1196 Hasil Pencarian

Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium cepa) terhadap Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura) pada Tanaman Jagung (Zea mays).

Penulis: Ismi Nur Tsaniati Min Fadli Robbi, Eliya Rohania Husna

Jagung (Zea mays) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Produksi tanaman jagung mengalami penurunan salah satunya akibat kerusakan yang disebabkan oleh hama ulat grayak. Ulat grayak merusak bagian daun tanaman dengan menimbulkan gejala daun yang berlubang dan menerawang. Untuk mengurangi intensitas penggunaan pestisida sintetik, pengendalian alternatif serangan ulat grayak yang bisa digunakan yaitu ekstrak kulit bawang merah sebagai pestisida nabati. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit bawang merah terhadap serangan hama ulat grayak pada tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2023 bertempat di Laboratorium MAN 2 Kudus. Metode yang digunakan yaitu metode meserasi melalui proses perendaman dengan pelarut etanol pada botol terdiri atas 4 tarap perlakuan (A= 25%, B = 50%, C= 75%, D= 100%). Hasil dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa konsentrasi 100% dan 75% lebih efektif dibandingkan dengan konsentrasi 50% dan 25% dalam membunuh ulat grayak. Hal tersebut dilihat dari persentase ulat yang mati pada konsentrasi 100% dan 75% yaitu sebanyak 100%. Kata Kunci: Ekstrak Kulit Bawang Merah, Jagung, dan Ulat Grayak.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Funchen: Natural Fungisida Ekstraksi Bunga Cengkeh Berbasis Nanoteknologi Sebagai Penghambat Pertumbuhan Jamur Pyrycularia Oryzae Penyebab Penyakit Blas Pada Padi Sebagai Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan Dan Pertanian Berkelanjutan

Penulis: Putri Nabila Qothrunnada, Chalysa Laili Marshaniswa

Jamur Pyricularia oryzae adalah jamur penyebab kegagalan panen dan mengakibatkan petani mengalami kerugian yang cukup besar. Untuk menghambat pertumbuhan jamur Pyricularia oryzae, dibutuhkan kandungan antifungi berspektrum luas yang dapat ditemukan pada bunga cengkeh. Bunga cengkeh mengandung rendemen minyak atsiri yang sebagian besar kandungannya memiliki fungsi sebagai antifungi. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan efektivitas FUNCHEN sebagai fungisida alami menggunakan ekstrak bunga cengkeh untuk menghambat pertumbuhan jamur Pyricularia oryzae. Pada penelitian ini, Sintesis nanomaterial ekstrak bunga cengkeh menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE). pemeriksaan jenis senyawa atau bahan aktif dan konsentrasinya diteliti dengan mesin GC-MS dan dihasilkan 45,62% senyawa 3-Allyl-6-methoxyphenol yang berfungsi sebagai antifungi. Kemudian untuk membuktikan ada tidaknya senyawa kimia pada bunga cengkeh dilakukan uji fitokimia yang menunjukkan hasil ekstrak etanol 70% bunga cengkeh mengandung senyawa golongan alkaloid. Untuk mengetahui karakterisasi distribusi ukuran partikel dilakukan uji PSA yang memberikan hasil bahwa ukuran senyawa ekstrak cengeh sebesar 476,5 nm yang bisa dipastikan dengan ukuran sampel tersebut dapat bereaksi sebagai antifungi dengan baik. Uji daya hambat Pyricularia oryzae dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan zona hambat terbesar terdapat pada kontrol positif percobaan pertama, yaitu sebesar 11,25 mm dan zona hambat terkecil ada pada kontrol negatif percobaan pertama yaitu 0 mm

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pengaruh Frekuensi Warna Cahaya Terhadap Kecepatan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea Mays) untuk Meningkatkan Kebutuhan Pangan di Indonesia

Penulis: Kamila Najwa Ali, Arina Nurul Mufida

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pertumbuhan tanaman dengan sinar yang berbeda sehingga dapat mengetahui apa warna cahaya yang paling optimal. Masing- masing warna cahaya memiliki rentang panjang gelombang tertentu yang mampu diserap oleh tanaman. Panjang gelombang cahaya yang diterima oleh tanaman dapat mempengaruhi lebarnya bukaan stomata pada proses fotosintesis. Berdasarkan pengamatan, diketahui bahwa cahaya dengan warna merah menjadi warna dengan pertumbuhan paling cepat, hal ini dikarenakan warna merah memiliki gelombang 620-750 nm yang memiliki spektrum paling efektif bagi klorofil dalam melakukan fotosintesis dan pertumbuhan. Sedangkan untuk warna hijau dapat disimpulkan sebagai warna dengan pertumbuhan paling lambat, memiliki panjang gelombang 495-570 nm yang spektrumnya dipantulkan oleh pigmen yang terdapat pada kloroplas sehingga energi yang terserap hanya sedikit bahkan tidak ada, hal ini menyebabkan tumbuhan yang ditempatkan pada pencahayaan warna hijau pertumbuhannya tidak seoptimal tanaman yang berada dalam pencahayaan warna merah.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Uji Efektivitas Tisu Basah dari Limbah Kulit Pisang dengan Ekstrak Lidah Buaya ( Aloe vera) terhadap Pertumbuhan Jamur ( Trichophyton rubrum)

Penulis: Salsabila Afriza Bahar, Annisa Retno Mutiasih

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas tisu basah yang mengandung ekstrak lidah buaya (Aloe vera) dari limbah kulit pisang terhadap pertumbuhan jamur Trichophyton rubrum. Metode penelitian meliputi pembuatan tisu basah dengan penambahan ekstrak lidah buaya pada berbagai konsentrasi, serta uji aktivitas antijamur menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tisu basah yang mengandung ekstrak lidah buaya memiliki efek antijamur yang signifikan terhadap pertumbuhan jamur Trichophyton rubrum. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak lidah buaya yang ditambahkan, semakin efektif tisu basah dalam menghambat pertumbuhan jamur tersebut. Hasil ini menunjukkan potensi penggunaan limbah kulit pisang dan ekstrak lidah buaya dalam pengembangan produk antijamur alami. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang mekanisme aksi dan potensi aplikasi tisu basah ini dalam pengobatan infeksi jamur pada kulit. Kata kunci: tisu basah, limbah kulit pisang, ekstrak lidah buaya, Trichophyton rubrum, aktivitas antijamur.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

PENGARUH MUSIM HUJAN TERHADAP HASIL PANEN TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FUTESCENES L) DI KABUPATEN JEPARA

Penulis: Muhammad Sabilal Alif, Akmal Zaki Attaftazani

Musim penghujan memiliki pengaruh pada pertumbuhan tanaman cabai dan menyebabkan hasil panen tidak maksimal. Akan tetapi panen akan lebih maksimal apabila saat musim hujan menggunakan plastik mulsa.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pembuatan Lilin Aromaterapi yang Memanfaatkan Serai Dapur (Cymbopogon cytratus) Sebagai Upaya Mengusir Nyamuk

Penulis: Sinta Rahmadani, Adelfi Salsabila

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lilin aromaterapi menggunakan serai dapur (Cymbopogon cytratus) sebagai bahan utama dengan tujuan mengusir nyamuk. Serai dapur telah lama dikenal memiliki sifat pengusir nyamuk alami karena mengandung senyawa seperti citronella. Metode ekstraksi minyak serai dapur digunakan untuk memperoleh bahan baku utama lilin aromaterapi. Lilin aromaterapi ini kemudian diproduksi dengan mencampurkan minyak serai dapur, lilin lebah, dan bahan tambahan lainnya. Hasil uji aktivitas pengusir nyamuk menunjukkan bahwa lilin aromaterapi yang mengandung serai dapur mampu mengusir nyamuk secara efektif. Selain memiliki manfaat pengusir nyamuk, lilin aromaterapi ini juga memberikan aroma menyegarkan yang dapat meningkatkan kenyamanan ruangan. Hasil penelitian ini dapat menjadi alternatif ramah lingkungan dalam mengendalikan populasi nyamuk dan meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan Kata Kunci : Lilin Aromaterapi, Serai Dapur, Pengusir Nyamuk

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Identifikasi Kelimpahan dan Toksisitas Mikroplastik pada Teri Nasi di Pasar Kota Kudus

Penulis: Lia Amelia, Zendy Sella Elvina

Sampah plastik menjadi masalah umum terhadap meningkatnya mikroplastik di perairan. Hal ini menyebabkan banyaknya ikan di perairan Indonesia yang mengandung mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mikroplastik pada ikan teri nasi serta mengetahui toksisitas yang dipengaruhi oleh mikroplastik pada ikan teri nasi. Pengambilan sampel dilakukan di pasar-pasar besar Kota Kudus yakni Pasar Dawe, Pasar Baru, serta Pasar Bitingan. Identifikasi dilakukan setelah melakukan degradasi bahan organic pada ikan teri nasi menggunakan metode Wet Peroxied Peroxida (WPO). Metode ini dilakukan dengan menimbang sampel teri kemudian dioven sampai kering serta dihaluskan sampai berbentuk serbuk. Kemudian membuat larutan dengan mencampurkan aquadest 200 ml dengan Fe2 0.076 gram dengan cara dimagnetic stirrer. Selanjutnya mencampurkan larutan dipanaskan sampai 75 ° C. Setelah mencapai suhu tersebut, lalu dimasukkan gumpalan. Kemudian ditambahkan NaCl 48 gram serta langkah selanjutnya disaring menggunakan kertas saring. Hasil identifikasi mikroplastik menggunakan mikroskop biasa adalah banyak ditemukan microplastik fiber serta filamen dalam ketiga sampel tersebut. Jumlah mikroplastik pada ikan teri nasi per 0.5 ml per sampel ditemukan 28 partikel mikroplastik pada Pasar Dawe, 31 partikel mikroplastik pada Pasar Baru, serta 22 partikel mikroplastik pada Pasar Bitingan. Berdasarkan identifikasi mikroplastik pada ikan teri nasi tersebut, mikroplastik banyak ditemukan di Pasar Baru dimana ikan teri nasi tersebut didapatkan dari Wedung, Kota Demak. Sedangkan berdasarkan hasil uji FTIR ditemukan struktur polimer Polietilena Tereftalat (PET) pada ketiga sampel tersebut. Untuk membuktikan keberadaan mikroplastik juga dilakukan analisis tambahan dengan pengamatan pada lampu UV dengan panjang gelombang 254. Hasil analisis diketahui bahwa mikroplastik memancarkan fluorensensi berwarna hijau kebiruan. Kata kunci : Ikan Teri Nasi, Kota Kudus, Mikroplastik

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

PLASTIK BIODEGRADABLE BERBAHAN BAKU LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminata balbisiana colla)

Penulis: Muhammad Husnul Wafa, Zada Aditya Gunawan

Sampah plastik rata-rata memiliki porsi sekitar 10% dari total volume sampah. Dari jumlah itu, sangat sedikit yang dapat didaur ulang. Padahal, sampah plastik berbahan polimer sintetik tidak mudah diurai organisme dekomposer. Butuh 300-500 tahun agar bisa terdekomposisi atau terurai sempurna. Salah satu potensi yang dapat menjanjikan utnuk mengurangi limbah plastik adalah dengan mengembangkan plastik biodegradable. Plastik biodegradable merupakan jenis plastik yang dapat terurai lebih cepat jika dibandingkan dengan plastik konvensional biasa. Ada beragam bahan alam yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik biodegradable, salah satunya adalah kulit pisang, dikarenakan kulit pisang mengandung kandungan pati yang tinggi yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan plastik yang lebih ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengujian ini yaitu metode soil burial test yaitu mengendalikan mikroorganisme sebagai pembantu proses degradasi dengan cara penanaman sampel dalam tanah. Sampel plastik biodegradable dikeringkan dan ditimbang sampai diperoleh berat konstan sebagai berat awal (Wi), masing-masing sampel ditanam pada tanah yang ditempatkan dalam pot dan diamati setiap dua hari sekali (selama 14 hari) dan membersihkan sampel dari tanah kemudian mengeringkannya sampai kering dan ditimbang sehingga didapatkan berat konstan (Wf). Kami telah melakukan penelitian yang mendapatkan hasil dimana semakin banyak komposisi kulit pisang yang dipakai maka degradasi yang dialami oleh plastik juga akan semakin signifikan. Kata Kunci : Biodegradable, Kulit Pisang Kepok, dan Plastik

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Efektifitas Daun Salam sebagai Pengawet Telur Bebek Matang

Penulis: Fadhila Noria Salsabila, Selena Ratnamaya Salma Azaria

Telur bebek merupakan produksi yang mengandung gizi yang tinggi,biasanya sangat dibutuhkan dalam masakan,apalagi dengan kondisi lingkungan yang sudah banyak terkontaminasi dengan bakteri dan jamur,sehingga menyebabkan makanan sekarang itu lebih mudah mengalami pembusukan ketika tanpa ada proses pengawetan.Telur bebek yang dimasak pada suhu ruang dapat bertahan selama kurang lebih 10 menit,sebelum terjadi perubahan secara fisik(warna,aroma,dan tekstur) akibat aktivitas mikroorganisme di dalamnya. Daun salam (Syzygium Polyanthum) dapat digunakan sebagai antibakteri karena mampu menghambat aktivitas mikroba,ekstrak daun salam dapat menghambat pertumbuhan bakteri,serta menghambat sintesis asam nukleat dan protein pada bakteri. Daun salam dapat dijadikan pemanfaatan pengawet alami pada suatu makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas daun salam sebagai pengawet telur bebek matang terhadap keawetan telur bebek matang. Penelitian ini juga dilakukan dengan faktor banyak jumlah daun salam : 0 daun salam,10 daun salam,20 daun salam,30 daun salam. Berdasarkan hasil penelitian yang telah terlaksana bahwa jumlah daun salam berpengaruh pada keawetan telur bebek matang pada suhu ruang,karena terlihat perubahan telur bebek matang yang cukup signifikan. Kata kunci : Daun Salam, Telur Bebek Matang, Keawetan,Signifikan.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Analisis Sifat Fisik Edible Film Limbah Kulit Udang Jerbung (Fenneropenaeus merguiensis)

Penulis: Tania Ulin Nikmah, Sania Dinara Safina

Plastik sintetis menjadi masalah lingkungan yang cukup serius. Selain itu, menumpuknya limbah kulit udang jerbung yang tidak teratasi menjadikan masalah lingkungan semakin kompleks. Oleh sebab itu, kami berupaya menangani dua masalah tersebut dengan membuat edible film berbahan dasar limbah kulit udang jerbung. Dalam penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa dalam kulit udang tersebut mengandung protein antara 25-40%. Protein merupakan bahan hidrokoloid yang umumnya digunakan untuk membuat edible film. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik edible film. Kulit udang dibuat tepung dan dicampurkan bahan pendukung lainnya seperti CMC, aquades, gliserol, tepung pati, dan asam sitrat. Pemberian tepung kulit udang dengan formulasi berbeda: 5 gram, 10 gram, dan 15 gram sebagai variabel pembuatan edible film. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh kulit udang jerbung terhadap sifat fisik edible film yang dihasilkan dengan ditunjukkan adanya perubahan warna, bau, kekuatan dan elastisitas edible film. Dari hasil penelitian kami, disimpulkan bahwa edible film dari limbah kulit udang jerbung terbukti efektif dalam rangka usaha mengurangi penumpukan limbah kulit udang jerbung. Akan tetapi, edible film kami kurang cocok diaplikasikan sebagai lapisan sebab tampilan, estetika, dan bau nya. Kata Kunci : Edible Film, Kulit Udang Jerbung, Plastik Sintetis

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail