INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DENGAN ANAK AUTISME DI DESA PURWOSARI DUKUH SEKARAN DAN DUKUH GANESHA KUDUS
Nama Anggota
: Keysha Nawa Amira
Kelas
: 12.9
NIS
: 12364
Nama Ketua
: Devi Ainun Ni'mah
Kelas
: 12.9
NIS
: 12351
Kategori
: Sosial
Pembimbing
: Hikmatul Ulya, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
14-05-2025
Abstrak
:
ABSTRAK
Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. Gejalanya muncul sejak dini dan disebabkan oleh faktor genetik, cacat otak, serta komplikasi saat kehamilan atau persalinan. Dukungan orang tua dan pemahaman masyarakat sangat penting untuk membantu anak autis tumbuh optimal dan diterima di lingkungan sosial.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dilakukan di Desa Purwosari, Dukuh Sekaran dan Dukuh ganesha Kudus. Peneliti berperan sebagai instrumen utama untuk menggali makna pengalaman subyektif secara mendalam dalam setting alami, dengan data yang bersifat deskriptif dan dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa R dan A anak autisme memiliki kemampuan mandiri yang bervariasi, respon terhadap komunikasi orang tua cukup baik, namun sering mengalami tantrum. Dukungan orang tua berupa terapi dan pendidikan di SLB. Masyarakat kurang menerima karena stigma, meski hubungan tetap dijaga. Anak juga tertarik pada mainan dan gadget, namun dapat menimbulkan perilaku tidak nyaman.Kesimpulan menunjukkan bahwa interaksi sosial terhadap anak autisme bergantung pada pemahaman masyarakat. Dukungan orang tua melalui terapi dan pendidikan sangat penting, sementara masyarakat perlu meningkatkan pemahaman agar lebih menerima. Masih ada stigma, namun edukasi dan komunikasi yang baik dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung bagi anak autisme.
Kata kunci: autisme, interaksi social, masyarakat sekitar
Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. Gejalanya muncul sejak dini dan disebabkan oleh faktor genetik, cacat otak, serta komplikasi saat kehamilan atau persalinan. Dukungan orang tua dan pemahaman masyarakat sangat penting untuk membantu anak autis tumbuh optimal dan diterima di lingkungan sosial.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dilakukan di Desa Purwosari, Dukuh Sekaran dan Dukuh ganesha Kudus. Peneliti berperan sebagai instrumen utama untuk menggali makna pengalaman subyektif secara mendalam dalam setting alami, dengan data yang bersifat deskriptif dan dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa R dan A anak autisme memiliki kemampuan mandiri yang bervariasi, respon terhadap komunikasi orang tua cukup baik, namun sering mengalami tantrum. Dukungan orang tua berupa terapi dan pendidikan di SLB. Masyarakat kurang menerima karena stigma, meski hubungan tetap dijaga. Anak juga tertarik pada mainan dan gadget, namun dapat menimbulkan perilaku tidak nyaman.Kesimpulan menunjukkan bahwa interaksi sosial terhadap anak autisme bergantung pada pemahaman masyarakat. Dukungan orang tua melalui terapi dan pendidikan sangat penting, sementara masyarakat perlu meningkatkan pemahaman agar lebih menerima. Masih ada stigma, namun edukasi dan komunikasi yang baik dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung bagi anak autisme.
Kata kunci: autisme, interaksi social, masyarakat sekitar
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.