1196 Hasil Pencarian

Penulis: Barita Yani Kurniawan, S.Pd.

Abstrak tidak tersedia untuk penelitian ini. Silakan lihat dokumen lengkapnya.

Umum Tahun 2022/2023
Lihat Detail

EFEKTIVITAS SENAM OTAK (BRAIN GYM) DALAM MERESTORASI FOKUS BELAJAR PADA ANAK USIA 6-11 TAHUN

Penulis: Noor Hamzah Syihabuddin, Mohammad Zaenal Abidin

Senam otak (brain gym) merupakan serangkaian gerakan sederhana yang membantu mengoptimalkan fungsi dari segala macam pusat yang ada di otak manusia. Metode senam otak menitikberatkan pada penggunaan aktifitas gerakan-gerakan untuk menarik keluar seluruh potensi seseorang sehingga diharapkan dapat memperlancar aliran darah dan meregangkan saraf akibat kelelahan dan stres belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas senam otak terhadap konsentrasi belajar pada siswa kelas V di MIN Kudus. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Experiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Kesimpulannya adalah terdapat Efektivitas Senam Otak Terhadap Konsentrasi Belajar Pada Siswa Kelas V di MIN Kudus. Saran dari peneliti yaitu merekomendasikan kepada guru agar mengintr

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Kesetaraan gender : Peran Wanita Sebagai Tulang Punggung Keluarga Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Driver Ojek Online Wanita di Kota Kudus)

Penulis: Nisrina Lathifah Nur Razan, Meutya Kanaya

Kesetaraan gender merupakan suatu kondisi dimana porsi dan siklus sosial dan wanita dan pria setara, seimbang dan harmonis. Kesetaraan gender mengupayakan bagaimana pria dan wanita memiliki kesempatan untuk merealisasikan hak-hak dan potensinya untuk memberikan kontribusi pada perkembangan politik, ekonomi, sosial, dan budaya, serta sama-sama dapat menikmati hasil dari perkembangan itu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran driver ojek online yang menjadi tulang punggung keluarga di tinjau dari perspektif hukum Islam. Dimana di dalam hukum Islam Allah tidak membedakan antar pria dan wanita yang artinya pria dan wanita mempunyai hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, masih belum terjadi kesetaraan gender dilingkungan masyarakat. Belum terciptanya kesetaraan gender terjadi akibat kondisi tidak adil dari sistem dan struktur sosial, sehingga baik wanita maupun pria menjadi korban dari pada sistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah budaya dalam masyarakat dan juga persepsi masyarakat tentang pembagian peran antara pria dan wanita. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan kualitatif. ---Kata Kunci: Kesetaraan Gender, Pria, Wanita

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

NORA (Uno Cultural Card) : Pengenalan Budaya Tradisional Indonesia berbasis Game Multiplayer dalam Implementasi Jiwa Nasionalisme

Penulis: Bilqis Fina Maulida, Maulidiana Abidatul Labibah

ABSTRAK Kebudayaan Indonesia setiap zaman selalu mengalami perubahan, melihat kenyataan bahwa masyarakat Indonesia saat ini lebih memilih kebudayaan asing yang mereka anggap lebih menarik ataupun lebih unik dan praktis. Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui modifikasi kartu uno menjadi NORA (Uno Cultural Card) sebagai media pengenalan budaya tradisional Indonesia. 2) untuk menganalisis pengetahuan pemain tentang kebudayaan tradisional Indonesia sebelum dan sesudah bermain NORA. 3) untuk mengetahui manfaat yang didapatkan dengan adanya NORA sebagai pengenalan budaya tradisional Indonesia dalam implementasi jiwa nasionalisme. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain quasy experiment pretest-posttest control group design yang diolah dan dianalisis melalui hasil uji paired sample t test. Pengambilan sampel diperoleh dari MIN Kudus sebanyak 98 siswa. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, angket, pretest, posttest dan dokumentasi. Untuk menjamin kredibilitas data maka penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil nilai pre test 50 responden adalah 41 sedangkan hasil post test dengan responden yang sama adalah 51,8. Dengan hasil t – hitung menunjukkan -3.764 dengan P value 000 < 0,05 (?) maka H? ditolak dan H? diterima. Menurut data tersebut terjadi peningkatan pemahaman siswa tentang kebudayaan Indonesia setelah bermain NORA. Data angket menunjukkan bahwa 1% sangat tidak bangga pada budaya tradisional Indonesia, 1% tidak bangga pada budaya tradisional Indonesia, 3% ragu-ragu untuk bangga pada budaya tradisional Indonesia, 28% siswa bangga pada budaya tradisional Indonesia, 67% siswa sangat bangga pada budaya tradisional Indonesia, berdasarkan data tersebut didominasi oleh siswa yang merasa sangat bangga pada budaya tradisional Indonesia. Kata kunci (keywords): kebudayaan tradisional Indonesia, nasionalisme, pengenalan budaya, UNO.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Menggali Sejarah dan Makna BURATIH (Bubur Merah Putih) pada Peringatan Hari Penting Tradisi Jawa

Penulis: Saskia Naela Sofa Azzahro, Khorida Rojwaya

Abstrak Kebudayaan merupakan aktivitas manusia yang dilakukan berulang. Wujud kebudayaan berupa ide, perilaku, dan kebendaan. Setiap budaya yang ada di Indonesia memiliki tradisi masing-masing. Tradisi-tradisi yang telah ada bukan berarti tidak memiliki makna, melainkan sudah memiliki makna dan tujuannya yang akan dicapai.Tujuan penelitian ini untuk menggali sejarah dan makna dari BURATIH (Bubur Merah Putih) pada Peringatan Hari Penting Tradisi Jawa. Tradisi jawa yang dimaksud adalah untuk acara-acara selametan untuk dirinya dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode wawancara observasi dokumentasi. Bubur merah putih melambangkan sedulur papat lima pancer yang artinya manusia lahir di dunia bersama sedulur papat lima pancer yang mana kelahiran tersebut harus diberi selametan agar berkah. Bubur putih artinya kebaikan dan bubur merah berani dan semangat. Rasa dalam bubur merah putih adalah manis dan gurih. Proses pembagian bubur merah putih ke para tetangga sekitar tempat tinggal setelah dibuat, dipanjatkan doa-doa dan pembagian bubur tersebut juga bertujuan untuk menjaga kerukunan antar tetangga. Kata Kunci; kebudayaan, bubur merah putih, lambang, tradisi.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

TRADISI WETONAN SEBAGAI BASE CULTURE PENCEGAHAN ANAK STUNTING DI DEMAK

Penulis: Nabila Aufa Shofiana, Huro Aina Maida A.U

Penelitian “Tradisi Wetonan sebagai Base Culture Pencegahan Anak Stunting di Demak” bertujuan untuk mengungkap adanya keterlibatan urgensi budaya Wetonan dalam menangani gizi buruk anak (stunting) di Demak. Faktanya tahun 2022 masih ada 20 anak stunting di Demak, Untuk Jawa Tengah, anak kurang gizi tahun 2022 masih ada 4.394 anak, sebanyak 26 meninggal dan 1.064 masih perawatan. Padahal ini ada di masa modern, khususnya Demak yang mempunyai program KB,. lumbung padi nasional dan bumi wali yang banyak membuahkan budaya lokal seperti Wetonan. Untuk mengungkap itu perlu penelitian lapangan, yang pengambilan datanya melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dari sumber primer dan skunder, kemudian data di uji keabsahannya kemudian baru dianalisis dan di sajikan. Hasilnya ternyata budaya wetonan masih dilakukan masyarakat Demak, dengan mengadakan upacara slametan kecil-kecilan setiap 35 hari (weton pasaran) dari kelahiran bayi. Dalam wetonan ini dibagikan nasi bungkus kumplit dengan sayur dan ikannya pada tetangga yang mempunyai anak balita. Terbukti juga masyarakat yang melakukan budaya wetonan tidak didapati anak stunting. Kemanfaatannya terbukti mampu mencegah stunting karena hampir setiap 2 atau 3 hari sekali ada wetonan dalam satu lingkungan RT, sehingga kekurangan gizi dapat dihindarkan, atas dasar inilah budaya wetonan bermanfaat dan terus dilakukan masyarakat Demak

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Efektifitas Pasar Kaget sebagai Sarana Memenuhi Kebutuhan Dasar Keluarga bagi Karyawan Wanita Pabrik

Penulis: Rahma Shabrina Rahadatul'aisy, Hilyatul Muniroh

Kota Kudus dikenal oleh masyarakat luas sebagai kota yang mempunyai banyak pabrik. Pabrik - pabrik tersebut antara lain, tembakau, tekstil, dan elektronik bahkan kulineran terdapat di kota ini. Banyaknya pabrik di Kudus dijadikan penopang perekonomian sebagian masyarakat di kota Kudus. Kota Kudus yang mempunyai jumlah karyawan pabrik Djarum sebanyak 89 ribu karyawan. Jumlah tenaga kerja yang meraup lebih dari 41.789 orang yang tersebar di kawasan brak seluruh Kudus. Pabrik yang memperkerjakankan banyak karyawan yakni pada pabrik rokok salah satunya PT.Djarum dengan jumlah karyawan lebih dari 41.789 orang yang tersebar di kawasan brak seluruh Kudus. Pasar kaget yang terdapat di sekitaran pabrik sudah mentradisi pada waktu-waktu tertentu baik di perkotaan maupun pedesaan. Bermula dari perkumpulan penjual bahan makanan yang dibutuhkan, pakaian, alat rumah tangga, perabotan rumah tangga yang berjualan di pinggir jalan, kemudian berkembang menjadi event tetap. Pedagang yang berjualan di pasar ini ada yang memang sehari-hari bekerja sebagai pedagang. Terciptanya pasar ini bermula dari timbulnya massa yang ada menyebabkan keramaian yang terus berulang. Sehingga para pedagang melihat peluang untuk membuka suatu lapak di sekitaran pabrik. Seperti contohnya di Desa Megawon, Kecamatan Jati dan Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus dimana terdapat pabrik Djarum. Lalu dengan seiringnya waktu ke waktu munculnya pabrik Djarum yang mempekerjakan karyawan wanita merambah pada masyarakat dan mengubah mata pencaharian menjadi karyawan pabrik Djarum. Sekarang, memadatnya pabrik Djarum membuat adanya peluang besar bagi para pedagang untuk membuka sebuah lapak di sekitar kawasan pabrik. Banyaknya karyawan wanita pabrik tembakau membuat hal yang pantas jika adanya pasar di sekitar pabrik. Dimana disebabkan wanita yang harus mengurus rumah, namun juga bekerja di pabrik. Dengan hal tersebut membuat para karyawan harus tetap mengurus rumah tangga walaupun sibuk dengan pekerjaan.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

HANG OUT ADDICT: DEGRADASI MORAL DAN HEDONISME SEBAGAI BENTUK PUDARNYA ETIKA REMAJA DI ERA GLOBALISASI

Penulis: Indah Fatika Fitriyana, Fitra Shabrina Putri

Remaja yang awalnya hanya gemar nongkrong sering kali berisiko mengalami kecanduan nongkrong. Awalnya, kegiatan ini mungkin terlihat sebagai cara yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu dengan teman-teman mereka di luar rumah. Namun, ketika nongkrong menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan, remaja mungkin mulai mengabaikan nilai-nilai moral dan mencari kesenangan instan dalam pencarian mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran hang out addict dalam menyebabkan degradasi moral dan hedonisme sebagai bentuk pudarnya etika remaja di era globalisasi. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan dengan menerapkan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa hang out addict dapat menyebabkan degradasi moral dan hedonsme pada remaja di era globalisasi. Hal ini terlihat dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab dari degradasi moral yaitu pengaruh pergaulan dengan teman nongkrong, sedangkan penyebab hedonisme adalah ingin mencari kesenangan. Kata kunci: Hang out addict, Degradasi Moral, dan Hedonisme

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Bubur Suro : Representasi Kuliner Berbasis Kearifan Lokal dalam Tradisi Buka Luwur Makam Sunan Kudus

