1196 Hasil Pencarian

IMPLEMENTASI SISTEM PENCAHAYAAN OTOMATIS BERBASIS ARDUINO TERHADAP TANAMAN SELADA (Lactuva Sativa)

Penulis: Adi Syariful Amri, Oktab Bahar Rahmadani

Tanaman selada merupakan tanaman sayuran yang membutuhkan itensitas cahaya yang tepat untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Pencahayaan yang tidak memadai dapat mempengaruhi proses fotosintesis dan kualitas hasil panen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem pencahayaan otomatis berbasis Arduino guna meningkatkan efisiensi dan kualitas pertumbuhan tanaman selada. Penelitian ini menggunakan Arduino sebagai platform kontrol utama. Sensor cahaya LDR digunakan untuk mengukur intensitas cahaya sekitar tanaman selada. Ketika intensitas cahaya dibawah ambang batas yang ditentukan, sistem pencahayaan otomatis akan diaktifkan. Lampu LED dengan spektrum yang sesuai akan menyala untuk memberikan pencahayaan tambahan kepada tanaman selada. Pengontrolan sistem dilakukan melalui programyang dikembangkan menggunakan Arduino IDE. Program ini mampu mendeteksi perubahan intensitas cahaya secara real time dan mengatur waktu serta durasi pencahayaan tambahan yang diperlukan tanaman selada. Melalui implementasi sistem pencahayaan otomatis ini, diharapkan bahwa tanaman selada dapat tumbuh dengan lebih baik dan konsisten. Sistem ini juga dapat membantu petani atau penghobi tanaman selada dalam mengoptimalkan penggunaan energi pencahayaan dengan memberikan pencahayaan tambahan hanya pada saat diperlukan. Selain itu, sistem ini dapat diintegrasikan dengan teknologi lain seperti pemantauan jarak jauh melalui jaringan internet sehingga memungkinkan pengawasan dan pengendalian tanaman selada secara remote control.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pengaruh Suhu dan Kondisi Ph terhadap Enzim Katalase pada Kentang dan Tomat sebagai Biokatalisator

Penulis: Maha Terra Auna, Naurah Hajar Nailunnabila

Enzim merupakan makromolekul yang mudah mengalami denaturasi oleh beberapa faktor antara lain, suhu dan pengaruh pH. Salah satu enzim yang terdapat pada tumbuhan adalah enzim katalase sebagai komponen metabolismenya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kondisi suhu dan kadar pH yang berbeda pada kerja enzim katalase. Bahan yang digunakan yaitu kentang dan tomat. Kentang dan tomat masing-masing diberi lima perlakuan dengan sampel yang berbeda. Sampel pertama, ekstrak tomat dan kentang masing-masing diberi larutan NaOH dan H2O2. Sampel kedua, ekstrak tomat dan kentang masing-masing diberi larutan H2O2. Sampel ketiga, ekstrak tomat dan kentang masing-masing diberi larutan HCl dan H2O2. Sampel keempat, ekstrak tomat dan kentang masing-masing direndam pada air panas kemudian diberi larutan H2O2. Sampel kelima, ekstrak tomat dan kentang masing-masing direndam pada air es kemudian diberi larutan H2O2. Kemudian tiap-tiap sampel diuji keberadaan O2 nya dengan menggunakan bara api pada lidi yang membara. Dari pengamatan yang telah dilakukan, terbukti pada saat kondisi asam dan basa, kentang masih menghasilkan gelembung udara sedang, yang berarti enzim masih bekerja walau tidak optimal, sedangkan pada tomat tidak ditemukan adanya gelembung udara. Dapat ditarik kesimpulan bahwa, 1. kerja enzim katalase pada kentang lebih efektif daripada kerja enzim katalase pada tomat dalam kondisi suhu ruangan, 2. kerja enzim katalase pada kentang lebih efektif daripada kerja enzim katalase pada tomat dalam kondisi pH yang optimal. Kata kunci : enzim katalase, suhu, pH, tomat, kentang

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

SINTESIS CARBON DOTS AMPAS TEBU SEBAGAI AUTHENTIC GUARD IN BRAND PRODUCT

Penulis: Zahra Salsabila Azis, Najwa Arifah Utami

Abstrak Ampas tebu merupakan salah satu penyumbang limbah terbanyak di Indonesia dengan jumlah mencapai 6,5 juta ton per tahun dan jumlah terbesar kedua setelah sekam padi. Di sisi lain, ampas tebu mengandung berbagai senyawa organik, seperti selulosa dan lignin yang berpotensi sebagai sumber karbon untuk sintesis Carbon dots (CDs). Carbon dots (CDs) adalah suatu material nanopartikel yang bersifat photoluminances, toksisitas rendah, memiliki daerah absorbansi yang lebar, ramah lingkungan, dan mudah untuk disintesis. Sekarang ini banyak sekali oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mengedarkan produk-produk palsu. Oleh sebab itu, dengan adanya masalah dan potensi yang dijelaskan sebelumnya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan photoluminances CDs dari ampas tebu sebagai penanda keaslian produk. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Setelah dilakukan karakterisasi CDots dari ampas tebu diharapkan dapat diaplikasikan sebagai authentic guard brand product sehingga produsen tidak merasa dirugikan dan masyarakat dapat dengan mudah mengetahui keaslian produk yang dibelinya. Kata kunci: Ampas tebu, Authentic Guard, Carbon dots.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Analisis Pengaruh Panjang Tali pada Permainan Lato-Lato terhadap Tingkat Risiko Cedera yang Mungkin Terjadi pada Pengguna

Penulis: Muhammad Binar Raffi Lazuardi

Maraknya permainan lato-lato akhir-akhir ini memberikan dampak baik terhadap saraf motorik anak. Namun, hal itu tak terhindarkan dari dampak negatif yang menyertainya. Salah satu dari dampak buruknya adalah panjang tali yang variatif relatif memberi rasa yang berbeda ketika memainkannya. Tidak jarang juga pemain mengalami benturan bola di tangannya akibat panjang tali yang tidak ideal. Oleh karena itu, evaluasi terhadap permainan ini perlu dilakukan untuk mengurangi dan mencegah jumlah korban yang terluka akibat permainan ini. Karena hal itu, peneliti ingin mengkaji dan menganalisis secara teori tentang salah satu faktor yang memengaruhinya, yaitu panjang tali, sehingga dapat meminimalisir dampak melukai pengguna dengan memperhatikan faktor-faktor yang mengakibatkan hilangnya kendali akan permainan tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan delapan orang dipilih acak untuk memainkan permainan tersebut dengan panjang tali yang disesuaikan. Kemudian hasil akan dibandingkan dengan output dari metode teoritis. Kesimpulan yang didapat, semakin pendek panjang tali semakin tinggi kemungkinan melukai penggunanya beriringan dengan tingginya nilai frekuensi tali tersebut.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pengolahan Limbar Cair Industri Tempe menjadi Pupuk Cair untuk pertumbuhan Tanaman Cabai (Capsicum anuum. L)

Penulis: Naufal Athaya Althafarras, M. Rifan Pramdhani Setiawan

Limbah cair tempe adalah limbah yang berasal dari air rendaman kedelai yang dapat mencemari lingkungan. Limbah ini menyebabkan sungai menjadi keruh dan berbau yang mengganggu kegiatan masyarakat sekitar. Namun, limbah cair tempe memiliki kandungan unsur hara yang dapat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman cabai. Oleh karena itu, pada penelitian ini limbah cair tempe dijadikan sebagai pupuk cair dengan harapan dapat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman cabai (Capsicum Annuum L.). Penelitian dilakukan di rumah Muhammad Rif’an P.S. selaku peneliti di Boyolali pada tanggal 9 Juni hingga 9 Juli 2023. Langkah kerja penelitian ini yaitu perebusan limbah cair tempe, penambahan EM4, p endiaman limbah cair tempe, pemberian pupuk cair limbah tempe, dan pengamatan hasil pertumuhan tanaman cabai. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan tanaman cabai yang diberi pupuk cair limbah tempe dengan kadar 30 ml lebih menunjukkan hasil yang lebih efektif untuk meningkat pertumbuhan tinggi dengan rata-rata 19,2 cm dan jumlah daun tanaman cabai dengan rata-rata 8,3 cm dibandingkan tanaman yang diberi pupuk 15 ml dengan rata-rata tinggi 13,9 cm dan rata-rata jumlah daun 7,6 serta tanaman yang tidak diberi pupuk apapun dengan rata-rata tinggi 10,6 cm dan rata-rata jumlah daun 6,6. Dari hasil itu menunjukkan bahwa pupuk cair tempe efektif untuk membantu meningkatkan pertumbuhan tinggi dan jumlah daun tanaman cabai.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pengaruh Perbedaan Jenis Tanah Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays) di Desa Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus

Penulis: Mohammad Baharudin Arrohman, M Lintang Maulana Zulfan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanah yang paling efektif bagi pertumbuhan tanaman jagung di Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan dua perlakuan yaitu jenis tanah aluvial dan latosol. Pengamatan dilakukan pada parameter tinggi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah aluvial lebih efektif sebagai media tanam tanaman jagung dibandingkan dengan tanah latosol. Rata-rata tinggi tanaman jagung pada tanah aluvial adalah 28 cm, sementara pada tanah latosol hanya mencapai 17,6 cm. Jenis tanah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung, dimana tanah aluvial lebih efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung dibandingkan dengan tanah latosol. Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi para petani dalam memilih kawasan dengan jenis tanah yang tepat untuk budidaya tanaman jagung dan pertimbangan bagi pemerintah dalam penataan tata-ruang wilayah.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Formulasi Bubur dari Tepung Jagung Putih (Zea mays) dan Biji Kacang Hijau (Vigna Radiata) sebagai Pengganti Nasi untuk Penderita Diabetes Melitus

Penulis: Meilina Salwa Az Zahra, Farah Adibah

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa makanan ber-Indeks Glikemik (IG) rendah mampu menurunkan resistensi insulin pada penderita Diabetes Mellitus. Masalah utama dalam diet pangan IG rendah adalah ketersediaan bahan pangan dengan IG rendah sementara makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia adalah nasi, yang tergolong pangan dengan IG tinggi. Dengan menentukan kandungan indeks glikemik beberapa bahan pangan sumber karbohidrat dari tepung jagung putih dan kacang hijau untuk memperoleh bahan pangan sumber karbohidrat ber-IG rendah sebagai pangan alternatif pengganti nasi bagi penderita Diabetes Mellitus. Jagung putih dan kacang hujau dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat non beras dalam pembuatan bubur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan bubur khusus untuk penderita diabetes berbasis jagung putih serta mengevaluasi sifat fisikokimia dan sensorinya. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap yaitu tahap persiapan, formulasi, dan pengujian sifat fisikokimia dan sensori tepung dan bubur. Bubur yang dihasilkan diuji sifat fisikokimia berupa kadar indeks glikemik, waktu pemasakan, warna, aroma, rasa, dan tekstur. Formula terbaik tepung bubur berdasarkan uji sensori adalah perbandingan jagung putih 25% dan kacang hijau 75%.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pengaruh Zat Pengaruh Tumbuh Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L.) terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Cabai Keriting (Capsicum annuum L)

Penulis: Isna Anisa Lutfiani, Durrotun Nailal Muna

ABSTRAK Cabai keriting merupakan salah satu bahan baku yang bernilai ekonomis tinggi, karena sebagai bumbu dapur banyak digunakan untuk campuran makanan yang dapat membuat masakan menjadi lebih gurih dan nikmat. Tanaman cabai dapat ditanam pada berbagai jenis tanah yaitu sawah dan tegalan (kering). Pertumbuhan dan perkembangan tanaman sangat ditentukan oleh keberadaan fitohormon. Bawang merah (Allium cepa L.) mengandung minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, dihidroaliin, flavon glikosida, kuersetin, saponin, peptida, fitohormon, vitamin dan pati. Fitohormon yang terdapat pada bawang merah di antaranya berupa auksin dan giberelin. Salah satu fungsi auksin dan giberelin adalah untuk merangsang pertumbuhan akar dan merangsang proses perkecambahan biji (memecah dormansi biji). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi ilmiah kepada masyarakat tentang pengaruh ekstrak bawang merah sebagai zat pengatur tumbuh terhadap perkecambahan dan pertumbuhan tanaman cabai keriting. Selain itu, penelitian ini juga berfungsi untuk mengedukasi masyarakat tentang pembuatan ekstrak bawang merah sebagai zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan cabai keriting. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman cabai dan bunga yang tumbuh. Penelitian ini menggunakan dengan 5 perlakuan. Setiap percobaan menggunakan 1 bibit tanaman cabai, dengan penambahan konsentrasi ekstrak bawang merah sebagai ZPT 0%, 10%, 40%, 70%, dan 100%. Hasil penelitian pemberian ZPT konsentrasi ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan tanaman cabai menunjukkan bahwa pemberian ekstrak bawang merah berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman cabai, utamanya pada tinggi tanaman dan banyak bunga yang tumbuh. Pemberian ekstrak bawang merah 10% memberikan hasil nilai terbaik. Kata kunci: ZPT, Bawang Merah, Cabai, Auksin, Giberelin

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Perbandingan Ekstrak Daun Jambu (Psidium Guajava) dan Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Sebagai Pengawet Ikan

Penulis: Ardianto Hafidz Prabowo, Cholid Al Majid

Sebagai negara maritim, Ikan adalah salah satu mata pencaharian sebagian orang di Indonesia. Ikan menjadi salah satu makanan kegemaran di Indonesia. Namun, ikan merupakan makanan yang sangat mudah untuk membusuk. Penyebabnya antara lain adalah bakteri dan jamur. Banyak pedagang yang resah karena hal ini dapat berdampak pada ekonomi mereka. Oleh karena itu dibutuhkanlah pengawet yang dapat mencegah perkembangan bakteri dan jamur. Pada zaman ini banyak sekali macam pengawet yang digunakan kepada ikan. Kebanyakan menggunakan pengawet buatan karena harga yang lebih ekonomis dan mudah ditemukan, namun pengawet buatan memiliki lebih banyak efek samping terhadap tubuh manusia. Sehingga kita tidak bisa menggunakan bahan pengawet buatan terlalu sering. Untuk menghindari dampak negatif dari pengawet buatan, kita bisa menggantinya dengan menggunakan pengawet alami. Banyak pengawet alami yang dapat kita jumpai di sekitar, contohnya adalah tumbuhan salam dan jambu. Keduanya memiliki kandungan yang sama di dalam daunnya, yaitu dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Kedua daun tersebut sangatlah terkenal akan khasiatnya di Indonesia khususnya untuk pengobatan. Disamping itu daun ini sangat mudah dijumpai di Indonesia, sehingga mudah untuk menemukan kedua daun tersebut. Karena mudah ditemukan harganya juga sangat murah, sehingga dapat digunakan untuk pengawetan ikan dalam jumlah yang besar. Daun salam dan daun jambu memiliki kandungan seperti tannin dan flavonoid yang dapat mencegah pembusukan makanan.Menurut Pianusa et al. (2015), kandungan flavonoid dan tanin yang terdapat dalam maserat buah mangrove dapat berfungsi sebagai antibakteri untuk menekan aktivitas bakteri pembusuk sehingga kesegaran ikan dapat bertahan lebih lama.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

UJI DAYA TAHAN BOTOL KEMASAN TERHADAP SUHU EKSTREM PANAS DAN DINGIN

Penulis: Azizah Nur Abidah Kustowo

Plastik merupakan senyawa organik yang mempunyai rantai yang sangat panjang karena dibentuk dari polimerisasi bahan organik dan memiliki berat molekul yang sangat besar. Plastik PETE merupakan plastik kemasan sekali pakai, tetapi masih banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan plastik jenis ini untuk pemakaian berulang yang disimpan di suhu ruang, dingin maupun panas. Namun, plastik memiliki daya susut tertentu yang menyebabkan kemasan jenis plastik ini dapat mengalami penyusutan dari ukuran awalnya. Perubahan diameter pada fisik kemasan mempengaruhi perubahan volume pada kemasan pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ketahanan botol terhadap perubahan diameter dan volume botol pada penyimpanan suhu panas dan dingin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen melalui penelitian skala labolatorium dengan analisis data secara kualitatif dan kuantitatif yaitu uji ketahanan botol terhadap panas dan dingin serta penghitungan volume. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan analisis data secara kualitatif dan kuantitatif dibuktikan bahwa botol plastik kemasan dengan daya tahan panas dan dingin paling baik dimiliki oleh botol plastik kemasan teh. Kata kunci: botol plastik PETE, suhu panas, suhu dingin

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail