1196 Hasil Pencarian
Strategi : Analisis Pola Manajemen Tanggung Jawab ( Studi kasus : Anak sulung sebagai Tumpuan Harapan Keluarga)
Penulis: Wahyu Nur Jayanti, Nasywa Aurella Azzahra
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya harapan dan tekanan yang ditujukan lebih besar bagi anak sulung dibandingkan anak tengah maupun bungsu, pengalaman anak sulung terkait harapan orang tua yang memberikan dampak positif maupun dampak negatif, serta penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya mengenai strategi koping pada anak sulung, membuat peneliti tertarik untuk mengungkapkan lebih detail tentang bagaimana sebenarnya pengalaman anak sulung terhadap harapan orang tua dan bagaimana strategi yang mereka lakukan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang mampu mendeskripsikan serta memahami gambaran pengalaman anak sulung terhadap harapan orang tua dan strategi koping. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pengalaman anak sulung berhubungan dengan harapan orang tua dan bagaimana strategi anak sulung bertindak sesuai dalam mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan dari harapan orang tua. Untuk memperoleh data, penelitian ini menggunakan metode wawancara sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan beberapa anak memiliki rencana dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai anak sulung, namun beberapa yang lain memilih untuk lebih menuruti rencana orang tua. Anak sulung lebih memilih untuk menunjukkan aksi langsung yang terbaik alih-alih berpasrah. Mereka mengatakan bila tanggung jawab mereka sebagai anak sulung adalah kewajiban yang tidak bisa ditolak. Kata kunci: Anak sulung, tanggung jawab, strategi koping, harapan
KULIT PUTIH : STANDAR KECANTIKAN ATAU PERSPEKTIF BUDAYA DAN PERUBAHAN SOSIAL
Penulis: Naila Salma, Nabila Najwa Labibah
Nabila Najwa dan Naila Salma. 2024. Sebagai remaja perempuan dan sedang dalam proses pendewasaan menimbulkan kekhawatiran bagi siswi-siswi akan isu yang berkaitan dengan beauty privilage atau disebut dengan perspektif cantik dalam masyarakat dengan salah satu penyebabnya adalah ketidakpuasan diri dan usaha untuk memenuhi standar yang ditetapkan masyarakat. Munculnya beauty privilage membawa konsekuensi terciptanya krisis mental dan jati diri yang dapat mengganggu lingkungan pembelajaran. Belakangan ini, isu tersebut menjadi sedemikian penting karena dampak yang ditimbulkan oleh standar cantik cukup mempengaruhi siswi dalam hal pemikiran dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis faktor dominan yang mempengaruhi pola pikir dan dampak yang timbul dengan adanya standar cantik dalam masyarakat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif yang menggunakan siswi MAN 2 Kudus sebagai objek data penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswi MAN 2 Kudus merasakan dampak yang nyata akan ada pbeauty privilage atau perbedaan perilaku terhadap seseorang dalam masyarakat . Sebagian besar siswi MAN 2 Kudus menetapkan standar berkulit putih dan tinggi sebagai definisi cantik. Namun, tak sedikit juga siswi yang mengartikan cantik dengan sifat terpuji yang dilakukan setiap hari. Kata Kunci : Beauty Privilage, Standardisasi, Perspektif, Perilaku, Pemikiran
PANDANGAN JUAL BELI GULA PODEN KEPADA TETANGGA SESUAI ETIKA BISNIS DALAM ISLAM DI MASYARAKAT DESA DAREN RT 02/RW 05 KECAMATAN NALUMSARI KABUPATEN JEPARA
Penulis: Syafira Azizah Huwaida, Aziza
Dalam pelaksanaan jual beli, hal yang paling penting diperhatikan ialah mencari barang yang halal dan dengan jalan yang halal pula. Artinya dengan cara yang sejujur-jujurnya. Bersih dari segala sifat seperti penipuan,riba, dan lain-lain. Sehingga dalam penerapan prinsip syariah dapat menjamin kepercayaan daripada konsumen.Penerapan prinsip-prinsip syariah memang terkadang suka dijadikan bahan yang kurang elegan bagi setiap para pengusaha ini di karenakan prinsip syariah yang dianjurkan harus sesuai dengan tiga konsep dasar berupa keimanan kepada Allah (tauhid),kepemimpinan (khilafah), dan keadilan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, penelitian ini dibuat dengan maksud untuk menjelaskan kejadian yang dialami oleh subjek penelitian melalui angket yang dibagikan. Peneliti juga akan menggunakan catatan observasi berupa observasi lapangan dan sumber lain. Peneliti akan mengumpulkan data mengunakan metode metode angket yang menghasilkan data dari tabel yang sudah dibuat berdasarkan hasil angket. Dari penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa lebih banyak masyarakat yang sudah terbiasa dalam proses jual beli gula poden,beberapa masyarakat juga mengakui pernah melakukan transaksi jual beli gula poden, baik hanya membeli ataupun menjual. Semua masyarakat menggangap bahwa jual beli gula poden menguntungkan. Namun mereka tidak mengetahui tentang hukum jual beli gula poden. Usai disimpulkan dalam kesimpulan diatas, maka saran yang ingin peneliti sampaikan adalah pengetahuan masyarakat tentang hukum dan sah tidak sahnya jual beli gula poden, masyarakat perlu mengetahui bahwa tidak semua jual beli bersifat halal. Meskipun jual beli dianggap mengutungkan, masyarakat perlu lebih berhati hati dalam proses jual beli agar terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan. Kata kunci: jual beli,gula poden,masyarakat
Santri Ndalem : Kesempurnaan diri melalui pengabdian di pondok pesantren yasin dan raudlatul ulum
Penulis: Berliana Zahara Qonita, Amalia Safira
Penelitian ini hendak melihat proses sosial santri ndalem sebagai upaya untuk “ngalap berkah” yakni mendapatkan berkah kiyai atau bu Nyai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Dari penelitian yang telah dilakukan dihasilkan bahwa menjadi santri ndalem adalah sebuah pilihan yang dilakukan santri sebagai upaya ngalap berkah. Bagi santri berkah kiai sangatlah berharga untuk hidupnya, oleh sebab itu santri harus berupaya mendapatkannya. Ada kebahagiaan yang didapatkan para santri saat menjadi santri ndalem. Hal itu bukan hanya yang bersifat materi namun ruhani. Sekalipun terkadang ada juga rasa kecewa saat harus mengesampingkan kepentingan pribadinya, namun kebahagiaan dapat berkhidmat kepada keluarga ndalem adalah keberkahan yang luar biasa.
Tradisi Belum Tentu Basi: Integrasi Nilai Hidup Perempuan Titisan Sang Ratu
Penulis: Fina Afiyah Kirana, Alfiatuzzahra
Di era globalisasi saat ini perkembangan teknologi di Indonesia semakin canggih, kemudahan akses informasi ikut serta membawa perubahan terhadap kebudayaan Nusantara. Dengan mudah mereka menyaksikan konten konten yang berkaitan dengan tradisi dan budaya luar. Mulailah muncul anggapan basi dan kuno dalam persepsi mereka terhadap kebudayaan Nusantara yang sangat kental akan nilai tradisionalnya. Penelitian ini memfokuskan pada tradisi baratan sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai hidup yang diwariskan dari sang ratu dan cara masyarakat Jepara menjaga tradisi baratan. Hasil dari penelitian ini menyampaikan bahwa Nilai-nilai hidup yang diwariskan dari sang ratu adalah kejujuran, keberanian, dan kebijaksanaan merupakan landasan utama yang dapat membimbing seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, menjaga tradisi Baratan perlu menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman. Kata Kunci: tradisi baratan, Ratu Kalinyamat
Sarang Burung Sepi : Analisis Rasa Takut Orang Tua Pasca Anaknya Menikah
Penulis: Aulia Yasmin, Airinna Augustin Kurniawan
Pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan tetapi juga menyatukan dua pemikiran yang berbeda. Pasangan yang belum mateng (siap fisik dan mental), sering sekali mengalami masalah dalam hubungan pernikahannya.Sehingga banyak pasangan yang lebih memilih tinggal dengan orang tua salah satu pihak, dan akhirnya banyak juga hubungan antara menantu dan mertua yang kurang baik, dan akhirnya mengganggu keharmonisan keluarga, dari tidak keharmonisan keluarga tersebut banyak sekali terjadi kasus perceraian karena banyak perselisihan antara menantu dan mertua yang tidak sesuai dengan aturan aturan yang berlaku, Di sisi lain, orang tua yang Tetapi alasan lain tentunya karna tidak ingin terpisah jauh dengan anaknya, orang tua pasti memiliki keinginan untuk menghabiskan masa lanjut usia nya bersama dengan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didukung oleh data-data yang diperoleh melalui wawancara, pengamatan dan studi pustaka.Bentuk penelitian ini yaitu deskriptif analitis yang dilakukan untuk mengetahui gambaran dari suatu keadaan, dengan cara mendeskripsikannya sedetail mungkin berdasarkan fakta yang ada.