Penulis: Dian Khosyi'atuzzahra, Fatchiyatul Hidayah

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pemahaman warga Desa Kauman tentang tradisi buka luwur makam Sunan Kudus. (2) Untuk mengkaji makna komponen bubur suro pada perayaan buka luwur makam Sunan Kudus. (3) Untuk menganalisis hubungan antara bubur suro pada perayaan buka luwur makam Sunan Kudus dengan kisah Nabi Nuh. Dalam penelitian ini data primer akan diperoleh dari hasil wawancara terhadap panitia YM3SK, perewang, dan warga sekitar makam Sunan Kudus. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Objek penelitian ini adalah panitia YM3SK, perewang, dan warga sekitar makam Sunan Kudus. Data dalam penelitian ini adalah hasil dari wawancara panitia YM3SK, perewang, dan warga sekitar makam Sunan Kudus. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah jurnal-jurnal dengan penelitian yang relevan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Dalam pembuatan bubur suro terdapat 9 komponen. Komponen tersebut berupa bahan makanan pokok, diantaranya ada beras, jagung, kacang hijau, kacang kedelai, kacang tholo, singkong, kacang tanah, pisang dan ubi jalar. Sejarah bubur suro diilhami dari kisah banjir bandang yang dialami Nabi Nuh dan umatnya. Kata kunci (keywords) : Buka luwur, Bubur suro, Makna

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Sarana Reorientasi Pahlawan Nasional melalui Dualplayer Board Game pada Anak-anak Kudus

Penulis: CHANTYCA MAHARANI, ELLINA DEUXIEMA RAHMA PUTRI

ABSTRAK Pengetahuan tentang pahlawan merupakan hal yang penting karena merupakan wujud implementasi rasa patriotisme dan nasionalisme yang paling mudah diterapkan pada anak usia 10-12 tahun. Permainan edukatif adalah setiap permainan yang dimaksudkan untuk membantu pemainnya memperoleh pengetahuan tentang pembelajaran atau pengetahuan tentang pendidikan. SOPAN Game, singkatan dari Sopo Pahlawane dalam Bahasa Jawa, yang memiliki arti siapa pahlawannya. Permainan edukatif yang berbentuk board game akan mempermudah anak usia 10 – 12 tahun untuk mengenal pahlawan nasional dan mengamalkan sikap dan sifat pahlawan nasional dalam kegiatan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1.) Untuk mengetahui desain inovasi SOPAN Game. 2.) Untuk menganalisis efektivitas SOPAN Game dalam pengenalan kembali pahlawan nasional. 3.) Untuk mengkaji manfaat implementasi SOPAN Game pada anak-anak Kudus. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD). Sumber data kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Desain inovasi SOPAN Game dinilai sangat baik dengan sedikit revisi oleh ahli materi dan baik tanpa revisi oleh ahli media, sehingga dapat disimpulkan SOPAN Game layak digunakan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). (2) Efektivitas SOPAN Game dalam pengenalan kembali pahlawan nasional indonesia dinilai efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa jika dibandingkan tanpa menggunakan SOPAN Game. Hal ini terbukti dengan data yang diperoleh dari kuesioner dengan perolehan skor 3,39 yang menunjukkan kategori “Sangat Setuju” oleh responden. Didukung dengan data eksperimen pre-test dan post-test yang menunjukkan hasil uji nilai Sig. (2- tailed) adalah .000 atau kurang dari 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil test sebelum dan setelah memainkan SOPAN Game. (3) Manfaat Implementasi SOPAN Game dalam reorientasi pahlawan nasional adalah Ibu Dra. Sri Sudarwati selaku guru pengampu mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menyampaikan pendapatnya bahwa menurut beliau usia 10-12 tahun lebih tertarik untuk bermain daripada menghafalkan materi kepahlawanan dengan metode yang cenderung membosankan. Berdasarkan pendapat Ibu Sri Sudarwati dapat disimpulkan SOPAN Game bermanfaat sebagai metode pembelajaran materi kepahlawanan pada anak usia 10-12 tahun, Berdasarkan hasil uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan SOPAN Game efektif sebagai sarana reorientasi pahlawan nasional sekaligus sebagai media pembelajaran anak-anak kelas 5C SDIT Al-Islam Kudus. Kata kunci: SOPAN Game, Game edukasi, Pahlawan nasional, Anak- anak

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail