Pengaplikasian Pewarna Merah Alami Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai Pewarna Alami pada Makanan Tradisional Bolu Kukus
Nama Anggota
: Salma Quintasya
Kelas
: 12.6
NIS
: 12263
Nama Ketua
: Raras Anindita Adi
Kelas
: 12.6
NIS
: 12261
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Lina Kurniawati, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
09-05-2025
Abstrak
:
Zat warna merupakan suatu zat aditif yang ditambahkan pada beberapa produk industri yang dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pewarna alami dan pewarna sintetis. Bahan pewarna alami didapatkan dari tumbuhan maupun hewan, sementara pewarna sintetis dibentuk dari pencampuran bahan-bahan kimia seperti asam sulfat dan asam nitrat yang seringkali terkontaminasi oleh logam berat sehingga bersifat racun. Apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang relatif lama, pewarna sintetis dapat bersifat karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antara pewarna sintetis dengan pewarna alami dari kayu secang (Caesalpinnia sappan L.). Pewarna merah sintetis dalam hal ini akan disubstitusi dengan pewarna merah alami yang terkandung pada kayu secang untuk menghasilkan makanan tradisional bolu kukus yang lebih sehat. Penelitian dilakukan dengan merebus kayu secang dengan berbagai takaran ke dalam air mendidih agar menghasilkan warna merah yang akan digunakan sebagai pewarna alami dalam pembuatan bolu kukus. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa formulasi III dengan komposisi kayu secang terbanyak yaitu 30 g memiliki warna yang lebih pekat dibandingkan dengan formulasi II 20 g dan formulasi I 10 g. Selain itu, bolu kukus formulasi III juga memiliki keunggulan dalam hal rasa, tekstur, dan juga aroma sehingga komposisi pewarna alami kayu secang berpengaruh dalam pembuatan bolu kukus.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.