Detektor Tingkat Kematangan Buah Alpukat (Persea americana) Berbasis Sensor TCS3200 sebagai Upaya Peningkatan Buah
Nama Anggota
: Muhammad Daniel Haq
Kelas
: 12.8
NIS
: 12328
Nama Ketua
: M Tafta Ahsin Millana
Kelas
: 12.8
NIS
: 12324
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Muhammad Najih Irfani, ST
Tanggal Pengesahan
:
11-06-2025
Abstrak
:
Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji alat detektor tingkat kematangan buah alpukat (Persea americana) berbasis sensor warna TCS3200 guna meningkatkan kualitas hasil panen serta mempermudah proses sortasi dan konsumsi buah. Alpukat merupakan salah satu buah tropis yang sangat populer di Indonesia karena kandungan nutrisinya yang tinggi, termasuk lemak tak jenuh, serat, vitamin, dan mineral. Namun, buah ini termasuk jenis buah klimaterik yang biasanya dipanen dalam kondisi mentah dan akan matang beberapa hari kemudian. Hal ini menimbulkan tantangan tersendiri bagi petani, pedagang, dan konsumen untuk menentukan waktu panen dan konsumsi yang tepat. Kesulitan dalam menentukan tingkat kematangan hanya dengan mengandalkan penilaian visual menyebabkan tingginya potensi pembusukan dan limbah makanan, terutama di tingkat konsumen rumah tangga.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini mengembangkan suatu alat yang mampu mendeteksi tingkat kematangan buah alpukat secara non-destruktif berdasarkan analisis warna kulitnya. Sensor TCS3200 digunakan sebagai komponen utama yang berfungsi membaca nilai RGB (Red, Green, Blue) dari kulit buah, dan hasilnya dianalisis menggunakan mikrokontroler Arduino nano. Sistem ini kemudian dikalibrasi dengan data RGB dari tiga kategori kematangan alpukat: belum matang, setengah matang, dan matang. Proses kalibrasi dilakukan dengan menggunakan buah alpukat sebagai sampel referensi dari masing-masing kategori, dan pembacaan dilakukan dalam kondisi pencahayaan yang dikontrol menggunakan lampu LED putih 10W agar pembacaan sensor tetap konsisten.
Secara keseluruhan, alat ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi buah alpukat, mengurangi potensi kerugian akibat buah busuk, serta membantu konsumen dalam memilih buah yang sesuai kebutuhan. Kedepannya, pengujian terhadap lebih banyak sampel dan berbagai varietas alpukat perlu dilakukan guna memperkuat validitas sistem klasifikasi. Penambahan fitur seperti koneksi Bluetooth, Wi-Fi, serta integrasi database RGB untuk berbagai varietas alpukat juga menjadi potensi pengembangan. Penelitian ini telah membuktikan bahwa teknologi sederhana namun tepat guna seperti TCS3200 bisa menjadi solusi nyata bagi masalah pertanian dan distribusi pangan di Indonesia. Oleh karena itu, implementasi alat ini dalam skala lebih luas, seperti di pasar buah, koperasi tani, atau bahkan rumah tangga, akan sangat berguna untuk mendukung ketahanan pangan dan efisiensi konsumsi masyarakat.
Kata Kunci : buah alpukat, sensor warna TCS3200, RGB, Arduino nano, ketahanan pangan?
Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini mengembangkan suatu alat yang mampu mendeteksi tingkat kematangan buah alpukat secara non-destruktif berdasarkan analisis warna kulitnya. Sensor TCS3200 digunakan sebagai komponen utama yang berfungsi membaca nilai RGB (Red, Green, Blue) dari kulit buah, dan hasilnya dianalisis menggunakan mikrokontroler Arduino nano. Sistem ini kemudian dikalibrasi dengan data RGB dari tiga kategori kematangan alpukat: belum matang, setengah matang, dan matang. Proses kalibrasi dilakukan dengan menggunakan buah alpukat sebagai sampel referensi dari masing-masing kategori, dan pembacaan dilakukan dalam kondisi pencahayaan yang dikontrol menggunakan lampu LED putih 10W agar pembacaan sensor tetap konsisten.
Secara keseluruhan, alat ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi buah alpukat, mengurangi potensi kerugian akibat buah busuk, serta membantu konsumen dalam memilih buah yang sesuai kebutuhan. Kedepannya, pengujian terhadap lebih banyak sampel dan berbagai varietas alpukat perlu dilakukan guna memperkuat validitas sistem klasifikasi. Penambahan fitur seperti koneksi Bluetooth, Wi-Fi, serta integrasi database RGB untuk berbagai varietas alpukat juga menjadi potensi pengembangan. Penelitian ini telah membuktikan bahwa teknologi sederhana namun tepat guna seperti TCS3200 bisa menjadi solusi nyata bagi masalah pertanian dan distribusi pangan di Indonesia. Oleh karena itu, implementasi alat ini dalam skala lebih luas, seperti di pasar buah, koperasi tani, atau bahkan rumah tangga, akan sangat berguna untuk mendukung ketahanan pangan dan efisiensi konsumsi masyarakat.
Kata Kunci : buah alpukat, sensor warna TCS3200, RGB, Arduino nano, ketahanan pangan?
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.