PENGARUH INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERHADAP PERTUMBUHAN KANGKUNG (Ipomoea aquatic) PADA MEDIA HIDROPONIK
Nama Ketua
: Najwa Aufa Rozin
Kelas
: 12.4
NIS
: 12194
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Qomarul Hana Afriana, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
10-05-2025
Abstrak
:
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap kecepatan pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea aquatica) pada media hidroponik sistem wick. Kangkung dipilih karena memiliki siklus panen yang singkat, mudah dibudidayakan, dan responsif terhadap perubahan lingkungan. Penelitian dilakukan selama 36 hari di MAN 2 Kudus, dengan dua perlakuan berbeda: kelompok tanaman yang terpapar cahaya matahari dan kelompok yang ditempatkan di tempat gelap. Parameter yang diamati meliputi tinggi batang, jumlah daun, warna daun, dan laju respirasi pada fase semai.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman yang mendapatkan cahaya matahari tumbuh lebih optimal dengan tinggi mencapai 31 cm, jumlah daun lebih banyak, serta warna daun hijau pekat, yang menunjukkan aktivitas fotosintesis dan produksi klorofil yang maksimal. Sebaliknya, tanaman yang tidak terpapar cahaya hanya tumbuh hingga 14,3 cm, memiliki daun berwarna kuning, dan menunjukkan tanda-tanda etiolasi. Laju respirasi juga terlihat lebih aktif pada fase awal semai di tempat gelap, namun tidak berlanjut dengan baik tanpa dukungan cahaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa intensitas cahaya matahari berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kangkung secara hidroponik. Cahaya yang cukup sangat diperlukan agar tanaman dapat tumbuh sehat dan produktif.
Kata kunci: intensitas cahaya, kangkung, hidroponik, fotosintesis, pertumbuhan tanaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap kecepatan pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea aquatica) pada media hidroponik sistem wick. Kangkung dipilih karena memiliki siklus panen yang singkat, mudah dibudidayakan, dan responsif terhadap perubahan lingkungan. Penelitian dilakukan selama 36 hari di MAN 2 Kudus, dengan dua perlakuan berbeda: kelompok tanaman yang terpapar cahaya matahari dan kelompok yang ditempatkan di tempat gelap. Parameter yang diamati meliputi tinggi batang, jumlah daun, warna daun, dan laju respirasi pada fase semai.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman yang mendapatkan cahaya matahari tumbuh lebih optimal dengan tinggi mencapai 31 cm, jumlah daun lebih banyak, serta warna daun hijau pekat, yang menunjukkan aktivitas fotosintesis dan produksi klorofil yang maksimal. Sebaliknya, tanaman yang tidak terpapar cahaya hanya tumbuh hingga 14,3 cm, memiliki daun berwarna kuning, dan menunjukkan tanda-tanda etiolasi. Laju respirasi juga terlihat lebih aktif pada fase awal semai di tempat gelap, namun tidak berlanjut dengan baik tanpa dukungan cahaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa intensitas cahaya matahari berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kangkung secara hidroponik. Cahaya yang cukup sangat diperlukan agar tanaman dapat tumbuh sehat dan produktif.
Kata kunci: intensitas cahaya, kangkung, hidroponik, fotosintesis, pertumbuhan tanaman.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.