1196 Hasil Pencarian
Analisis Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Konsep Weton dalam Adat Pernikahan di Desa Karangnongko Nalunsari Jepara dalam Perspektif Hukum Islam
Penulis: Aghnia Rachma, Fadhia Tsuraya Nabila
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepercayaan masyarakat terhadap konsep weton dalam adat pernikahan di Desa Karangnongko serta mengetahui perspektif hukum islam tentang tradisi weton dalam adat pernikahan di Desa Karangnongko. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian ini adalah dengan cara wawancara kepada tokoh agama di Desa Karangnongko. Hasil dari wawancara tersebut dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat Desa Karangnongko yang percaya terhadap konsep weton dalam adat pernikahan. Masyarakat menggunakan hitungan weton untuk menentukan kecocokan antara calon mempelai sebelum melaksanakan pernikahan. Hal tersebut dilakukan hingga sekarang sebagai bentuk menghormati para leluhur dan melestarikan kebudayaan Jawa. Masyarakat Desa Karangnongko memiliki beberapa cara dalam menghitung weton untuk menentukan kecocokan antara calon mempelai. Selain itu masyarakat juga memiliki alternatif lain ketika tidak ditemukan kecocokan dalam hitungan weton. Prespektif hukum Islam terhadap tradisi penggunaan weton dalam pernikahan hukumnya boleh. Karena percaya terhadap adanya weton tidak dipermasalahkan “tidak dalam kategori kesyirikan.” Kata kunci : Hukum Islam, Kepercayaan, Pernikahan, Weton Pembimbing : Shobah Muqorrobien Dirjani, S.Pd.I, M.SI Daftar Pustaka : 1974-2022
Pemggunaan Sufi Healing Sebagai Metode Penyembuhan Gangguan Jiwa
Penulis: Adena Vanestya, Elma Fika Izzati
Konsep sufi healing menurut Amin Syukur merupakan sebuah konsep sistematis dengan berlandaskan Islam, Iman, dan Ihsan serta menggunakan metode syariat, hakikat, dan makrifat. Objeknya pada sufi healing adalah qalb, nafs, dan jasad. Penelitian dilakukan dengan cara wawancara kepada guru yang faham mengenai sufi healing dan tasawuf psikoterapi di MAN 2 Kudus. Artikel ini memiliki tujuan untuk mendiskripsikan konsep sufi healing menurut Amin Syukur dan mendiskripsikan penerapan konsep sufi healing dalam proses penyembuhan gangguan jiwa. Pada artikel ini pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, serta dokumen dengan pendekatan fenomenologi.
Metode Talaqqi yang Diterapkan dalam Proses Pembelajaran Nahwu Sharaf di Pondok Pesantren Yasin Kudus
Penulis: Amrina Rosyada, Arini Nawalia Nuhaz
Metode Talaqqi adalah cara pertemuan ustadz dan santrinya secara langsung. Dari situ para santri dapat melakukan proses pembelajaran dengan bertatapan langsung dengan ustadz tanpa perantara lain, sehingga kemampuan dan perkembangan tiap santri dapat terukur. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan tiap santri dalam memahami Nahwu Sharaf. Hal ini terbukti pada saat peneliti melakukan penelitian dengan judul “Metode Talaqqi yang Diterapkan dalam Proses Pembelajaran Nahwu Sharaf di Pondok Pesantren Yasin Kudus”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran dengan Metode Talaqqi yang diterapkan dalam pembelajaran Nahwu Sharaf di Pondok Pesantren Yasin Kudus, bagaimana hubungan Metode Talaqqi dengan kemampuan santri dalam proses pembelajaran Nahwu Sharaf di Pondok Pesantren Yasin Kudus dan apa saja keunggulan dan kelemahan Metode Talaqqi dalam proses pembelajaran Nahwu Sharaf di Pondok Pesantren Yasin Kudus. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dan jenis penelitiannya adalah observasi dan wawancara. Observasi dilakukan melalui pengamatan secara langsung di lingkungan penelitian dan wawancara dilakukan peneliti dari beberapa santri Progam Keagamaan Pondok Pesantren Yasin Kudus. Hasil wawancara dan observasi langsung yang dilakukan peneliti memperoleh kesimpulan bahwa, Metode Talaqqi kurang disukai oleh beberapa santri karena dirasa kurang efektif dan sulit dalam memahamkan. Nahwu Sharaf itu merupakan ilmu yang pasti. Dari sejak dulu sampai sekarang Nahwu Sharaf akan tetap sama. Maka, bagi santri yang pernah belajar akan mudah dalam menangkap materi sehingga mereka tinggal memperdalam apa yang pernah dipelajari. Sedangkan, santri di Pondok Pesantren Yasin lebih banyak yang belum pernah belajar Nahwu Sharaf. Jadi, metode ini dianggap kurang dalam meningkatkan kemampuan santri jika para santri tidak benar-benar dalam mendengarkan materi yang dijelaskan. Kata Kunci: Metode Talaqqi, Nahwu, Sharaf. Pembimbing: Is’adur Rofiq, S.Ag Daftar pustaka: 1985-2021
Nilai Budaya Jawa dalam Tradisi Grebeg Apeman di Undaan Lor sebagai Usaha Integrasi Warga Berbasis Kearifan Lokal
Penulis: Verina Khoiril Azhar, Yasmin Anisa Manaf
Tradisi Grebeg Apeman di Undaan Lor telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa, khususnya di daerah Undaan Lor, Kudus, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis lebih dalam mengenai nilai budaya Jawa yang terkandung didalam tradisi Grebeg Apeman serta bagaimana tradisi tersebut berkontribusi dalam upaya integrasi warga berbasis kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Grebeg Apeman tidak hanya merupakan perayaan keagamaan, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Jawa dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam. Nilai-nilai seperti gotong royong, rasa saling menghormati, dan kebersamaan sangat kuat terwujud dalam pelaksanaan tradisi ini. Selain itu, Grebeg Apeman juga berperan sebagai wadah untuk bersosial, di mana partisipasi aktif berasal dari berbagai lapisan masyarakat saling memperkuat solidaritas dan persatuan. Dengan demikian, tradisi Grebeg Apeman tidak hanya mempertahankan warisan budaya Jawa, tetapi dapat berfungsi sebagai upaya untuk memperkuat ikatan sosial dan wadah integrasi berbasis kearifan lokal
Upaya Preventif Perilaku Konsumtif Anak Remaja Terhadap E-commerce Di Kelas 11 Man 2 Kudus
Penulis: Tsaniya Zakiyatun Nufus, Tsaniya Zakiyatun Nufus
Pada zaman sekarang banyak orang menggunakan aplikasi untuk melakukan belanja online dari anak kecil sampai anak dewasa, karena semakin majunya teknologi yang membuat orang mudah melakukan belanja online tanpa datang ke tokonya dengan melalui aplikasi belanja online atau e-commerce. Dengan begitu menimbulkan perilaku boros dengan memembeli barang yang tidak diperlukan atau tidak bermanfaat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian untuk mendapat metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan observasi.Responden dalam penelitian ini sebanyak 9 0rang. Dari observasi yang kami lakukan 50% siswi Di Man 2 Kudus berperilaku konsumtif dan lebih mementingkan keinginan daripada kebutuhan, Karena gengsi dan mengitu tren agar tidak ketinggalan gaya, serta memiliki keinginan yang tinggi. Kata kunci: Perilaku Konsumtif, E-Commerce, Upaya Preventif
Sulung Petarung: Penerapan Authority Parenting dalam Pengambilan Keputusan Karir Sulung pada Masa Emerging Adulthood
Penulis: Suryahni Wijaya, Taracayla Daryabudi Deadema
Usia emerging adulthood (18-25) dimana kondisi tersebut remaja memulai pencarian jati diri untuk mencapai suatu jenjang karir impian, terutama pada anak yang memiliki posisi ordinal kelahiran pertama dalam keluarga. Tetapi, pada kenyataannya tidak semua remaja memiliki opsi sesuai dengan keinginan diri dikarenakan kontrol orangtua. Dampak yang diakibatkan dari adanya campur tangan orangtua pada jenjang karir seorang anak dapat berpotensi positif maupun negatif, potensi negatif terjadi apabila kemampuan anak tidak sesuai dengan keputusan kontrol yang diberikan oleh orantua. Oleh karena itu, penulis melakukan studi dan penelitian tentang penerapan authority parenting dalam pengambilan keputusan karir. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1-23 Mei 2023, bertempat di lokasi Universitas Muria Kudus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan dengan teknik kuesioner dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data yaitu dengan merangkum dan menarik kesimpulan penting berkaitan dengan keputusan karir. Dalam penelitian ini, penyajian data disajikan dalam bentuk kata kata atau teks deskripsi. Penarikan kesimpulan dikemukakan dalam bentuk naratif sebagai jawaban dari rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal. Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) Peran orangtua tidak termasuk dalam pola asuh tegas, dikarenakan 0% orangtua yang menggunakan authority parenting dalam 10 responden inti (2) Kontrol orangtua cenderung tidak mengontrol dengan tegas apa yang menjadi pertimbangan keputusan anak (3) Tanggapan anak bervariasi tergantung peran dan kontrol yang dimainkan orangtua.
Studi Korelasi Labelling Remaja Jompo terhadap Prestasi Siswa MAN 2 Kudus
Penulis: Naila Alya Ramadhani, Tabina Naura Putri
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh korelasi labelling remaja jompo dan prestasi siswa MAN 2 Kudus. Remaja jompo adalah remaja yang mengalami kelelahan akibat padatnya aktivitas di sekolah. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) untuk mengetahui penyebab utama siswa MAN 2 Kudus yang mengalami remaja jompo, 2) untuk menganalisis hubungan labelling remaja jompo dengan prestasi siswa MAN 2 Kudus, 3) untuk mengkaji solusi mengatasi remaja jompo dalam rangka meningkatkan prestasi MAN 2 Kudus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2023, bertempat di MAN 2 Kudus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan dengan teknik kuisioner dan wawancara. Responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yang memenuhi kriteria. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa 1) Remaja jompo disebabkan karena kelelahan akibat kegiatan dan tugas sekolah, 2) Siswa yang mendapatkan label sebagai remaja jompo memiliki prestasi yang cukup, 3) Jika siswa mendapatkan label remaja jompo, beberapa solusi yang dapat dipertimbangkan adalah : Atur waktu istirahat, atur jadwal belajar yang seimbang, prioritaskan tugas, variasi metode belajar, dorongan positif, aktivitas fisik, bicarakan dengan orang tercinta atau guru.
Eksplikasi Efek People pleaser Terhadap Kesehatan Mental Gen Z Di MAN 2 Kudus
Penulis: Khanza Indria Zahrani, Solida Muhimmah
Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya sikap people pleaser di kalangan siswa dan siswi (Gen Z) menurut observasi yang dapat mengganggu kesehatan mental. Masalah yang sering terjadi di kalangan orang remaja yaitu mereka yang merasa tidak enak atau tidak nyaman dengan orang lain padahal mereka ingin mengutarakan pendapat atau ketidak setujuannya terhadap suatu masalah, dan seorang People Pleaser ini akan selalu berkata “Ya” agar orang lain merasa senang dengan dirinya tetapi membuat diri sendiri merasa dirugikan. Hal ini tentu menarik untuk dibahas lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola penerapan people pleaser di kalangan siswa, untuk mengkaji efek people pleaser bagi kesehatan mental siswa, dan untuk mengetahui cara mengatasi people pleaser di kalangan siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2023, bertempat di MAN 2 Kudus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan data yang dikumpulkan diperoleh dari hasil wawancara, kuesioner, serta observasi pada siswa-siswi MAN 2 Kudus. Peneliti melakukan wawancara terhadap para informan dengan mewawancarai langsung di MAN 2 Kudus dengan mengambil sampel secara... sebanyak 25 responden yang memenuhi kriteria dengan data yang disajikan dalam bentuk deskripsi. Hasil penelitian menyatakan 1) people pleaser di kalangan siswa-siswi MAN 2 Kudus yang mengalaminya dalam kehidupan sehari-hari nampak sulit mengatakan tidak atau memiliki rasa tidak enakan, serta ketergantungan pada penerimaan sosial, 2) People pleaser dapat menyebabkan efek negatif seperti peningkatan stres, ketidakstabilan emosi, kehilangan jati diri, bahkan sampai depresi, 3) dapat dilakukan dengan membuat "boundaries" atau batasan yang diluar kendali untuk melindungi diri dan memahami kebutuhan dari situasi atau hubungan yang merugikan. Kata Kunci : Kalangan Siswa, Kesehatan Mental, MAN 2 Kudus, People Pleaser
