1196 Hasil Pencarian
penerapan ilmu tajwid metode qiro'ati untuk membaca al-qur'an di tpq mafatihul ulum al-mathhar
Penulis: fazada naila khoirin, Melly Wulan Sari
Bagi umat Islam membaca Al-Qur’an itu sangat penting karena Al-Qur’an merupakan petunjuk kehidupan, didalam Al-Qur’an ada pesan untuk seluruh umat manusia. Namun dalam kenyataannya di kehidupan masyarakat masih banyak ditemui kesulitan dalam membaca Al-Qur’an secara baik dan benar. Bahkan masih banyak yang buta huruf Al-Qur’an. Hal ini dikarenakan belum menemukan metode yang cepat dan mudah untuk membaca Al-Qur’an sehingga malas untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis ilmu tajwid melalui metode qiro’ati, mendeskripsikan dan menganalisis membaca Al-Qur’an, dan mendeskripsikan serta menganalisis ilmu tajwid melalui metode qiro’ati dalam membaca Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan sumber data primer yang terdiri dari buku-buku dan artikel ilmiah yang ditulis atau diterbitkan sebagai pendukung yang berhubungan dengan ilmu tajwid melalui metode qiro’ati dalam meningkatkan bacaan Al-Qur’an. Metode qiro’ati dalam pembelajaran mencakup teknik klasik dan teknik individual, Media yang digunakan yaitu evaluasi halaman jilid, evaluasi kenaikan jilid dan IMTAS. Metode qiro’ati terdapat dua pokok yang mendasari yakni; membaca Al-Qur’an secara langsung dan pembiasaan pembacaan dengan tartil sesuai dengan ilmu tajwid. Terlebih lagi metode qiro’ati menggunakan beberapa metode yakni metode ceramah, metode praktik, metode meniru (musyafahah), metode sintetik (tarkibiyah) dan metode bunyi. Kata Kunci: Membaca Al-Qur’an, Ilmu Tajwid, Metode Qiro’ati
EFEKTIVITAS PEMBIASAAN MEMBACA AL QUR’AN 15 MENIT SEBELUM PELAJARAN BAGI SISWA
Penulis: Vani Fuji Astuti Mukaromah, Itsna Dyta Maulidya
ABSTRAK Kata kunci : Membaca Alquran, Efektivitas Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembiasaan membaca Alquran sebelum pelajaran terhadap perkembangan otak siswa khususnya di MAN 2 Kudus. Dalam MAN 2 Kudus membaca Alquran sebelum pelajaran sudah menjadi keharusan untuk semua siswa. Dalam penelitian ini, Peneliti menggunakan pendekatan dengan metode kuantitatif. dengan teknik analisis statistik regresi linear. Berdasarkan data yang diperoleh, menunjukkan pembiasaan membaca Al-Qur’an sebelum pelajaran di MAN 2 Kudus berjalan dengan baik dan kondusif. Dengan demikian sekolah sebaiknya melanjutkan kegiatan pembiasaan membaca Al-Qur’an ini yang sudah berjalan baik. Kesimpulan tersebut diambil dari data-data yang sesuai dengan hasil analisis penulis yang menunjukkan bahwa Pembiasaan Membaca Al-Qur’an berpengaruh terhadap perkembangan otak siswa di MAN 2 Kudus.
PENERAPAN METODE YADAIN (MENGHAFAL ALQURAN 1 BULAN) DARI USTADZ YADI IRHADI DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ ANAK DARUL MUSTHOFA DEMAK
Penulis: Noor Farida Arifani, Fika Badiatul Fauziya
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai Metode Yadain,serta. bagaimana penerapan Metode Yadain dalam menghafal Alquran di Pondok Pesantren Tahfidz Anak Daril Musthofa desa Jogoloyo kecamatan Wonosalam, kabupaten Demak. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan metode kualitatif, dengan teknik analisis data. Berdasarkan data yang diperoleh, Metode Yadain merupakan metode yang efektif dalam menghafal Alquran,tetapi akan lebih cocok jika diterapkan pada seseorang yang sudah mempunyai cukup bekal kosa kata bahasa arab dan imajinasi yang tinggi,karena hal tersebut akan lebih memudahkan penerapan metodenya Kesimpulan tersebut diambil dari data data yang sesuai dengan hasil analisis penulis dari wawancara online dengan partisipan,yang menunjukkan bahwa Metode Yadain sudah efektif digunakan dalam menghafal Alquran 1 bulan di Pondok Pesantren Tahfidz Anak Darul Musthofa Jogoloyo,Wonosalam,Demak.
Persepsi terhadap penggunaan jilbab syar'i santri putri pondok pesantren yasin sunggingan kudus
Penulis: shilfa 'amaliya, Fatiha Amrina Rosyada
ABSTRAK PERSEPSI TERHADAP PENGGUNAAN JILBAB SYAR’I SANTRI PUTRI PONDOK PESANTREN YASIN SUNGGINGAN KUDUS Latar belakang dalam penelitian masalah ini dikarenakan polemik dalam hukum penggunaan jilbab menjadi isu yang hangat di Indonesia belakangan ini. Kewajiban penggunaan jilbab bagi kaum muslimah menuai banyak kontroversi dari berbagai kalangan masyarakat. Pendapat bahwa jilbab merupakan budaya arab juga kerap muncul dari pihak yang kontra dengan wajibnya hukum menggunakan jilbab. Oleh karena itu kami memilih membahas jilbab syar'i untuk mengetahui bagaimana pandangan santri putri Pondok Pesantren Yasin Sunggingan Kudus terhadap penggunaan jilbab secara syar’i. Berbagai macam santri Pondok Pesantren Yasin Sunggingan Kudus dalam berjilbab, dan dikhususkan pada santri yang berjilbab syar'i merupakan fenomena yang sangat menarik untuk dilakukan penelitian dengan rumusan masalah sebagai berikut (1) bagaimana persepsi santri putri Pondok Pesantren Yasin Sunggingan Kudus terhadap penggunaan jilbab syar'i ? (2) bagaimana perilaku santri putri Pondok Pesantren Yasin Sunggingan Kudus dalam berjilbab? (3) apa implikasi jilbab syar'i terhadap perilaku santri putri Pondok Pesantren Yasin Sunggingan Kudus? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (naturalistik) jenis penelitian studi kasus teknik pengumpulan data dengan cara wawancara. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah reduksi data (Data reduction). penyajian data ( data display) dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing). Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penggunaan jilbab secara syar’i sangat penting bagi kehidupan kaum wanita di dunia agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan dapat menyempurnakan ajaran agama Islam. Kata kunci : persepsi, jilbab syar’i, santri putri, Pondok Pesantren
Penerapan Metode Yanbu’a Dalam Meningkatkan Pemahaman Baca Al-Qur’an Pada Anak TPQ di Semarang
Penulis: Dainiera muhjatul qolbi mutala'i, Azkan Nafsi Dzakiyya
ABSTRAKSI Al-Qur’an merupakan kitab suci yang terakhir dan istimewa yang diturunkan Allah kepada manusia. Karena, tidak hanya mempelajari dan mengamalkan isinya saja yang menjadi keutamaan, tetapi membacanya pun juga bernilai ibadah, terlebih lagi sebagai seorang muslim dimana Al-Qur’an menjadi pedoman hidup dalam meniti kehidupan. Maka untuk bias membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar dibutuhkan suatu proses yang tidak instan, perlunya penanaman sejak kecil untuk belajar Al-Qur’an baik di dalam pendidikan informal, formal, dan nonformal.1 Metode Yanbu’a adalah suatu metode pembelajaran membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur’an yang disusun sistematis, terdiri dari 7 jilid. Cara membacanya langsung, tidak mengeja, cepat, tepat, benar, dan tidak putus-putus sesuai dengan makhorijul huruf dan ilmu tajwid.2 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran saat berlangsung, dan evaluasi, serta faktor penghambat dan pendukung metode Yanbu’a dalam meningkatkan kemampuan keterampilan membaca Al-Qur’an. Metode Yanbu’a merupakan cara belajar yang sangat lengkap dan praktis dengan pemilihan materi pembelajaran dan teknik penyampaian yang sederhana dan praktis kepada anak-anak yang memudahkan siswa untuk memahaminya terutama untuk keterampilan membaca Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, jenis pengumpulan datanya menggunakan observasi dan wawancara untuk mengetahui proses perencanaan, proses pembelajaran yang berlangsung, dan proses evaluasi secara keseluruhan serta factor penghambat dan pendukung pelaksanaan pembelajaran pada umumnya yang meliputi kegiatan pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup, Sedangkan evaluasi pembelajaran dilakukan setiap hari dan setiap kenaikan jilid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode Yanbu’a dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Implementasi Adab Belajar Santri Menurut Imam Al Ghazali di Pondok Pesantren Yasin Kudus
Penulis: Zulia Zuffah Aufia, Arina Shofia Zumala
ABSTRAK IMPLEMENTASI ADAB BELAJAR SANTRI MENURUT IMAM AL GHAZALI DI PONDOK PESANTREN YASIN KUDUS Latar belakang dalam penelitian masalah ini dikarenakan banyaknya santri masa kini kurang memperhatikan adab-adab dalam belajar. Maka dari itu, alasan penelitian ini untuk mengimplementasikan kembali adab belajar menurut Imam Al Ghazali pada para santri masa kini. Peneliti menggunakan metode penelitian kuisioner. Peneliti membagikan kuisioner kepada santri. Penyebaran dilakukan dengan menyebarkan kuisioner secara online kepada responden dengan menggunakan teknik self-Administered Questionnaires yang merupakan metode pengumpulan data yang mencakup wilayah tertentu sehingga memudahkan peneliti dalam mengumpulkan semua data yang diperlukan dengan waktu yang relatif lebih singkat. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara tidak langsung (kuisioner), dan studi kepustakaan. Adapun data dari penelitian ini adalah data primer dan skunder yang kemudian dianalisis untuk mengangkat fakta, keadaan, dan fenomena-fenomena yang terjadi ketika penelitian berlangsung dan menyajikanya apa adanya Rumusan masalah yang digunakan peneliti diantaranya adalah Mengapa sekarang banyak santri yang kurang memperhatikan adab dalam belajar menurut Imam Al Ghazali. Bagaimana upaya yang dapat dilakukan agar adab-adab belajar menurut Imam Al Ghazali tertanam pada para santri. Dan bagaimana implementasi adab belajar menurut Imam Al Ghazali di Pondok Pesantren Yasin. Permasalahan didalam karya tulis ilmiah ini adalah banyaknya santri yang kurang memperhatikan adab belajar menurut Imam Al Ghazali. Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa adab-adab belajar menurut Imam Al Ghazali belum sepenuhnya tertanam pada santri PonPes Yasin Kudus. Artinya ada beberapa adab yang belum tertanam ataupun menjadi kebiasaan para santri. Namun mereka sadar bahwa adab tersebut sangat penting untuk diterapkan. Dampak dari pengimplementasian adab-adab belajar menurut Imam Al Ghazali adalah menjadikan lingkungan pondok pesantren yang lebih kompetitif serta mewujudkan santri yang lebih sopan dan beradab.
Pendidikan Akhlak Dalam Islam Menurut Surat Al-Hujurat ayat 11-13
Penulis: Badria Nikmatus Sya’diyah, Ana Rufayda
Mengingat pentingnya pendidikan Islam yang meliputi akhlak, aqidah, dan syariat, bagi terciptanya kondisi lingkungan yang harmonis, diperlukan upaya serius untuk menanamkan nilai-nilai tersebut dan pastinya yang sesuai dengan al- Qur’an dan al- Hadits. Dimana salah satu poin tersebut adalah akhlak al-karimah yang merupakan sarana untuk mencapai kesuksesan dunia dan akhirat, dengan akhlak pula seseorang akan diridhai oleh Allah SWT, dicintai oleh keluarga dan manusia pada umumnya. Surat al-Hujurat ayat 11-13 memiliki kandungan (makna) tentang pendidikan akhlak yang sangat dalam bahkan surat al-Hujurat sendiri dinamai oleh sebagian ahli tafsir sebagai surat Al-Akhlaq. Khususnya mengenai kandungan ayat 11 sampai 13 merupakan masalah yang banyak terjadi dan tetap aktual di dalam masyarakat dan kehidupan bermasyarakat, maka perlu adanya penelitian tentang isi kandungan ayat tersebut melalui kajian tafsir. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) nilai- nilai akhlak apa yang terkandung dalam Surat al-Hujurat ayat 11-13 (2) nilai-nilai pendidikan akhlak apa yang terkandung dalam Surat al-Hujurat ayat 11-13 (3) implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak di Surat al-Hujurat ayat 11-13 terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini termasuk library research, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam menganalisis data yang telah terkumpul peneliti menggunakan metode countent analisys atau analisis isi yaitu metodologi penelitian yang memanfaatkan seperangkat prosedur untuk menarik kesimpulan yang sahih dari sebuah buku atau dokumen. Analisis tersebut mengacu kepada dokumen yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan akhlak yang ada dalam surat al-Hujurat ayat 11-13 adalah pendidikan akhlak yang menjunjung tinggi kehormatan sesama muslim, pendidikan akhlak untuk menghindari sifat- sifat yang tercela, pendidikan bertaubat dan bertaqwa, pendidikan sosial kemasyarakatan yang meliputi pendidikan kesamaan derajat, menghargai perbedaan, dan saling mengenal satu sama lain.
Keefektifan Pelaku Bisnis Nawang Olshop di Tengah Pandemi di Desa Kecapi Jepara
Penulis: Aini Yatuz Zulfa, Alya Arifatin Mahfudhoh
Perkembangan bisnis online sudah menjamur di Indonesia, bahkan sudah sangat dikenal baik oleh khalayak ramai tidak terkecuali pelajar. Banyaknya kemudahan dalam berbelanja dan bermacam jenis produk jasa yang ditawarkan, membuat masyarakat Indonesia menjadikan bisnis online sebagai salah satu “tempat berbelanja” baru selain pusat perbelanjaan. Mereka memanfaatkan keadaan dimana bisnis online sedang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia, apalagi sekarang pada masa pandemi penularan covid-19 sehingga semakin banyak bisnis online yang bermunculan dan menyebabkan persaingan yang semakin tinggi, sehingga mengurangi tingkat pengangguran remaja di Indonesia. Pandemi covid-19 telah menjadikan perubhan seluruh tatanan kehidupan manusia di dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya, baik ekonomi, social, budaya, maupun Pendidikan. Perubahan paling krusial yang dirasakan oleh dunia pendidikan adalah pembelajaran yang awalnya tatap muka menjadi daring Ketika pandemic covid-19 melanda Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis wawancara yang dilakukan secara online. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data bahwa strategi bisnis Nawang Olshop dalam memasarkan hasil produksinya adalah melalui media social dan membuka toko.Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi ini dapat berjalan sesuai yang diharapkan dengan memerhatikan daya beli konsumen pada masa pandemic covid-19 maupun tidak.
Film Animasi Nussa Rara Sebagai Media Dakwah Tentang Birrulwalidain
Penulis: Izza Fardana Mubaroka, Alifya Nabila Nugraheni
ABSTRAK Kata kunci: film animasi, film animasi nussa rara, media dakwah, birrulwalidain Perkembangan dunia perfilman saat ini sudah berkembang pesat, tak terkecuali di Indonesia. Berbagai tema film telah diproduksi sebagai sarana hiburan maupun penyampaian pesan bagi khalayaknya. Film merupakan bagian dari komunikasi massa audio-visual untuk menyampaikan pesan sosial atau moral kepada penontonnya. Penelitian kualitatif ini mengkaji secara isi (content analysis) pesan (message) yang ingin disampaikan film “Nussa rara” yang berisi tentang pembelajaran terhadap anak anak tentang bagaimana menghormati orang tua, bersikap sopan santun, terutama sikap birrrulwalidain. Film animasi adalah film serial gambar yang difilmkan satu persatu dengan memperhatikan kesinambungan gerak sehingga muncul sebagai satu gerakan dalam film yang kemudian disusun sehingga menghasilkan satu film animasi yang utuh. Film animasi Nussa dan Rara adalah film animasi yang terbungkus dalam cerita kehidupan sehari-hari pada dunia anak-anak dengan penyampaian bahasa yang mudah dimengerti dan mudah dipahami. Dakwah sebagai salah satu misi Islam berkembang dengan cepat melalui media tradisional sampai modern. Perkembangan dakwah sendiri tidah bisa terlepas dengan budaya yang dibangun masyarakat saat ini. Masyarakat modern yang cenderung pragmatis juga tak lepas dari sasaran da’i, namun bagi masyarakat modern yang cenderung hedonis dalam kehidupannya lebih menyukai suguhan dakwah melalui media yang mudah diakses oleh mereka. Sehingga munculah istilah media dakwah pop, misalnya: televisi, musik, film dll. Hal ini merupakan jawaban dari kebutuhan masyarakat modern dalam memahami ajaran agamanya melalui suguhan yang bersifat instan namun mampu memberikan kepuasan bagi mereka.
Budaya Bersih dan Sehat Lingkungan Pondok Pesantren Yasin Sunggingan Kudus
Penulis: Laila Nurul Arifah, Ahsanu Nadiyya
Menjaga kebersihan lingkungan sangat berpengaruh kepada kesehatan makhluk hidup yang ada disekitanya, seperti manusia, tumbuhan dan hewan. Karena itu, sangat penting bagi kita sebagai manusia yang berakal, untuk selalu menjaga kebesihan lingkungan dan kesehatan diri. Penelitian yang berjudul “ Budaya Bersih dan Sehat Lingkungan Pondok Pesantren Yasin Sunggingan “ bertujuan mengetahui bagaimana problem pola hidup bersih dan kesehatan di lingkungan Pondok Pesantren Yasin Sunggingan, bagaimana upaya pola hidup bersih dan sehat lingkungan dan untuk mengetahui apa faktor pendorong dan faktor penghambat upaya mendidik santri untuk hidup bersih dan sehat lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitiannya adalah observasi dan wawancara. Observasi dilakukan melalui pengamatan secara langsung di lingkungan penelitian dan wawancara dilakukan peneliti dari beberapa Santri Pondok Pesantren Yasin Sunggingan Kudus. Hasil wawancara dan observasi langsung yang dilakukan peneliti memperoleh kesimpulan bahwa, pola hidup bersih dan sehat lingkungan di Pondok Pesantren Yasin Sunggingan adalah kurang. Faktor penghambat lebih dominan dibandingkan faktor pendorong dalam menjaga kesehatan tubuh dan kebersihan lingkungan Pondok Pesantren Yasin Sunggingan Kudus. Kata Kunci: Bersih, Sehat