Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Kombinasi Minyak Hidrosil Biji Pala (Myristica fragrans) dan Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) untuk Meredakan Insomnia
Nama Anggota
: Edla elva faretta ardine
Kelas
: 12.8
NIS
: 00545006779
Nama Ketua
: Kharisa Aulia Putri
Kelas
: 12.8
NIS
: 0077469717
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Naelatuz Zuhroh, S.Si
Tanggal Pengesahan
:
09-05-2025
Abstrak
:
Insomnia merupakan gangguan tidur yang banyak dialami oleh masyarakat, khususnya remaja dan mahasiswa. Aromaterapi menjadi salah satu alternatif terapi non-farmakologis yang semakin populer karena efek relaksasinya yang dapat meredakan stres dan meningkatkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kombinasi minyak atsiri biji pala (Myristica fragrans), dan kayu manis (Cinnamomum burmannii), dalam pembuatan lilin aromaterapi sebagai relaksasi dan penghantar tidur. Indonesia dikenal sebagai penghasil berbagai jenis tanaman penghasil minyak atsiri, termasuk pala dan kayu manis yang memiliki kandungan senyawa volatil seperti myristicin, safrole, sinamaldehid, dan eugenol dengan efek farmakologis yang menenangkan. Metode yang digunakan dalam pembuatan lilin aromaterapi ini melibatkan ekstraksi minyak atsiri melalui proses distilasi serta formulasi lilin dengan perbandingan minyak hydrosol biji pala: minyak asiri kayu manis F1( 10 : 0 ), F2 ( 0 : 10 ), F3( 5 : 5 ) ,F4( 7,5 : 2,5 ) dan F5( 2,5 :7,5 ). Selain itu, dilakukan pula pengujian hedonik dan organoleptik terhadap aroma, warna, dan tekstur lilin oleh panelis untuk menilai tingkat penerimaan produk. Hasil pengujian menunjukkan bahwa warna lilin semakin coklat apabila semakin banyak kayu manis yang ditambahkan, seluruh lilin menghasilkan aroma yang sama yaitu aroma lilin. Waktu bakar terbaik dihasilkan oleh F5 yaitu 168,41 menit. Hasil rata-rata uji organoleptik pada penelitian ini,warna yang paling disukai yaitu formula 1 sebesar 4,4 dan aroma yang disukai yaitu formula 3 sebesar 4,0.bahwa kombinasi minyak atsiri yang digunakan disukai oleh sebagian besar panelis, dengan nilai hedonik tertinggi pada aroma dan warna lilin. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan produk lilin aromaterapi yang tidak hanya efektif dalam mengatasi gangguan tidur, tetapi juga memiliki nilai jual dan potensi pengembangandalam industri
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.