Konsentrasi Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dalam Pembuatan Sabun Cuci Piring Terhadap Responden di Pondok Darul Barokah Alquds Kudus
Nama Anggota
: Firyal Naylatul Nabilah
Kelas
: 12.8
NIS
: 0065290567
Nama Ketua
: Alya Rahmawati
Kelas
: 12.8
NIS
: 0074281373
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Dra. Hj. Sri Murwati
Tanggal Pengesahan
:
14-05-2025
Abstrak
:
Sabun merupakan bahan yang berasal dari minyak alami atau lemak yang bereaksi dengan soda kaustik dalam prosesnya dikenal dengan proses penyabuan atau saponifikasi (Kusumayanti,dkk 2018). Sabun mempunyai fungsi utama yaitu sebagai zat pencuci karena mengandung surfaktan. Kandungan surfaktan yang menjadi bahan pembersih merupakan molekul yang terdiri dari gugus polar yang suka air (hidrofolik) dan gugus non polar yang suka lemak/minyak (lipofilik) sehingga dapat menyatukan campuran yang mengandung air dan minyak untuk dapat dihilangkan dengan air (Sumanto,2016). Jeruk nipis merupakan buahbuahan yang banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia. Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kimia yang bermanfaat, seperti asam sitrat, asam amino, minyak atsiri, damar, glikosida, asam sitrun, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang, vitamin B1 dan C (Sherli,2015). Minyak atsiri yang terkandung dalam jeruk nipis mempunyai funngsi sebagai antibakteri, salah satu kandungan minyak atsiri yang mempunyai peran palig penting dalam menghambat pertumbuhan bakteri ialah flavonoid (Sudirman, A. T, 2014). Jeruk Nipis dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan sabun cair cuci piring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi jeruk nipis sebagai tambahan aroma yang disukai oleh konsumen santri di Pondok Darul Barokah Alquds di Prambatan Kudus.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.