1196 Hasil Pencarian
Efektivitas Saponin pada Biji Mahoni (Swietenia mahagoni) sebagai Peningkat Nafsu Makan pada Tikus Mencit
Penulis: Aulia Rahma Nur, Ardis Talitha Prasanti
Abstrak Indonesia memiliki banyak keanekaragaman hayati salah satunya adalah pohon mahoni. Pohon mahoni dikenal sebagai pohon yang memiliki banyak manfaat. Pohon mahoni diklasifikasikan sebagai tonik kesehatan ekonomis dengan manfaat yang setara dengan gabungan ginkgo biloba dan ginseng. Salah satu bagian pohon mahoni yang jarang dimanfaatkan yaitu biji mahoni yang ternyata memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Biji mahoni mengandung saponin yang dipercaya bermanfaat sebagai peningkat nafsu makan. Untuk menguji kebenaran tersebut, makan dilaksanakan penelitian ini dengan mencit yang digunakan sebagai hewan coba. Alat dan bahan yang digunakan yaitu mencit berumur 2-3 bulan sebanyak 12 ekor, biji mahoni sebanyak 1000 g, blender, gelas ukur, ayakan mesh 20, saringan, labu ukur, corong pisah, aquades, kloroform, metanol, rotary evaporator, liberman bouchardat (LB), oven, hair dryer. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental meliputi pembuatan simplisa, ekstraksi, isolasi senyawa saponin, uji fitokimia, dan pengujian yang menggunakan metode natatory exhaustion dengan empat kelompok perlakuan. Data yang diperoleh dianalisa dengan analisis pertambahan berat badan yang ditimbang menggunakan timbangan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan berat badan setelah diberikan ekstrak saponin biji mahoni secara oral yaitu pada dosis 0,8 ml/hari karena pada dosis ini terdapat peningkaatn berat badan secara konstan daripada dosis lainnya. Sehingga data tersebut menunjukan bahwa pada dosis 100 mg dapat meningkatkan berat badan secara efektif. Kata kunci: biji mahoni, saponin, nafsu makan
Pemanfaatan Tanaman Kangkung Air (Ipomoea sp.) sebagai Agen Fitoremediasi Limbah Detergen
Penulis: Melva Calysta Nijda El Ghusony, Alifiya Nashwa Rauny
Detergen merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi rumah tangga. Limbah detergen dapat menyebabkan turunnya kualitas bahan baku mutu perairan dan menyebabkan pencemaran lingkungan. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan keanekaragaman biota air salah satunya kematian beberapa spesies ikan yang berada di ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tanaman kangkung air (Ipomoea sp.) sebagai agen fitoremediasi pada limbah detergen. Media yang digunakan, yaitu 1 L air dan detergen sebanyak 10 g. Variasi jumlah tanaman yang digunakan yaitu F1(20 tanaman, 1 L air, 0 g detergen), F2(30 tanaman, 1 L air, 0 g detergen), F3(20 tanaman, 1 L air, 10 g detergen), F4(30 tanaman, 1 L air, 10 g detergen), F5(20 tanaman, 2 L air, 10 g detergen), F6(30 tanaman, 2 L air, 10 g detergen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pada F3, F4, F5, dan F6 menaikkan pH air limbah menjadi basa, terjadi perubahan warna pada F5 dan F6, sebanyak 15 batang tanaman kangkung pada F0 dan F1 yang tetap hidup dalam waktu tujuh hari. Penggunaan kangkung sebagai agen fitoremediasi limbah detergen pada penelitian ini dianggap kurang efektif karena adanya keterbatasan waktu yang dilakukan oleh peneliti.