Fenomena Hijab Fashion Ditinjau dari Perspektif Fikih Berbusana (Studi Kasus di IAIN Kudus)
Penulis: Ashilatul 'Ariqoh Wahyudi, Ratna Rahmadiana
Saat ini sudah banyak wanita muslimah yang berjilbab, namun hanya sedikit yang memahami tujuan berjilbab. Muslimah yang berjilbab, tetapi mengenakan pakaian yang sangat ketat sehingga setiap lekuk tubuhnya terlihat sangat jelas, terutama di bagian dada yang sengaja ditonjolkan. Penelitian ini membahas tentang Fenomena Hijab Fashion Ditinjau dari Perspektif Fikih Berbusana (Studi Kasus di IAIN Kudus). Adapun masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu, bagaimana fenomena hijab fashion ditinjau dari perspektif fikih berbusana. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengkaji fenomena hijab fashion ditinjau dari perspektif fikih berbusana. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif deskriptif berupa studi lapangan (field research), melakukan pengumpulan data secara langsung turun ke lapangan dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara tentang fenomena trend penggunaan hijab fashionable di kalangan mahasiswi IAIN Kudus. Hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: mahasiswi IAIN Kudus sebagian besar belum menerapkan cara ber hijab dan berpakaian sesuai syariat sepenuhnya, gaya hijab dan berpakaian para mahasiswinya masih mengikuti trend fashion, mereka mempunyai cara berhijab yang bervariasi, seperti berhijab syar'i tapi pada saat mata kuliah agama Islam saja, berhijab saat dikampus tapi tidak berhijab saat diluar kampus, ada yang sudah kondisional dan ada yang belum kondisional dalam memakai hijabnya. Beberapa factor yang mempengaruhi diantranya: mengikuti perkembangan zaman, tidak ingin ketinggalan trend, meningkatkan rasa percaya diri agar punya banyak teman kekinian.
Implementasi Divisi Artikel dalam Ekstrakurikuler JFC sebagai Media Difusi Informasi
Penulis: Adiiba Zahro Prastyani, Nur Aida Rahmawati
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penyebaran informasi semakin maju dan berkembang pesat. Banyak informasi yang dapat diakses setiap harinya. Informasi yang didapat oleh masyarakat tersebut sangat beragam jenisnya. Sebelum masyarakat dapat menikmati berita, ada keringat dan jerih payah wartawan sebagai peliput yang mencari data sebagai sumber dalam menulis berita. Media adalah gerbang bagi setiap individu untuk mendapatkan informasi. Berbagai informasi yang beredar di masyarakat bisa membuat suatu perubahan, baik ke arah positif maupun negatif. Media yang dimaksud dalam penelitian ini adalah divsi artikel yang ada dalam ekstrakurikuler JFC yang tugasnya adalah menulis artikel. Artikel tersebut kemudian disebarluaskan agar difusi informasi dapat terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkann dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini sebanyak 2 orang. Populasi dalam penelitian ini ditentukan di MAN 2 Kudus, yaitu yang termasuk dalam anggota ekstrakurikuler JFC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel dan difusi informasi memiliki hubungan yang dapat menyebabkan tercapainya implementasi divisi artikel dalam ekstrakurikuler JFC sebagai media difusi informasi. Artikel yang ditulis oleh divisi artikel dalam ekstrakurikuler JFC akan disebarluaskan dan akan dibaca oleh para pembaca artikel tersebut. Artikel yang sudah disebarluaskan dan dibaca oleh masyarakat berarti telah mengalami tahap difusi informasi. Kata kunci: divisi artikel, ekstrakurikuler, jurnalistik, difusi, informasi.