STUDI KASUS MUHAMMAD AKBARUL FALAH DALAM KEBERHASILAN PROGRAM TAHFIDZ AL-QUR’AN DI PONDOK YASIN KUDUS SISWA KEAGAMAAN TAHUN 2021/2022
Penulis: Muhammad yahdinarohman (22), Wisam Muwaffaq Rahid
Program Tahfidz memiliki peran penting dalam membentuk generasi Muslim yang berilmu dan berakhlak mulia. Pondok Yasin sebagai salah satu Pondok pesantren memiliki tugas yang sama. Namun, meskipun program ini sangat penting, banyak Pondok yang mengalami kesulitan dalam menjalankan program ini dengan baik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program Tahfidz di Pondok Yasin, seperti metode pembelajaran, kualitas guru, motivasi siswa, dan fasilitas pendukung. Hasil dari studi ini diharapkan dapat memberikan informasi berguna bagi pengelola Pondok Yasin dalam meningkatkan keberhasilan program Tahfidz. Abstrak ini menjelaskan bahwa studi ini fokus pada analisis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program Tahfidz di Pondok Yasin. Studi ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dialami oleh Pondok Yasin dan menjadi referensi bagi pengelola Pondok pesantren lain
Pengaruh Era Globalisasi Terhadap Cara Berpakaian Santri Gen Z Ponpes Yasin Sunggingan, Kudus
Penulis: Sukma Ayu Zahratul Faizah, Rizqa Mazidatul Husna
Latar belakang dalam masalah ini disebabkan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan mengubah pola perilaku konsumsi masyarakat. Globalisasi merupakan sebuah konsep kebudayaan yang menjadi wacana sentral dalam disiplin ilmu-ilmu social saat ini. Keadaan dunia saat ini tentunya berbeda dengan keadaan terdahulu. Perubahan dari adanya globalisasi juga terjadi terhadap cara berpakaian santri. Peneliti menggunakan metode penelitian lapangan yaitu dengan cara turun langsung ke lokasi penelitian.teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Rumusan masalah yang digunakan peneliti diantaranya adalah cara berpakaian santri gen z ponpes yasin Sunggingan Kudus di era globalisasi. Apa saja dampak dari era globalisasi dalam hal gaya berpakaian bagi santri ponpes yasin Sunggingan Kudus, bagaimana cara mengontrol diri dalam menghadapi tantangan di era globalisasi dalam hal berpakaian, apakah ketika berada diluar lingkungan ponpes cara berpakaian santri ponpes yasin berubah, dan bagaimana cara pandang santri ponpes santri yasin terhadap cara berpakaian di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berupa wawancara yang dilakukan secara langsung. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh di lapangan dapat disimpulkan bahwa pengruh era globalisasi terhadap cara berpakaian santri gen z ponpes yasin sunggingan kudus, bahwa santri ponpes yasin tetap mengikuti perkembangan zaman namun tetap mengerti situasi dan kondisi. namun cara berpakaian santri ponpes yasin cenderung berbeda Ketika berada di Kawasan pesantren dan diluar lingkungan pesantren. Kata kunci : Era Globalisasi, gen z, cara berpakaian, santri, PonPes Yasin
Internalisasi Nilai-nilai Spiritualitas dengan Kegiatan Mujahadah pada Siswa Program Keagamaan MAN 2 Kudus
Penulis: Shoma Fudhla Fashih, Muhamad Irham Darojat