Pengaruh Kondisi Ruangan Sekitar Terhadap Besarnya Volume Gelombang Suara Yang Didengar Manusia
Penulis: Muhammad Fardha Lu'ay, Achmad Dzulhilmi
Suhu merupakan satuan yang digunakan untuk mengukur tingkat kondisi panas atau dingin suatu benda. Wonderopolis mengakatakan bahwa bila suhu dapat memengaruhi kecepatan rambatan gelombang suara di suatu ruangan. Semakin tinggi suhu suatu ruangan, maka rambatan gelombang suara akan menjadi lebih cepat, begitu pula sebaliknya. Di samping kecepatan, kami akan meneliti tentang pengaruh besarnya suhu ruangan terhadap volume suara di ruangan.Penelitian ini merupakan penelitian jenis percobaan. Pada penelitian ini, kami akan menggunakan media untuk merekam hasil percobaan dan mencatat hasil-hasilnya lalu kami akan menganalisis pengaruh, faktor-faktor di dalamnya, dan lain-lain. ditemukan bahwa kondisi suhu ruangan cenderung kurang memengaruhi besarnya volume gelombang suara. Berbeda halnya dengan besarnya kecepatan gelombang suara yang dipengaruhi suhu dapat berpengaruh terhadap kondisi suhu ruangan di sekitarnya. Pengaruh kecepatan gelombang suara terhadap kondisi suhu di sekitarnya telah diteliti dan diujikan oleh sebagian orang. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa kondisi suhu ruangan di sekitar gelombang suara cenderung kurang memengaruhi besarnya volume gelombang suara tersebut. Hanya ada sedikit sekali perbedaan besanya volume dari dua kondisi ruangan sekitarnya
PENGARUH EKOENZIM DARI LIMBAH DAUN BAYAM DAN DAUN SAWI SEBAGAI PENGAWET PADA BUAH PISANG
Penulis: Naely Nurus Sa'adah, Yunita Rahma Fauziyah
Pisang merupakan buah yang memiliki kadar air relatif tinggi yang rentan mengalami pembusukan. Pembusukan dapat menurunkan nilai jual buah Pisang, sehingga diperlukan adanya solusi pengawet alami yang dapat menghambat proses pembusukan salah satunya menggunakan ekoenzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta komposisi ekoenzim dari limbah daun bayam dan daun sawi terhadap skala mutu pada buah Pisang. Perlakuan yang digunakan yaitu F1 (57g daun bayam dan 18g daun sawi), F2 (38g daun bayam dan 37g daun sawi), F3 (18g daun bayam dan 57g daun sawi) dan F0 (kontrol tanpa pemberian ekoenzim). Pembuatan ekoenzim dilakukan selama satu bulan. Penelitian ini dilakukan dengan menyemprotkan ekoenzim pada buah pisang dan diamati skala mutu buah setiap harinya. Penelitian dihentikan pada hari ke 4 karena pada pisang kontrol sudah terjadi pembusukan secara sempurna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberikan ekoenzim dari limbah daun bayam dan daun sawi dengan formula 1 dapat menghambat pembusukan ditandai dengan warna dan tekstur buah pisang yang masih cukup segar hingga ke empat dibandingkan perlakuan lainnya.
Pemanfaatan MInyak Jelantah dan Ekstak Kulit Jeruk Purut(Cytrus hystrix) sebagai Sediaan Lilin Aromaterapi
Penulis: Naila Azzahra Ramadhani, Ruwaida Insyafani
Minyak goreng merupakan bahan pokok yang digunakan masyarakat Indonesia untuk menggoreng makanan. Penggunaan minyak jelantah secara berulang dan terus menerus bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu, dibuatlah sebuah inovasi untuk mengatasi masalah limbah minyak jelantah berupa pengalokasian sebagai bahan pembuatan lilin. Pembuatan lilin ini ditambah dengan minyak atsiri dari kulit jeruk purut (Cytrus hystrix) yang telah diekstrak. Kulit jeruk berperan sebagai penambah aroma dan salah satu zat yang tidak disukai nyamuk karena mengandung limonene dan sitronela. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak konsentrasi ekstrak yang lebih efektif untuk mengusir nyamuk. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 0,05; 0,1; 0,2 (dihitung dalam satuan persen dari berat basis lilin). Penelitian ini dilakukan dengan menghitung mortalitas nyamuk yang mati saat melakukan percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang paling efektif digunakan untuk mengusir nyamuk yaitu lilin dengan campuran ekstrak kulit jeruk purut (Cytrus hystrix) dengan konsentrasi 0,2%. Kata kunci : ekstrak kulit jeruk purut (Cytrus hystrix), lilin aromaterapi, minyak jelantah, mortalitas nyamuk
PENGARUH LIMBAH AIR CUCIAN BERAS DAN TEKNOLOGI SONIC BLOOM PADA PERTUMBUHAN TANAMAN BAWANG MERAH
Penulis: Naufal Fawwaz Shalahuddin
Limbah air cucian beras merupakan hasil buangan masyarakat yang pada umumnya sudah tidak dimanfaatkan lagi, padahal limbah tersebut masih bisa diolah dan dimanfaatkan salah satunya dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman. Teknologi Sonic Bloom merupakan perpaduan antar penggunaan getaran suara dengan pemberian nutrisi sebagai pupuk daun pada tanaman. Contohnya, untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, maka tanaman dipapar dengan gelombang suara pada frekuensi tertentu dan kemudian diberi pupuk daun. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Pengaruh Penggunaan Limbah Air Cucian Beras dan Teknologi Sonic Bloom terhadap Peningkatan Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah. Lokasi penelitian bertempat di MAN 2 Kudus dan Ponpes Darul Barokah Al-Quds . Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan, yaitu k0 (kontrol)= 0% tanpa pemberian air cucian beras, k1= 25% limbah air cucian beras, k2= 50% limbah air cucian beras dan k3= 75% limbah air cucian beras yang tentunya dengan adanya pengaruh dari teknologi sonic bloom . Peneliti melakukan observasi secara langsung selama 10 hari menggunakan tanaman bawang merah dengan variasi perlakuan antara tanaman yang disiram dengan air cucian beras dengan media tanam tanah dengan menggunakan teknologi sonic bloom. Dari kegiatan tersebut didapatkan data bahwa penggunaan air cucian beras dengan teknologi sonic bloom dapat mempercepat daya pertumbuhan dan lebih efektif diterapkan pada media tanam tanah, karena dilihat dari faktor tinggi batang dan daya pertumbuhannya lebih tinggi ketimbang yang tidak menggunakan teknologi sonic bloom. Kata Kunci: Limbah Air Cucian Beras, Teknologi Sonic Bloom, Bawang Merah
Aplikasi Kitosan Udang dengan Edible Coating pada Suhu Rendah untuk Memperlama Masa Simpan Buah Anggur (Vitis vinivera)
Penulis: Evandaru Budiyanto, Muhammad Akbar Permana
Buah anggur merupakan buah yang sering dikonsumsi masyarakat pada umumnya, buah ini memiliki masa simpan yang cenderung singkat. Memperlama durasi simpan dapat dilakukan melalui menghambat laju respirasi dan produksi etilen. Pendinginan yaitu perlakuan yang dilakukan selama ini untuk menghambat laju reaksi. Penyimpanan pada suhu dingin dapat memperlama masa simpan dan mempertahankan kualitasnya. Selain itu, Pemberian lapisan pada kulit buah atau disebut juga dengan edible coating mampu memberikan kekuatan mekanik untuk menahan keluar masuknya gas serta mengurangi transpirasi buah sehingga dapat memperlama masa simpan buah-buahan. Pada pelapisan kami menggunakan kitosan udang yang mudah didapatkan dan aman digunakan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapisan atau edible coating larutan kitosan udang pada suhu yang rendah terhadap buah anggur. Lokasi penelitian ini dilakukan di laboraitorium MAN 2 Kudus. Peneliti melakukan observasi secara langsung selama 16 hari menggunakan buah anggur dengan variasi perlakuan antara tanpa perlakuan, dengan perlakuan lapisan larutan kitosan pada suhu kamar (25oC), dan dengan perlakuan lapisan larutan kitosan pada suhu rendah (5oC). Dari kegiatan tersebut didapatkan data bahwa pelapisan larutan kitosan dapat memperpanjang masa simpan buah anggur, karena dilihat dari faktor karakteristik warna, aroma, dan tekstur yang dapat dipertahankan lebih lama.
