Fenomena Ghosob Santri Putra di Pondok Pesantren Yasin
Nama Anggota
: Iqbal Dimas Pramono
Kelas
: 12.9
NIS
: 12359
Nama Ketua
: Kafa Burhanudin Rustanto
Kelas
: 12.9
NIS
: 12362
Kategori
: Sosial
Pembimbing
: Drs. H. Lahmudin
Tanggal Pengesahan
:
24-02-2025
Abstrak
:
Fenomena Ghosob Santri Putra di Pondok Pesantren Yasin.
Ghosob adalah tindakan menggunakan atau mengambil barang milik orang lain tanpa izin, yang dalam Islam dikategorikan sebagai perbuatan yang tidak diperbolehkan. Namun, di Pondok Pesantren Yasin, perilaku ini telah menjadi budaya yang umum di kalangan santri putra. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab munculnya fenomena ghosob serta mencari solusi untuk meminimalisirnya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap santri, pengurus pondok, serta pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang menyebabkan ghosob di pesantren adalah kebiasaan yang telah mengakar, ikatan kekeluargaan antar santri yang erat, serta minimnya pengawasan dan sanksi yang tegas. Selain itu, faktor individu seperti rasa malas untuk meminta izin dan terburu-buru dalam situasi tertentu juga menjadi pemicu utama.
Untuk mengatasi fenomena ini, diperlukan langkah-langkah strategis seperti penguatan pendidikan akhlak, peningkatan pengawasan dan penegakan aturan, serta pembiasaan santri untuk meminta izin sebelum menggunakan barang milik orang lain. Penerapan sistem penyimpanan barang yang lebih tertata dan pengadaan apel sore sebagai evaluasi perilaku santri juga menjadi solusi efektif dalam mengurangi budaya ghosob di pesantren.
Ghosob adalah tindakan menggunakan atau mengambil barang milik orang lain tanpa izin, yang dalam Islam dikategorikan sebagai perbuatan yang tidak diperbolehkan. Namun, di Pondok Pesantren Yasin, perilaku ini telah menjadi budaya yang umum di kalangan santri putra. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab munculnya fenomena ghosob serta mencari solusi untuk meminimalisirnya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap santri, pengurus pondok, serta pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang menyebabkan ghosob di pesantren adalah kebiasaan yang telah mengakar, ikatan kekeluargaan antar santri yang erat, serta minimnya pengawasan dan sanksi yang tegas. Selain itu, faktor individu seperti rasa malas untuk meminta izin dan terburu-buru dalam situasi tertentu juga menjadi pemicu utama.
Untuk mengatasi fenomena ini, diperlukan langkah-langkah strategis seperti penguatan pendidikan akhlak, peningkatan pengawasan dan penegakan aturan, serta pembiasaan santri untuk meminta izin sebelum menggunakan barang milik orang lain. Penerapan sistem penyimpanan barang yang lebih tertata dan pengadaan apel sore sebagai evaluasi perilaku santri juga menjadi solusi efektif dalam mengurangi budaya ghosob di pesantren.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.