Induksi Mutasi pada Kangkung Darat (Ipomoea reptans) Sebagai Strategi Ketahanan Pangan dalam Mendukung SDGs 2030
Nama Anggota
: Ghafara Reines Upasama
Kelas
: 12.7
NIS
: 12280
Nama Ketua
: Zahra Ahya Suhaila
Kelas
: 12.7
NIS
: 12301
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Ema Nur Hidayah, S.Pd.M.Sc.
Tanggal Pengesahan
:
07-05-2025
Abstrak
:
Abstrak
Keterbatasan sumber daya alam dan perubahan iklim menuntut inovasi pertanian
untuk mencapai ketahanan pangan berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development
Goals (SDGs) 2030 yaitu tentang penghapusan kelaparan dan peningkatan nutrisi. Penelitian
ini bertujuan mengetahui efektivitas induksi mutasi menggunakan Ethyl Methanesulfonate
(EMS) untuk meningkatkan produktivitas kangkung darat (Ipomoea reptans), sayuran
penting di Indonesia yang produktivitasnya belum optimal. Penelitian ini menggunakan
perendaman benih dalam berbagai konsentrasi EMS yaitu 0, 1, 2, dan 3 tetes selama 24 jam.
Parameter pertumbuhan seperti tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar diamati
selama dua minggu. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan EMS, terutama pada konsentrasi 2 tetes, secara signifikan meningkatkan panjang tanaman, memperbanyak jumlah daun, serta mempercepat pertumbuhan tanaman kangkung. Induksi mutasi menggunakan EMS terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas kangkung darat. Potensi dari penelitian ini
membuka jalan bagi pengembangan varietas kangkung unggul yang lebih produktif dan
adaptif, mendukung upaya ketahanan pangan nasional dan kontribusi terhadap pencapaian
target SDGs 2030.
Kata Kunci : EMS, Induksi Mutasi, Kangkung Darat, Mutasi, SDGs
Keterbatasan sumber daya alam dan perubahan iklim menuntut inovasi pertanian
untuk mencapai ketahanan pangan berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development
Goals (SDGs) 2030 yaitu tentang penghapusan kelaparan dan peningkatan nutrisi. Penelitian
ini bertujuan mengetahui efektivitas induksi mutasi menggunakan Ethyl Methanesulfonate
(EMS) untuk meningkatkan produktivitas kangkung darat (Ipomoea reptans), sayuran
penting di Indonesia yang produktivitasnya belum optimal. Penelitian ini menggunakan
perendaman benih dalam berbagai konsentrasi EMS yaitu 0, 1, 2, dan 3 tetes selama 24 jam.
Parameter pertumbuhan seperti tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar diamati
selama dua minggu. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan EMS, terutama pada konsentrasi 2 tetes, secara signifikan meningkatkan panjang tanaman, memperbanyak jumlah daun, serta mempercepat pertumbuhan tanaman kangkung. Induksi mutasi menggunakan EMS terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas kangkung darat. Potensi dari penelitian ini
membuka jalan bagi pengembangan varietas kangkung unggul yang lebih produktif dan
adaptif, mendukung upaya ketahanan pangan nasional dan kontribusi terhadap pencapaian
target SDGs 2030.
Kata Kunci : EMS, Induksi Mutasi, Kangkung Darat, Mutasi, SDGs
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.