Edible Straw Ramah Lingkungan dari Limbah Rumput Laut (Eucheuma cottonii) dan Kitosan Cangkang Udang (Litopenaeus vannamei)
Nama Anggota
: Abyan Akmal faozan
Kelas
: 12.5
NIS
: 12203
Nama Ketua
: Anggito Tyas Wibisono
Kelas
: 12.5
NIS
: 12209
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Sri Indrawati, S.Pd.M.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
15-05-2025
Abstrak
:
Sampah plastik, terutama sedotan sekali pakai, menjadi salah satu
penyebab pencemaran lingkungan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengembangkan Edible Straw ramah lingkungan berbahan dasar
limbah rumput laut (Eucheuma cottonii) dan kitosan dari cangkang udang
(Litopenaeus vannamei). Metode penelitian meliputi pengolahan sampel,
pembuatan Edible Straw dengan berbagai komposisi bahan, serta pengujian
terhadap daya tahan produk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi terbaik diperoleh
pada perbandingan 15 gram tepung dan 7,5 gram gelatin, yang menghasilkan
sedotan dengan tekstur optimal, elastisitas yang baik, serta ketahanan
terhadap air panas dan air suhu ruang. Uji daya tahan menunjukkan bahwa
Edible Straw mampu bertahan dalam air panas selama 12 menit dan dalam
air suhu ruang selama 90 menit sebelum mengalami degradasi. Selain itu,
produk ini dapat disimpan hingga 7 hari pada suhu ruang tanpa mengalami
perubahan signifikan.
Dengan adanya inovasi ini, Edible Straw berbasis rumput laut dan
kitosan dapat menjadi solusi alternatif untuk mengurangi penggunaan
sedotan plastik, mendukung keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan
nilai tambah limbah perikanan.
Kata kunci: Edible Straw, rumput laut, kitosan, sedotan ramah lingkungan,
pengolahan limbah
penyebab pencemaran lingkungan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengembangkan Edible Straw ramah lingkungan berbahan dasar
limbah rumput laut (Eucheuma cottonii) dan kitosan dari cangkang udang
(Litopenaeus vannamei). Metode penelitian meliputi pengolahan sampel,
pembuatan Edible Straw dengan berbagai komposisi bahan, serta pengujian
terhadap daya tahan produk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi terbaik diperoleh
pada perbandingan 15 gram tepung dan 7,5 gram gelatin, yang menghasilkan
sedotan dengan tekstur optimal, elastisitas yang baik, serta ketahanan
terhadap air panas dan air suhu ruang. Uji daya tahan menunjukkan bahwa
Edible Straw mampu bertahan dalam air panas selama 12 menit dan dalam
air suhu ruang selama 90 menit sebelum mengalami degradasi. Selain itu,
produk ini dapat disimpan hingga 7 hari pada suhu ruang tanpa mengalami
perubahan signifikan.
Dengan adanya inovasi ini, Edible Straw berbasis rumput laut dan
kitosan dapat menjadi solusi alternatif untuk mengurangi penggunaan
sedotan plastik, mendukung keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan
nilai tambah limbah perikanan.
Kata kunci: Edible Straw, rumput laut, kitosan, sedotan ramah lingkungan,
pengolahan limbah
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.