Internalisasi adalah upaya menghayati dan mendalami nilai agar nilai tersebut tertanam dalam diri setiap manusia. Jadi, internalisasi merupakan upaya kearah pertumbuhan batiniah atau rohaniah seseorang. Spiritualitas adalah selalu berperilaku sesuai dengan nilai-nilai islam dalam hidupnya dan mampu untuk menempatkan dirinya dalam kebermaknaan diri. Manusia membutuhkan spiritualitas untuk mengembalikan dan mempertahankan keyakinan, mendekatkan diri kepada Allah, serta mencapai kehidupan yang lebih bermakna. Seiring dengan kebutuhan spiritualitas seseorang, Islam memiliki beberapa bentuk ritual keagamaan, salah satunya dengan kegiatan Mujahadah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kegiatan mujahadah yang dilakukan oleh siswa kelas keagamaan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT dan untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai spiritualitas yang didapatkan oleh siswa kelas keagamaan setelah mengikuti kegiatan mujahadah. Sampel yang diambil dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling, dimana metode ini memberikan peluang yang sama kepada populasi (siswa) untuk dipilih menjadi sampel yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan umur, kelas, dan jenjang populasi tersebut. Dengan populasi yang berjumlah 90 siswa itu, maka sampel yang sudah diambil sebanyak 46 siswa, dan dengan dipilih secara acak, maka telah didapatkan sebanyak 5 siswa yang akan dijadikan sebagai responden untuk memeroleh data yang relevan. Hal ini dikarenakan, 5 responden tersebut dianggap mampu untuk mewakili dari jumlah keseluruhan populasi yang ada, dan diantara ke-5 respondennya ini memiliki peran masing-masing di MAN 2 Kudus yaitu, sebagai ketua program keagamaan, juru bicara program keagamaan, dewan pengawas program keagamaan, pengurus harian program keagamaan, dan kabid hubungan masyarakat program keagamaan. Kemudian teknik dan alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara secara mendalam (In dept Interview), terhadap sampel yang telah diambil dari populasi keseluruhan siswa program keagamaan MAN 2 Kudus yang melakukan kegiatan mujahadah. Data dari temuan hasil dan pembahasan dalam penelitian ini adalah kegiatan mujahadah dilaksanakan ketika menjelang penilaian madrasah, khususnya bagi kelas program keagamaan yang sebelumnya telah melakukan kegiatan ini. Dari hal ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatan mujahadah ini dilakukan untuk meningkatakan keimanan dan ketaqwaan mereka kepada Allah SWT serta supaya mereka dapat memeroleh ketenangan jiwa dan hati yang bersih. Kata Kunci : Internalisasi, Mujahadah, Nilai-nilai Spiritualitas, dan Program Keagamaan.
Pandangan Ahlussunnah Wal Jamaah Tentang Menggambar atau Memajang Foto Tokoh Penting atau Ulama
Penulis: Wafda Azizy Nur Ali, Muchammad Ziyad Athoillah
Muchammad Ziyad Athoillah,Wafda Azizy Nur Ali, 2023, Pandangan Ahlussunnah Wal Jamaah Tentang Menggambar atau Memajang Foto Tokoh Penting atau Ulama , Madrasah Aliyah Negeri 2 Kudus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pandangan ahlusunnah wal jamaah tentang menggambar atau memajang foto tokoh penting dan ulama terdahulu. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisi deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan purposive sampling. Hasilnya adalah menurut ahlusunnah wal jamaah , menggambar atau memajang foto adalah dianggap sebagai bentuk penghormatan dan pengagungan terhadap mereka. Namun, ada juga yang menganggap pemajangan foto tokoh penting atau ulama tersebut sebagai bentuk bid'ah (perbuatan baru dalam agama) atau bahkan haram (dilarang dalam agama).