KOMBINASI DARI LIMBAH KULIT KACANG DAN KULIT KENTANG SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN KERTAS DENGAN KATALISATOR NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH)
Nama Anggota
: Hanif Ahmad Dermawan
Kelas
: 12.6
NIS
: 12245
Nama Ketua
: Farid Nur Ramadhan Abidin
Kelas
: 12.6
NIS
: 12242
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Muhammad Najih Irfani, ST
Tanggal Pengesahan
:
07-08-2025
Abstrak
:
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah organik berupa kulit kacang tanah dan kulit
kentang sebagai bahan dasar alternatif dalam pembuatan kertas ramah lingkungan dengan
menggunakan katalisator Natrium Hidroksida (NaOH). Latar belakang dari penelitian ini adalah
meningkatnya kebutuhan kertas global yang mengakibatkan eksploitasi hutan secara besar-besaran
dan menimbulkan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan baku nonkayu yang terjangkau, mudah diperoleh, dan memiliki kandungan selulosa tinggi, seperti limbah
kulit kacang dan kentang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen
kuantitatif yang dilakukan di Laboratorium MAN 2 Kudus, mencakup proses preparasi sampel,
perebusan dengan larutan NaOH, pembentukan pulp, pencetakan, dan pengeringan menjadi
lembaran kertas. Penelitian dilakukan dalam tiga perlakuan dengan variasi perbandingan bahan
(P1: 1:1, P2: 2:3, P3: 3:7) dengan volume NaOH tetap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua
perlakuan dapat menghasilkan lembaran kertas, namun kualitasnya bervariasi. Perlakuan P1
menghasilkan kertas terbaik dengan warna cokelat muda, ketebalan sedang, kekuatan tarik tinggi,
dan daya serap air rendah, sedangkan P2 dan P3 menghasilkan kertas yang lebih tebal dan gelap
tetapi dengan kekuatan tarik yang menurun dan daya serap air yang meningkat. Hal ini
menunjukkan bahwa komposisi seimbang antara kulit kacang dan kulit kentang dengan perlakuan
kimia NaOH menghasilkan struktur serat yang lebih padat, fleksibel, dan homogen. Proses
delignifikasi menggunakan NaOH terbukti efektif dalam melarutkan lignin dan mempercepat
pemisahan serat selulosa, sehingga meningkatkan kualitas pulp dan hasil kertas. Penelitian ini
sejalan dengan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa metode chemical pulping
memberikan karakteristik kertas yang lebih baik dibanding metode mekanis atau semi-kimia.
Selain memiliki dampak positif terhadap pengurangan limbah organik dan pencemaran lingkungan,
inovasi ini juga mendukung ekonomi sirkular karena mampu mengubah limbah menjadi produk
bernilai guna yang aplikatif. Hasil ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan limbah rumah
tangga atau industri makanan skala kecil menjadi bahan baku alternatif yang murah dan berdaya
guna tinggi, serta membuka peluang bagi pengembangan usaha kecil dan menengah dalam
produksi kertas berbasis limbah. Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi
dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan, tetapi juga dapat menjadi referensi untuk
pengembangan kebijakan pengelolaan limbah yang berkelanjutan di masa depan. Disarankan agar
penelitian selanjutnya menggunakan alat ukur yang lebih akurat dan menjajaki kombinasi limbah
organik lainnya, serta pengembangan lebih lanjut dalam aspek pemutihan (bleaching) dan
peningkatan kualitas visual untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
kentang sebagai bahan dasar alternatif dalam pembuatan kertas ramah lingkungan dengan
menggunakan katalisator Natrium Hidroksida (NaOH). Latar belakang dari penelitian ini adalah
meningkatnya kebutuhan kertas global yang mengakibatkan eksploitasi hutan secara besar-besaran
dan menimbulkan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan baku nonkayu yang terjangkau, mudah diperoleh, dan memiliki kandungan selulosa tinggi, seperti limbah
kulit kacang dan kentang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen
kuantitatif yang dilakukan di Laboratorium MAN 2 Kudus, mencakup proses preparasi sampel,
perebusan dengan larutan NaOH, pembentukan pulp, pencetakan, dan pengeringan menjadi
lembaran kertas. Penelitian dilakukan dalam tiga perlakuan dengan variasi perbandingan bahan
(P1: 1:1, P2: 2:3, P3: 3:7) dengan volume NaOH tetap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua
perlakuan dapat menghasilkan lembaran kertas, namun kualitasnya bervariasi. Perlakuan P1
menghasilkan kertas terbaik dengan warna cokelat muda, ketebalan sedang, kekuatan tarik tinggi,
dan daya serap air rendah, sedangkan P2 dan P3 menghasilkan kertas yang lebih tebal dan gelap
tetapi dengan kekuatan tarik yang menurun dan daya serap air yang meningkat. Hal ini
menunjukkan bahwa komposisi seimbang antara kulit kacang dan kulit kentang dengan perlakuan
kimia NaOH menghasilkan struktur serat yang lebih padat, fleksibel, dan homogen. Proses
delignifikasi menggunakan NaOH terbukti efektif dalam melarutkan lignin dan mempercepat
pemisahan serat selulosa, sehingga meningkatkan kualitas pulp dan hasil kertas. Penelitian ini
sejalan dengan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa metode chemical pulping
memberikan karakteristik kertas yang lebih baik dibanding metode mekanis atau semi-kimia.
Selain memiliki dampak positif terhadap pengurangan limbah organik dan pencemaran lingkungan,
inovasi ini juga mendukung ekonomi sirkular karena mampu mengubah limbah menjadi produk
bernilai guna yang aplikatif. Hasil ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan limbah rumah
tangga atau industri makanan skala kecil menjadi bahan baku alternatif yang murah dan berdaya
guna tinggi, serta membuka peluang bagi pengembangan usaha kecil dan menengah dalam
produksi kertas berbasis limbah. Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi
dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan, tetapi juga dapat menjadi referensi untuk
pengembangan kebijakan pengelolaan limbah yang berkelanjutan di masa depan. Disarankan agar
penelitian selanjutnya menggunakan alat ukur yang lebih akurat dan menjajaki kombinasi limbah
organik lainnya, serta pengembangan lebih lanjut dalam aspek pemutihan (bleaching) dan
peningkatan kualitas visual untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.