Aplikasi Eco Enzyme dari Kulit Pisang sebagai Bahan Pembuatan Sabun Antiseptik
Nama Anggota
: Ro'is Irfan Mushoffa
Kelas
: 12.7
NIS
: 12296
Nama Ketua
: Ariza Aulya Al Dany
Kelas
: 12.7
NIS
: 12274
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Qomarul Hana Afriana, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
21-05-2025
Abstrak
:
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang sebagai bahan dasar
pembuatan sabun antiseptik berbasis eco-enzyme. Eco-enzyme merupakan larutan hasil fermentasi
limbah organik (kulit pisang), gula, dan air yang memiliki sifat antibakteri alami. Penelitian ini
menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, dimulai dari pembuatan eco?enzyme, formulasi sabun dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30%, hingga uji kualitas produk.
Hasil fermentasi menunjukkan bahwa larutan eco-enzyme berwarna coklat pekat dan beraroma
khas. Sabun antiseptik yang dihasilkan memiliki karakteristik fisik yang baik: bentuk padat, tekstur
halus, aroma lemon, dan warna yang bervariasi tergantung konsentrasi. Uji organoleptik
menunjukkan bahwa sabun dapat diterima secara visual dan sensorik oleh pengguna. Uji
pemakaian terhadap beberapa responden menunjukkan bahwa sabun tidak menimbulkan iritasi
atau efek samping, sehingga aman digunakan. Kesimpulannya, limbah kulit pisang berpotensi
sebagai bahan baku pembuatan sabun antiseptik ramah lingkungan yang efektif dan aman
digunakan sehari-hari.
Kata kunci: eco-enzyme, kulit pisang, sabun antiseptik, limbah organik, fermentasi
pembuatan sabun antiseptik berbasis eco-enzyme. Eco-enzyme merupakan larutan hasil fermentasi
limbah organik (kulit pisang), gula, dan air yang memiliki sifat antibakteri alami. Penelitian ini
menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, dimulai dari pembuatan eco?enzyme, formulasi sabun dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30%, hingga uji kualitas produk.
Hasil fermentasi menunjukkan bahwa larutan eco-enzyme berwarna coklat pekat dan beraroma
khas. Sabun antiseptik yang dihasilkan memiliki karakteristik fisik yang baik: bentuk padat, tekstur
halus, aroma lemon, dan warna yang bervariasi tergantung konsentrasi. Uji organoleptik
menunjukkan bahwa sabun dapat diterima secara visual dan sensorik oleh pengguna. Uji
pemakaian terhadap beberapa responden menunjukkan bahwa sabun tidak menimbulkan iritasi
atau efek samping, sehingga aman digunakan. Kesimpulannya, limbah kulit pisang berpotensi
sebagai bahan baku pembuatan sabun antiseptik ramah lingkungan yang efektif dan aman
digunakan sehari-hari.
Kata kunci: eco-enzyme, kulit pisang, sabun antiseptik, limbah organik, fermentasi
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.