LIMBAH KULIT JENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth) SEBAGAI PESTISIDA NABATI UNTUK MEMBASMI HAMA ULAT PELIANG DAUN PADA TANAMAN JERUK BALI
Nama Anggota
: Javier Rafa Pratama Salim
Kelas
: 12.3
NIS
: 12148
Nama Ketua
: EM Nawwaf Adzka
Kelas
: 12.3
NIS
: 12141
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: H. Widayato, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
19-05-2025
Abstrak
:
Hama ulat peliang daun merupakan salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produktivitas tanaman jeruk bali (Citrus maxima). Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas limbah kulit jengkol (Pithecellobium lobatum Benth) sebagai pestisida nabati dalam membasmi hama ulat peliang daun pada tanaman jeruk bali.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan dua perlakuan, yaitu aplikasi pestisida nabati dari limbah kulit jengkol satu kali sehari dan dua kali sehari selama tujuh hari. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah ulat mati dan kondisi tanaman setelah aplikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah kulit jengkol memiliki potensi sebagai pestisida nabati dengan tingkat efektivitas yang cukup tinggi dalam membunuh hama ulat peliang daun. Perlakuan dengan aplikasi dua kali sehari menunjukkan hasil yang lebih signifikan dibandingkan dengan satu kali sehari, dengan rata-rata jumlah ulat mati yang lebih tinggi. Selain itu, penggunaan pestisida nabati dari limbah kulit jengkol tidak menunjukkan dampak negatif terhadap pertumbuhan tanaman jeruk bali.
Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa limbah kulit jengkol dapat dijadikan sebagai alternatif pestisida nabati yang ramah lingkungan dan berpotensi menggantikan pestisida kimia dalam pengendalian hama ulat peliang daun. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji efektivitas jangka panjang serta dampaknya terhadap organisme bukan target dan ekosistem secara keseluruhan
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan dua perlakuan, yaitu aplikasi pestisida nabati dari limbah kulit jengkol satu kali sehari dan dua kali sehari selama tujuh hari. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah ulat mati dan kondisi tanaman setelah aplikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah kulit jengkol memiliki potensi sebagai pestisida nabati dengan tingkat efektivitas yang cukup tinggi dalam membunuh hama ulat peliang daun. Perlakuan dengan aplikasi dua kali sehari menunjukkan hasil yang lebih signifikan dibandingkan dengan satu kali sehari, dengan rata-rata jumlah ulat mati yang lebih tinggi. Selain itu, penggunaan pestisida nabati dari limbah kulit jengkol tidak menunjukkan dampak negatif terhadap pertumbuhan tanaman jeruk bali.
Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa limbah kulit jengkol dapat dijadikan sebagai alternatif pestisida nabati yang ramah lingkungan dan berpotensi menggantikan pestisida kimia dalam pengendalian hama ulat peliang daun. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji efektivitas jangka panjang serta dampaknya terhadap organisme bukan target dan ekosistem secara keseluruhan
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.