Pemanfaatan Metil Eugenol pada Biji Selasih serta Ekstrak Kulit Nanas sebagai Insektisida Alami pada Lalat Buah (Ociumun Basilicum)
Nama Anggota
: Arsya Yuchyiihalyta
Kelas
: 12.7
NIS
: 0071114925
Nama Ketua
: Dwi Rismawati
Kelas
: 12.7
NIS
: 0072350032
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Naelatuz Zuhroh, S.Si
Tanggal Pengesahan
:
19-02-2025
Abstrak
:
Lalat buah (Bactrocera spp) merupakan hama utama pada tanaman hortikultura, termasuk jambu air (Syzygium aqueum), yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen secara signifikan. Kerusakan yang ditimbulkan oleh hama ini menjadi tantangan besar bagi petani, terutama dengan masih dominannya penggunaan pestisida kimia yang dapat merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan, atraktan nabati telah menjadi perhatian dalam upaya pengendalian hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas atraktan nabati, seperti ekstrak biji selasih dan kulit nanas, dan metil eugenol dalam perangkap lalat buah serta. Tahapan penelitian dimulai dengan menyiapkan bahan utama berupa kulit nanas dan biji selasih yang dibersihkan terlebih dahulu. Ekstrak kulit nanas diperoleh dengan memotong-motong kulit nanas, lalu memprosesnya hingga menghasilkan essence melalui penyaringan. Sementara itu, metil eugenol dibuat dengan cara menggiling biji selasih hingga halus, kemudian dimetilasi untuk menghasilkan senyawa aktif. Campuran atraktan ini dimasukkan ke dalam perangkap botol plastik bekas, yang kemudian dipasang pada tanaman jambu air dengan jarak tertentu. Formulasi atraktan yang digunakan terdiri atas tiga jenis, yaitu F1: Campuran 7 ml metil eugenol dan 3 ml ekstrak kulit nanas, F2: Campuran 5 ml metil eugenol dan 5 ml ekstrak kulit nanas, F3: Campuran 3 ml metil eugenol dan 7 ml ekstrak kulit nanas, dengan hasil F1: 56 ekor (tangkapan tertinggi), F2: 42 ekor, F3: 35 ekor. Penelitian ini dilakukan selama dua hari dengan pengamatan harian pada beberapa lokasi yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu optimal untuk menangkap lalat buah adalah pagi hari selama 20 menit, dengan jumlah tangkapan tertinggi mencapai 56 ekor. Formula atraktan paling efektif adalah F1, campuran 7 ml metil eugenol dan 3 ml ekstrak.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.