Pemanfaatan Serabut Kelapa (Cocos nucifera L) dan Pati Biji Mangga (Mangifera Indica) dalam Pembuatan Biofoam Kemasan Ramah Lingkungan
Nama Anggota
: Aura Jay Rahmi Haybah
Kelas
: 12.4
NIS
: 12175
Nama Ketua
: Nayla Putri Ayu Prasetyaning Indah
Kelas
: 12.4
NIS
: 12195
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Naelatuz Zuhroh, S.Si
Tanggal Pengesahan
:
14-04-2025
Abstrak
:
Kehidupan manusia modern tidak bisa lepas dari penggunaan plastik. Bahkan saat ini, plastik menjadi salah satu kebutuhan primer manusia, salah satunya adalah sebagai bahan alat makan dan pengemas makanan. Plastik adalah kemasan makanan yang paling sering digunakan masyarakat sampai saat ini karena plastik dinilai lebih murah, lebih mudah dibuat, tidak mudah pecah, dan ringan. Namun plastik yang sering digunakan merupakan plastik konvensional yang sulit terurai sehingga membuat plastik terus-menerus mengotori daratan maupun lautan. Menurut data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), total sampah nasional di tahun 2021 mencapai 68,5 juta ton, 17% (sekitar 11,6 juta ton) dari jumlah tersebut disumbang oleh sampah plastik. Salah satu jenis plastik yang sering digunakan adalah styrofoam. Hal ini terjadi karena sifat styrofoam yang ringan, murah, tahan air, dan juga tahan panas. Salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah dengan membuat inovasi dari biodegradable foam. Serabut kelapa dan biji mangga memiliki potensi untuk dijadikan sebagai bahan baku biofoam dikarenakan kandungan selulosa yang terdapat pada serabut kelapa dan pati pada biji mangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang tepat dalam pembuatan biofoam dan hasil pengujian biodegradabilitasnya. Pembuatan biofoam diawali dengan pengeringan biji mangga dan delignifikasi serabut kelapa. Kemudian, semua bahan dicampur dan dipanaskan lalu dicetak ke dalam cetakan dan di oven dengan suhu 150°-180° selama 30 menit. Biofoam memiliki karakteristik berwarna putih sampai kecoklatan. Hasil pengujian dilakukan dengan uji organoleptic, uji daya serap air, uji kebocoran, dan uji biodegradable. Dari pengujian ini, diperoleh hasil bahwa sampel F1 adalam sampel yang paling sesuai dengan karakteristik dengan warna terang, tidak mudah menyerap air dengan persentase sebesar 4,55%, tidak mengalami kebocoran, dan mudah terurai dengan persentasi sebesar 30,77%.
Kata kunci : biji mangga, biodegradable, biofoam, serabut kelapa.
Kata kunci : biji mangga, biodegradable, biofoam, serabut kelapa.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.