CAC SPRAY: Pemanfaatan Minyak Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dan Cuka Apel Sebagai Herbisida Alami Terhadap Pertumbuhan Gulma Rumput Teki (Cyperus Rotundus L.)
Nama Anggota
: Anisa Mu'taz
Kelas
: 12.8
NIS
: 12311
Nama Ketua
: Firdania Khujjatul Khaya
Kelas
: 12.8
NIS
: 12316
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Ardian Awaluddin,S.Pd.M.Si.
Tanggal Pengesahan
:
09-05-2025
Abstrak
:
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak minyak cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dan cuka apel (Malus sylvestris) sebagai bioherbisida dalam menghambat pertumbuhan gulma rumput teki (Cyperus rotundus L.). Gulma ini dikenal sebagai salah satu pengganggu utama dalam pertanian yang dapat menurunkan hasil dan kualitas produksi. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Darul Barokah Al-Quds pada bulan Januari hingga April 2025, dengan menggunakan dua formulasi herbisida alami, yaitu perbandingan 1:1 dan 1:3 antara minyak cengkeh dan cuka apel. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa formulasi 1:1 memiliki efektivitas yang lebih tinggi, mencapai 85% dalam mengendalikan pertumbuhan rumput teki, dibandingkan dengan formulasi 1:3 yang hanya mencapai 70%. Mekanisme kerja dari kedua bahan ini melibatkan kerusakan membran sel tanaman gulma oleh senyawa aktif dalam minyak cengkeh dan pengeringan jaringan daun oleh asam asetat dalam cuka apel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan herbisida alami ini merupakan alternatif yang ramah lingkungan dibandingkan dengan herbisida kimia, yang dapat meninggalkan residu berbahaya. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi bagi petani untuk mengadopsi metode pengendalian gulma yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kata kunci: bioherbisida, cuka apel, minyak cengkeh, pengendalian gulma, rumput teki.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak minyak cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dan cuka apel (Malus sylvestris) sebagai bioherbisida dalam menghambat pertumbuhan gulma rumput teki (Cyperus rotundus L.). Gulma ini dikenal sebagai salah satu pengganggu utama dalam pertanian yang dapat menurunkan hasil dan kualitas produksi. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Darul Barokah Al-Quds pada bulan Januari hingga April 2025, dengan menggunakan dua formulasi herbisida alami, yaitu perbandingan 1:1 dan 1:3 antara minyak cengkeh dan cuka apel. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa formulasi 1:1 memiliki efektivitas yang lebih tinggi, mencapai 85% dalam mengendalikan pertumbuhan rumput teki, dibandingkan dengan formulasi 1:3 yang hanya mencapai 70%. Mekanisme kerja dari kedua bahan ini melibatkan kerusakan membran sel tanaman gulma oleh senyawa aktif dalam minyak cengkeh dan pengeringan jaringan daun oleh asam asetat dalam cuka apel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan herbisida alami ini merupakan alternatif yang ramah lingkungan dibandingkan dengan herbisida kimia, yang dapat meninggalkan residu berbahaya. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi bagi petani untuk mengadopsi metode pengendalian gulma yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kata kunci: bioherbisida, cuka apel, minyak cengkeh, pengendalian gulma, rumput teki.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.