dalam
eksim kulit. Dalam penelitian ini, metode maserasi digunakan untuk
mengekstraksi senyawa aktif dari daun sirsak menggunakan pelarut
metanol. Pengujian dilakukan dengan tiga formulasi, yaitu F0 (kontrol),
F1, dan F2, untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak daun sirsak sebagai
antibakteri. Evaluasi dilakukan melalui uji organoleptik dan uji daya
sebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi F1 dan F2 memiliki
aktivitas antibakteri yang efektif dalam menghambat pertumbuhan
Staphylococcus aureus. Uji organoleptik dan daya sebar juga
menunjukkan bahwa kedua formulasi ini memenuhi standar efektivitas
sebagai antibakteri. Dengan demikian, ekstrak daun sirsak berpotensi
digunakan sebagai bahan alami dalam pengembangan produk antibakteri
untuk pengelolaan eksim kulit.
Kata kunci: Daun sirsak, Eksim, Gel, Staphylococcus aureus,Antibakteri
merah, gatal, dan sering muncul di area lipatan kulit, seperti siku dan
belakang lutut. Penyebab eksim dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan
lingkungan. Faktor lingkungan yang berkontribusi terhadap eksim
meliputi paparan tungau, debu rumah, iritasi, bakteri, serta kontak dengan
air dan bahan kimia, terutama pada wanita yang lebih sering melakukan
pekerjaan rumah tangga. Salah satu bakteri yang berperan dalam eksim
adalah Staphylococcus aureus. Senyawa acetogenin Annonaceous, seperti
annomuricine dan muricapentocin yang terdapat dalam daun sirsak
(Annona muricata L.), diketahui memiliki sifat antibakteri yang dapat
mendenaturasi protein sel bakteri. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji karakteristik dan efektivitas ekstrak daun sirsak
sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, yang berperan dalam
eksim kulit. Dalam penelitian ini, metode maserasi digunakan untuk
mengekstraksi senyawa aktif dari daun sirsak menggunakan pelarut
metanol. Pengujian dilakukan dengan tiga formulasi, yaitu F0 (kontrol),
F1, dan F2, untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak daun sirsak sebagai
antibakteri. Evaluasi dilakukan melalui uji organoleptik dan uji daya
sebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi F1 dan F2 memiliki
aktivitas antibakteri yang efektif dalam menghambat pertumbuhan
Staphylococcus aureus. Uji organoleptik dan daya sebar juga
menunjukkan bahwa kedua formulasi ini memenuhi standar efektivitas
sebagai antibakteri. Dengan demikian, ekstrak daun sirsak berpotensi
digunakan sebagai bahan alami dalam pengembangan produk antibakteri
untuk pengelolaan eksim kulit.
Kata kunci: Daun sirsak, Eksim, Gel, Staphylococcus aureus,Antibakteri
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.