Potensi Ampas Tebu (Saccharum officinarum) dan Limbah Batang Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) sebagai Bahan Pembuatan Plywood untuk Mendukung SDGs 2030
Nama Anggota
: Shira Narda Nawafa
Kelas
: 12.3
NIS
: 12165
Nama Ketua
: Dea Maulina Zukhrufa
Kelas
: 12.3
NIS
: 12137
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Lina Kurniawati, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
18-03-2025
Abstrak
:
ABSTRAK
Produksi tebu di Indonesia menghasilkan ampas yang cukup banyak, yaitu sekitar 6 juta ton per tahun. Selain itu, tanaman eceng gondok yang dikenal sebagai gulma lingkungan karena pertumbuhannya yang sangat cepat menyebabkan ketidakseimbangan pada ekosistem di perairan atau tempat tumbuh eceng gondok tersebut. Oleh karena itu, pada penelitian ini memanfaatkan ampas tebu dan eceng gondok sebagai bahan utama dalam pembuatan papan plywood. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Variasi yang dipakai pada penelitian ini yaitu 3 variasi. Masing-masing bahan memiliki selisih 2 gram untuk ampas tebu halus pada variasi 1 sampai 3 dan batang eceng gondok halus pada variasi 1 hingga 3, 20 gram perekat urea formaldehida, juga 20 ml air. Keempat bahan tersebut dicampur dan dicetak pada cetakan kayu berukuran 7x5,5x1,5 cm kemudian dikeringkan di dalam oven dengan suhu berkisar 161-170o C. Standar penetapan uji plywood yaitu menggunakan standar JIS A 5908-2003. Pada hasil uji kerapatan JIS A 5908-2003 mensyaratkan bahwa nilai kerapatan papan partikel yang baik adalah 0,5-0,9 g/cm3, sedangkan untuk nilai hasil uji kadar air sebanyak 5-13%, uji pengembangan tebal nilai maximal-nya adalah 12%, untuk uji impak nilai minimalnya adalah 82 kg/cm2. Hasil dari masing-masing pengujian dapat disimpulkan bahwa pada uji kerapatan variasi 1 telah memenuhi standar JIS A 5908-2003 dengan hasil 0,5 g/cm3. Pada uji kadar air variasi 2 dan 3 memenuhi standar JIS A 5908-2003 dengan perolehan hasil variasi 2 sebesar 6,21% dan variasi 3 sebesar 5,96%. Pada uji pengembangan tebal ketiga variasi telah memenuhi standar JIS A 5908-2003, dengan hasil nilai pada variasi 1 sebanyak -0,91%, variasi 2 sebanyak -0,84%, dan variasi 3 sebanyak 0,68%. Sedangkan pada uji impak, variasi yang memenuhi standar JIS A 5908-2003 yaitu variasi 3 dengan nilai hasil sebanyak 7,16 Kj/m2.
Produksi tebu di Indonesia menghasilkan ampas yang cukup banyak, yaitu sekitar 6 juta ton per tahun. Selain itu, tanaman eceng gondok yang dikenal sebagai gulma lingkungan karena pertumbuhannya yang sangat cepat menyebabkan ketidakseimbangan pada ekosistem di perairan atau tempat tumbuh eceng gondok tersebut. Oleh karena itu, pada penelitian ini memanfaatkan ampas tebu dan eceng gondok sebagai bahan utama dalam pembuatan papan plywood. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Variasi yang dipakai pada penelitian ini yaitu 3 variasi. Masing-masing bahan memiliki selisih 2 gram untuk ampas tebu halus pada variasi 1 sampai 3 dan batang eceng gondok halus pada variasi 1 hingga 3, 20 gram perekat urea formaldehida, juga 20 ml air. Keempat bahan tersebut dicampur dan dicetak pada cetakan kayu berukuran 7x5,5x1,5 cm kemudian dikeringkan di dalam oven dengan suhu berkisar 161-170o C. Standar penetapan uji plywood yaitu menggunakan standar JIS A 5908-2003. Pada hasil uji kerapatan JIS A 5908-2003 mensyaratkan bahwa nilai kerapatan papan partikel yang baik adalah 0,5-0,9 g/cm3, sedangkan untuk nilai hasil uji kadar air sebanyak 5-13%, uji pengembangan tebal nilai maximal-nya adalah 12%, untuk uji impak nilai minimalnya adalah 82 kg/cm2. Hasil dari masing-masing pengujian dapat disimpulkan bahwa pada uji kerapatan variasi 1 telah memenuhi standar JIS A 5908-2003 dengan hasil 0,5 g/cm3. Pada uji kadar air variasi 2 dan 3 memenuhi standar JIS A 5908-2003 dengan perolehan hasil variasi 2 sebesar 6,21% dan variasi 3 sebesar 5,96%. Pada uji pengembangan tebal ketiga variasi telah memenuhi standar JIS A 5908-2003, dengan hasil nilai pada variasi 1 sebanyak -0,91%, variasi 2 sebanyak -0,84%, dan variasi 3 sebanyak 0,68%. Sedangkan pada uji impak, variasi yang memenuhi standar JIS A 5908-2003 yaitu variasi 3 dengan nilai hasil sebanyak 7,16 Kj/m2.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.