Pembuatan Cairan Anti Rayap Kayu Kering (Coptotermes sp.) Ramah Lingkungan dengan Memanfaatkan Akar Tuba (Derris elliptica) dan Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)
Nama Anggota
: Amalia Al Kamaliyatuzzakiyyah
Kelas
: 12.7
NIS
: 12271
Nama Ketua
: Nadza Zannuba Haidaroh
Kelas
: 12.7
NIS
: 12291
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Ardian Awaluddin,S.Pd.M.Si.
Tanggal Pengesahan
:
15-01-2025
Abstrak
:
Rayap merupakan serangga pemakan kayu yang hidup ditempat lembab. Rayap
sangat cepat berkembang biak hingga membentuk koloni, sehingga dengan mudah
merusak perabotan rumah yang terbuat dari kayu. Oleh karenanya, diperlukan
pengendalian rayap menggunakan pencampuran ekstrak akar tuba dan ekstrak daun
kumis kucing. Metode yang dilakukan menggunakan ekstraksi boiling, dengan cara
mengeringkan akar daun tuba dan daun kumis kucing Selanjutnya dihaluskan
sampai menjadi bubuk dan direbus selama 30 menit menggunakan pelarut air.
Pengujian cairan tergantung dari mortalitas rayap dan berat kayu sebagai sarang
rayap. Penambahan ekstrak akar tuba dan ekstrak kumis kucing memiliki
perbandingan pada setiap perlakuan. Perbandingan perlakuan ekstrak akar tuba :
ekstrak daun kumis kucing, pada perlakuan 1 adalah 50% : 50%, pada perlakuan 2
adalah 25% : 75%, pada perlakuan 3 adalah 75% : 25%. Hasil penelitian
menunjukkan ekstrak akar tuba dan ekstrak daun kumis kucing dapat digunakan
sebagi cairan anti rayap. Ekstrak akar tuba dan daun kumis kucing efektif
meningkatkan mortalitas rayap pada T1 dan T3 dengan persentase >20 %. Cairan
efektif digunakan pada konsentrasi akar tuba:daun kumis kucing = 50%: 50% dan
75%:25%. Aktivitas makan rayap menunjukkan penurunan pada
perlakuan T1 dan T3.
sangat cepat berkembang biak hingga membentuk koloni, sehingga dengan mudah
merusak perabotan rumah yang terbuat dari kayu. Oleh karenanya, diperlukan
pengendalian rayap menggunakan pencampuran ekstrak akar tuba dan ekstrak daun
kumis kucing. Metode yang dilakukan menggunakan ekstraksi boiling, dengan cara
mengeringkan akar daun tuba dan daun kumis kucing Selanjutnya dihaluskan
sampai menjadi bubuk dan direbus selama 30 menit menggunakan pelarut air.
Pengujian cairan tergantung dari mortalitas rayap dan berat kayu sebagai sarang
rayap. Penambahan ekstrak akar tuba dan ekstrak kumis kucing memiliki
perbandingan pada setiap perlakuan. Perbandingan perlakuan ekstrak akar tuba :
ekstrak daun kumis kucing, pada perlakuan 1 adalah 50% : 50%, pada perlakuan 2
adalah 25% : 75%, pada perlakuan 3 adalah 75% : 25%. Hasil penelitian
menunjukkan ekstrak akar tuba dan ekstrak daun kumis kucing dapat digunakan
sebagi cairan anti rayap. Ekstrak akar tuba dan daun kumis kucing efektif
meningkatkan mortalitas rayap pada T1 dan T3 dengan persentase >20 %. Cairan
efektif digunakan pada konsentrasi akar tuba:daun kumis kucing = 50%: 50% dan
75%:25%. Aktivitas makan rayap menunjukkan penurunan pada
perlakuan T1 dan T3.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.