1196 Hasil Pencarian

Instagramable Place dan Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Pengunjung Usia Muda Kedai Kopi di Kabupaten Kudus

Penulis: Disrya Amalia Fitriani, Rafida Nur Sabrina

INSTRAGAMABLE PLACE DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENINGKATAN PENGUNJUNG USIA MUDA KEDAI KOPI DI KABUPATEN KUDUS ABSTRACT: Aplikasi Instagram merupakan aplikasi yang memiliki banyak pengguna dengan berbagai rentang usia. Aplikasi ini membantu penggunanya untuk mengunggah foto, video, maupun reels sebagai fitur terbaru mereka kedalam akun pribadi mereka. Fitur lain seperti mengirim pesan dan menelpon juga tersedia dalam aplikasi ini. Termasuk dalam bidang desain arsitektur, khususnya desain interior suatu bangunan. Saat ini, banyak bangunan yang didesain atau direnovasi agar dapat menarik minat atau perhatian masyarakat untuk berkunjung, salah satunya kedai kopi. Banyak masyarakat yang berkunjung ke kedai kopi bukan hanya untuk menikmati kopi maupun melakukan aktivitas lainnya namun juga menikmati suasana dari beberapa spot kedai kopi yang disuguhkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh instagramable place terhadap peningkatan jumlah pengunjung dan peningkatan pendapatan dari kedai tersebut. Instagramable place juga dapat menjadi salah satu bagian dari usaha mempromosikan kedai yang dapat dilakukan melalui media sosial. Saat ini mayoritas usia muda lebih memilih kedai kopi dengan konsep yang menarik daripada mengutamakan citarasa dari kopi yang dihidangkan kedai tersebut. Kata kunci: Instagram, instagramable place, kedai kopi

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

TALK NEIGHBOUR: ANALISIS PERBEDAAN INTERAKSI MASYARAKAT DESA DAN KOTA (STUDI KOMPARATIF MLATI KIDUL DAN MLATI LOR KABUPATEN KUDUS)

Penulis: Annisa Farosyatul Jannah, Nurotul Aini

Masyarakat desa merupakan sekelompok orang yang hidup bersama bekerja sama dan berhubungan erat secara tahan lama, dengan sifat-sifat yang hampir seragam (homogen). Sedangkan masyarakat kota adalah penduduk yang hidup bergantung dengan industri dan perdagangan, bukan dari pertanian. Dalam penelitian komparasi ini, masyarakat desa (Mlati Lor) dan kota (Mlati Kidul) dipandang ada sudut pemikiran yang jauh berbeda sehingga dapat diambil perbandingan antara keduanya. Perbandingan tersebut dapat dilihat dalam perbedaan interaksi sosialnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan Interaksi sosial masyarakat di Mlati Lor dan Mlati Kidul Kabupaten Kudus, mengkaji faktor interaksi sosial masyarakat di desa Mlati Lor dan Mlati Kidul Kabupaten Kudus, serta menganalisis perbedaan interaksi sosial masyarakat desa Mlati Lor dan Mlati Kidul Kabupaten Kudus. Hasil dari penelitian ini masyarakat Mlati lor memiliki sikap yang terbuka, peduli, dan interaksi yang terjadi di dalamnya masih erat. Sedangkan pada masyarakat Mlati kidul sikap yang dimiliki masyarakatnya kurang terbuka dan interaksi didalamnya sangat lemah membuat masyarakatnya individualis dan acuh tak acuh terhadap sesama.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Secret Recipe Dibalik Bangkitnya Industri Pariwisata di Gili Air Pada Masa Pandemi Covid-19

Penulis: Julia Nurul Izzati, Novita Karunia Fitri

Tempat wisata Gili Air merupakan salah satu tempat wisata yang menarik perhatian wisatawan lokal dan internasional karena keindahannya. Saat Indonesia terkena virus covid-19 pada 2 Maret 2020 Wisata Gili Air yang terletak di Lombok Utara, NusaTenggara Barat mengalami penurunan wisatawan lokal maupun internasional. Penurunan ini berdampak sangat besar karena menyebabkan Wisata Gili Air ditutup sementara. Untuk mengatasi hal ini pemerintah dan warga sekitar melakukan usaha ekstra agar dapat meningkatkan kembali jumlah wisatawan lokal maupun internasional. Usaha inidinyatakan berhasil karena pada saat ini jumlah wisatawan lokal maupun internasional bangkit kembali dan meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah: Mengetahui upaya yang dilakukan masyarakat Gili Air untuk meningkatkan wisatawan pada masa pandemi Covid-19. Menggunakan beberapa metode diantaranya adalah 1) Wawancara, dilakukan kepada narasumber yang dianggap mewakili kelompok yang berkaitan dengan permasalahan penelitian, terhadap Kepala Desa Gili Air, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, InstrukturDiving, Pekerja Cidomo, Pemilik Warung, dan Wisatawan, 2) Observasi, suatu proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif, dan rasional melalui berbagai fenomena baik situasi sebenarnya maupun dalam situasi buatan untuk mencapai tujuan tertentu, 3) Dokumentasi, catatan peristiwa yang sudah berlalu, studi dokumen. Merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Kata Kunci: Wisata Gili Air, Pandemi Covid-19, Rahasia

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Studi Perilaku Fenomena Generasi Z di MAN 2 Kudus Lebih Menyukai Belanja Online

Penulis: Raras Fadhila Rahma, Naswa Brillian Failasufa

Penelitian ini ditulis berdasarkan fenomena belanja online yang terjadi saat ini, yaitu dari berbelanja secara offline ke online. Munculnya situs toko online seperti Shopee, Tokopedia, Lazada merupakan salah satu faktor dari tingginya penggunaan internet dan kebutuhan masyarakat akan belanja online. Bangkrutnya beberapa bisnis offline akibat dari menurunnya daya beli masyarakat terhadap toko offline, hal ini terjadi karena harga barang yang lebih murah di situs toko online daripada toko offline dan kemudahan dalam mengaksesnya. Perkembangan zaman dan teknologi membuat perbedaan dari setiap generasi Lahir disaat penggunaan teknologi seperti internet, smartphone, dan jejaring media sosial sedang marak, menjadikan Gen Z sebagai penduduk asli digital (generasi internet) Gen Z mempunyai cara pikir yang terbuka (open-minded) dan cenderung menyukai sesuatu yang serba instant, termasuk dalam hal berbelanja Tujuan utama penelitian ini yaitu untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku gen Z dalam fenomena lebih menyukai belanja online dan bagaimanakah keberlangsungan fenomena gen Z lebih menyukai belanja online. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yang diperoleh melalui wawancara. Sampel yang dipilih yaitu Gen Z (berusia 16-18 tahun) yang berbelanja online dengan e-commerce di MAN 2 Kudus.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal di Kampung Budaya Piji Wetan

Penulis: Yasmin Dini Akmila, Nabila Zahrotul Husnia

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk lebih memahami keberadaan ekonomi kreatif sebagai strategi yang menurut prediksi mampu mengantarkan daya saing baik di tingkat nasional maupun dalam kancah internasional dalam rangka menghadapi pasar modern. Hingga saat ini, pengangguran, kemiskinan, eksploitasi alam secara masif yang pada akhirnya menimbulkan ketimpangan baik dari pertumbuhan sosial maupun pertumbuhan ekonomi masih menjadi persoalan klasik yang harus diselesaikan. Oleh karena itu, untuk mencari solusi tersebut diperlukan keharmonisan, salah satunya adalah harmonisasi ekonomi dan kearifan lokal yang tentunya dapat memicu daya saing ekonomi, meningkatkan produktivitas yang pada akhirnya mengangkat taraf hidup masyarakat dengan tetap melestarikan budaya, adat istiadat yang menjadi kekhasan yang ditinjau dari perspektif ekonomi. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi, sebagai sampel peneliti yang mempertimbangkan realitas pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di kampung budaya Piji Wetan dalam menghadapi pasar modern dalam perspektif ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di kampung budaya Piji Wetan. Hasil analisis menyatakan bahwasanya KBPW Store memiliki efek multiplier terhadap masyarakat, karena produk KBPW Store telah berkontribusi menggerakan sektor perdagangan jasa dan pertanian. Serta mampu mengembalikan nilai-nilai kearifan lokal maupun mengenai keterpaduan sektor ekonomi maupun keterpaduan di bidang sosial yang menciptakan solidaritas sosial.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

KOREAN WAVE: PENGARUH BUDAYA KOREA TERHADAP JIWA NASIONALISME SISWA MAN 2 KUDUS

Penulis: Dino Fatiha Rahman, Muhammad Yusuf Anwa

Pengertian Nasionalisme seperti dijelaskan Sadikin adalah suatu sikap cinta tanah air atau bangsa dan negara sebagai wujud dari cita-cita dan tujuan yang diikat sikap-sikap politik, ekonomi, sosial, dan budaya sebagai wujud persatuan atau kemerdekaan nasional dengan prinsip kebebasan dan kesamarataan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hampir tidak ada batas-batas lagi untuk saling bertukar informasi antar bangsa di berbagai belahan dunia. Dari pendapat tersebut dapat dilihat bahwa Korean wave pun dapat mudah menyebar di berbagai negara, melalui teknologi komunikasi dan transportasi yang semakin canggih. Dengan adanya Korean wave ini menunjukan bahwa pemerintah Korea berhasil untuk menyebarkan budayanya diberbagai negara. Terdapat transformasi nilai-nilai di dalam masuknya budaya Korea, transformasi nilai-nilai tersebut secara tidak langsung membuat terjadinya perubahan budaya yang tidak biasa menjadi biasa dilakukan. Berdasarkan realita yang diungkapkan di atas, peneliti bermaksud melakukan penelitian dengan judul “KOREAN WAVE: PENGARUH BUDAYA KOREA TERHADAP JIWA NASIONALISME SISWA MAN 2 Kudus”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif ini peneliti menggunakan teknik penelitian survei secara online yang memiliki kuesioner atau angket sebagai instrumen utama penelitiannya. Pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner bersifat terstruktur dengan bentuk pertanyaan tertutup. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jiwa nasionalime siswa siswa MAN 2 Kudus tidak terpengaruh oleh Korean Wave dan mayoritas responden memiliki ketertarikan untuk mempelejari budaya Korea karena beberapa hal seperti Kedisiplinannya, kehidupan bermasyarakatnya, dan juga karena keunikan budayanya.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Problematika Estimasi Negatif Rambut Gondrong bagi Siswa Pelajar MAN 2 Kudus

Penulis: Agus Wibowo, Muhammad Rifqi Amrilah

Rambut panjang sering dikaitkan dengan perempuan, namun Zaman Periode Orde Baru tepatnya pada tahun 70-an mulai muncul kaum lelaki yang sengaja memanjangkan rambutnya atau biasa disebut gondrong, salah satunya dari golongan pelajar SMA. Kaum pelajar yang memanjangkan rambutnya ini memiliki berbagai macam motif seperti ingin meniru tokoh masyarakat, artis-artis, ingin mengubah penampilan, atau sebagai bentuk pencarian jati diri yang biasa terjadi pada anak usia remaja. Berdasarkan realita yang diungkapkan diatas peneliti bermaksud melakukan penelitian dengan judul “Problematika Estimasi Negatif Rambut Gondrong bagi Siswa Pelajar MAN 2 Kudus”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif ini peneliti mengguanakan teknik penelitian survey secara online yang memiliki kuesioner atau angket sebagai instrument utama penelitiannya. Pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner bersifat terstruktur dengan pertanyaan tertutup. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Setiap siswa MAN 2 Kudus memiliki hak untuk mengekspresikan diri mereka melalui gaya rambut mereka, selama hal itu tidak melebihi batas peraturan yang ada dan tidak mengganggu proses belajar. Lingkungan pendidikan harus mempromosikan penerimaan, penghargaan, dan menghormati keberagaman individu, termasuk berbagai gaya rambut