Pengaruh Pemberian Kompos Limbah Media Tanam Jamur pada Pertumbuhan Kangkung Darat (Ipomoea reptans poir)
Penulis: Indana Aulia, Maulida Yusfarina Rahma
Kangkung Darat (Ipomoea reptans poir) merupakan tanaman tropis bernilai ekonomi tinnggi. Perawatan dan adaptasi pertumbuhan yang mudah menjadikan tanaman kangkung banyak dibudidayakan. Namun seringkali terjadi pertumbuhan yang kurang baik pada tanaman kangkung menjadikan banyak sekali tanaman kangkung yang tidak membuahkan hasil. Pertumbuhan tanaman kangkung dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk dan lainnya. Limbah media tanam jamur yang biasanya tidak terpakai kini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos untuk pertumbuhan tanaman kangkung yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans poir) yang pada proses tanamnya ditambahkan pupuk kompos dari limbah media tanam jamur. Konsentrasi yang digunakan adalah kontrol dan sampel yang di tambahkan dengan limbah media tanam Jamur Kuping dan Jamur Tiram. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa pertumbuhan tanaman kangkung yang ditambahkan kompos limbah media tanam jamur dapat tumbuh lebih baik dan lebih cepat daripada kontrol. Untuk hasil perbandingan kompos dari media tanam jamur kuping dan media tanam jamur tiram mendapatkan hasil yang lebih unggul dengan kompos limbah media tanam Jamur Kuping namun selisihnya tidak terpaut jauh. Kata kunci Kangkung Darat, Limbah Media Tanam Jamur Kuping dan Jamur Tiram, Pertumbuhan.
PENGARUH BIOREMEDIASI MENGGUNAKAN TANAMAN MATA LELE (Lemna minor) PADA LIMBAH CAIR DETERJEN
Penulis: Nur Wisma Arfiana, Guevara Lana Badra Syarifah
Fitoremediasi, teknologi ramah lingkungan yang baik secara ekologis dan ekonomis merupakan alternatif yang menarik untuk metode pembersihan saat ini yang sangat mahal. Fitoremediasi merupakan teknologi remediasi in-situ yang memanfaatkan kemampuan yang melekat pada tumbuhan hidup. Fitoremediasi menggunakan tumbuhan untuk membersihkan pencemaran di lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui pengaruh bioremediasi menggunakan tumbuhan tanaman mata lele (Lemna minor) terhadap kejernihan air akibat limbah deterjen. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan selama 12 hari (F0,F1,F2). Penelitian ini bersifat observasi. Desain aplikasi fitoremidiasi yaitu dengan memanfaatkan tanaman air mata lele (Lemna minor) dan limbah deterjen dilanjutkan dengan mengamati hasilnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bioremediasi dapat menjernihkan kualitas air yang tercemar limbah deterjen dengan tanaman mata lele adalah sebesar 20%.
Pemanfaatan Limbah Kulit Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) sebagai Adsorben untuk pejernihan air akibat pewarna tekstil di Desa Troso Kecamatan Pecangaan Jepara
Penulis: LINTANG EVODYA NIRAYA PUTRI, Diandra Syifa Ananta Putri
Air limbah yang terkontaminasi oleh berbagai zat organik dan anorganik merupakan masalah lingkungan yang signifikan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan pemanfaatan adsorben alami dari limbah ubi kayu. Limbah ubi kayu mengandung bahan-bahan seperti pati, selulosa, dan lignin yang memiliki potensi sebagai adsorben untuk menghilangkan zat pencemar dalam air limbah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adsorben hasil dari pemanfaatan limbah ubi kayu dan efektivitas pengaplikasian adsorben dari limbah ubi kayu terhadap pencemaran air akibat pewarna tekstil. Langkah-langkah pengolahan limbah ubi kayu termasuk pengeringan, penggilingan, dan pemisahan untuk memisahkan komponen yang berpotensi sebagai adsorben. Pengujian adsorpsi dilakukan dengan mengkontakkan adsorben limbah ubi kayu dengan air limbah yang mengandung kontaminan seperti pewarna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa adsorben limbah ubi kayu kurang efektif dalam menghilangkan kontaminan seperti pewarna dari air limbah. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas adsorpsi, seperti bau, warna serta ketampakan. Dengan demikian, pemanfaatan adsorben dari limbah ubi kayu memiliki potensi sebagai alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis dalam penjernihan air limbah yang terkontaminasi pewarna tekstil melalui proses perendaman akan tetapi kurang efektif jika digunakan untuk menjernihkan air sungai.