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

ANALISIS PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA PADA BULAN RAMADHAN DI DAERAH KOTA KUDUS

Penulis: Najwa Machfud, Muhammad Hafidzuddin

Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan berkah dan kemuliaan dimana umat Islam berlomba-lomba untuk mendapatkan banyak pahala, dan juga banyak cara untuk mendapatkan pahala selama bulan suci Ramadhan, salah satunya terkait dengan ekonomi. Selama bulan Ramadhan, salah satunya dari aspek ekonomi yaitu lonjakan harga selama bulan Ramadhan. Bulan Ramaan tidak hanyaberkaitan dengan ibadah spiritual, dalam aspek ekonomi sebelum Ramadhan yaitu jumlah pedagang yang menjual barang selama bulan Ramadhan meningkat pendapatannya. Peneliti menganalisis bahwa tingkat permintaan selama bulan suci Ramadhan cukup tinggi dengan banyak kebutuhan rumah tangga selama periode puasa dan pra-Ramaan. Setiap individu sibuk membeli barang kebutuhan Idul Fitri. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengatahui pendapatan para pedagang kaki lima pada bulan ramadhan di daerah Kota Kudus. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi pengaruh modal terhadap pendapatan pedagang kaki lima di daerah Kota Kudus pada bulan Ramadhan, 2) Mengidentifikasi pengaruh kondisi pendapatan pedagang kaki lima di daerah kota Kudus pada bulan Ramadhan. Menggunakan beberapa metode diantaranya adalah: 1) Wawancara, dilakukan kepada narasumber yang dianggap mewakili kelompok yang berkaitan dengan permasalahan penelitian, 2) Dokumentasi, catatan peristiwa yang sudah berlalu, studi dokumen. Merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif, 3) Observasi, suatu proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif, dan rasional melalui berbagai fenomena baik situasi sebenarnya maupun dalam situasi buatan untuk mencapai tujuan tertentu. Kata Kunci: Pendapatan Pedagang Kaki Lima, Bulan Ramadhan Pedagang Kaki Lima.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Moral Education: Pola Asuh Orang Tua dalam Keluarga Single Parent (Studi Kasus di Perumahan Griya Sejahtera Kecamatan Kaliwungu Kudus)

Penulis: Emilza Mumtaz, Maulidya Nurul Hidayah

Pada dasarnya setiap orang tua asuh menginginkan anaknya senantiasa memiliki akhlak yang mulia dan moral yang baik. Mereka berusaha sekuat tenaga mengasuh anaknya agar memiliki anak yang bermoral baik. Tugas dan tanggung jawab orangtua terutama single parent terhadap anak tidaklah kecil, peranan single parent dalam memberikan pendidikan moral berpengaruh untuk menentukan kehidupan mereka yang selanjutnya. Single parent dalam keluarga akan berperan ganda, disamping bertugas mengasuh anak, juga akan berperan dalam mencari nafkah sebagai pengganti kepala keluarga. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pola asuh yang digunakan orang tua dalam keluarga single parent terhadap pendidikan moral anak di Perumahan Griya Sejahtera Desa Prambatan Lor Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan pendekatan melalui pendekatan studi kasus, dengan pertimbangan bahwa metode ini dinilai mampu mengungkapkan, menggali dan menganalisis berbagai kasus yang terjadi. Lokasi penelitian di Perumahan Griya Sejahtera Desa Prambatan Lor Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kuds. Informasi pendukung dalam penelitian ini adalah para keluarga single. Teknik pengumpulan data penelitian adalah dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan konsep pola asuh dan perkembangan moral anak. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pola asuh otoriter, Pola asuh otoritatif, Pola asuh permisif. Peranan pola asuh single parent terhadap perkembangan moral anak di Perumahan Griya Sejahtera Desa Prambatan Lor Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus adalah sebagai berikut: Peranan pola asuh otoriter terhadap perkembangan moral anak, menjadikan anak merasa tertekan dan penurut. Mereka kurang percaya diri dan rasa ingin tahunya rendah. Peranan pola asuh otoritatif terhadal perkembangan moral anak, menjadikan anak lebih berani berpendapat serta percaya diri, anak lebih. Anak merasa dihargai, karena orangtua terbuka mendengarkan pendapat anak. Perana pola asuh permisif terhadap perkembangan moral anak, menyebabkan anak menjadi agresif dan banyak menuntut. Dengan demikian, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua single parent dalam membentuk moral anak di Perumahan Griya Sejahtera dalam beberapa hal telah cukup baik, namun ada sikap orang tua asuh yang masih otoriter dan permisif, sehingga beberapa anak menunjukan sikap pembangkangan dan banyak menuntut kepada orang tua asuhnya. Oleh karena itu penelitian ini merekomdasikan kepada orang tua agar lebih demokratis dalam mengasuh anaknya sehingga anak bisa lebih berakhlak baik dan berkarakter.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail